Purbaya Dicopot Prabowo, Suahasil Nazara Kini Jadi Menkeu

Prabowo Subianto mengganti Purbaya Yudhi Sadewa dengan Suahasil Nazara setelah satu tahun kepemimpinannya di Kementerian Keuangan.

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026 - 06:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Purbaya Dicopot Prabowo, Suahasil Nazara Kini Jadi Menkeu (Foto: Ari Saputra/detikfoto)

Purbaya Dicopot Prabowo, Suahasil Nazara Kini Jadi Menkeu (Foto: Ari Saputra/detikfoto)

Kabarinaja.id – Presiden Prabowo Subianto mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan setelah sekitar satu tahun bertugas. Posisi tersebut kini dipercayakan kepada Suahasil Nazara, yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan.

Pergantian ini menempatkan Suahasil pada posisi penting dalam menjaga arah kebijakan fiskal pemerintah. Tantangan tersebut muncul ketika pemerintah terus membiayai berbagai program dan proyek berskala besar.

Suahasil dilantik sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, pada Senin sore, 14 September 2026. Ia menggantikan Purbaya yang mulai menjabat sebagai Menkeu sejak dilantik Prabowo pada 8 September 2025.

Suahasil Diminta Menjaga Keuangan Negara

Usai pelantikan, Suahasil mengatakan Presiden Prabowo memberikan arahan khusus terkait kondisi keuangan negara. Fokus utamanya adalah menjaga kesehatan dan kepercayaan terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.

“Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara. Artinya, menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut,” ujar Suahasil di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Arahan tersebut menjadi perhatian karena posisi Menteri Keuangan memegang peran sentral dalam mengatur penerimaan dan belanja negara. Kebijakan fiskal juga berpengaruh terhadap pembiayaan berbagai agenda pemerintah.

Defisit APBN Dijaga di Bawah 3 Persen

Suahasil memastikan pemerintah tetap mempertahankan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di bawah 3 persen. Pernyataan itu disampaikan di tengah kebutuhan pembiayaan program pemerintah yang cukup besar.

Baca Juga :  Kemenkes Buka Pendaftaran Beasiswa SEHAT 2026, Cek Syaratnya

“Defisit akan tetap di bawah 3%,” tutur Suahasil.

Target tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga disiplin fiskal. Pemerintah perlu menyeimbangkan kebutuhan belanja dengan kemampuan keuangan negara.

Pergantian Dinilai Bukan Perubahan Total

Suahasil menilai pengangkatannya sebagai Menteri Keuangan tidak berarti terjadi perubahan menyeluruh di internal kementerian. Selama ini, ia telah bekerja mendampingi Purbaya sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Pengalaman tersebut membuat Suahasil telah terlibat dalam berbagai proses pengelolaan kebijakan fiskal. Karena itu, pergantian pimpinan diharapkan tidak langsung mengubah seluruh arah yang telah berjalan.

Namun, keputusan Prabowo mencopot Purbaya tetap menjadi perubahan penting di jajaran kabinet. Pergantian tersebut terjadi tepat sekitar setahun setelah Purbaya dipercaya memimpin Kementerian Keuangan.

Setahun Purbaya Memimpin Kementerian Keuangan

Purbaya menerima tugas sebagai Menteri Keuangan pada awal September 2025. Saat itu, perekonomian Indonesia menghadapi tekanan dan muncul sejumlah kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan.

Selama menjabat, Purbaya dikenal melalui gaya komunikasinya yang terbuka dan ceplas-ceplos. Sejumlah kebijakan yang diambilnya juga menarik perhatian publik karena dinilai berbeda dari pendekatan sebelumnya.

Salah satu langkah yang menjadi sorotan adalah penempatan Rp200 triliun dana pemerintah ke Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara. Purbaya juga memberikan perhatian besar terhadap pengendalian belanja kementerian dan lembaga.

Pertumbuhan Ekonomi Mengalami Kenaikan

Dalam periode kepemimpinan Purbaya, laju pertumbuhan ekonomi menunjukkan peningkatan dibandingkan empat kuartal sebelumnya. Rata-rata pertumbuhan selama empat kuartal sebelum ia menjabat tercatat sekitar 4,99 persen.

Baca Juga :  Gunung Bromo Ditutup Total, Kebakaran Meluas di TNBTS

Sementara itu, rata-rata pertumbuhan dalam empat kuartal setelah Purbaya menjadi Menteri Keuangan mencapai 5,33 persen. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sekitar 0,34 poin persentase.

Meski demikian, Purbaya pernah menyampaikan bahwa capaian pertumbuhan tersebut belum sesuai dengan harapannya. Ia menilai ekonomi seharusnya dapat tumbuh lebih cepat jika rancangan kebijakan berjalan sesuai rencana.

“Kalau desainnya sesuai dengan yang saya dan pak presiden inginkan saat itu, harusnya kita sudah tumbuh lebih cepat. Harusnya kita sudah di kisaran 6%,” kata Purbaya kepada detikcom dalam wawancara khusus, Selasa (8/9/2026).

Kebijakan Purbaya Sempat Menjadi Sorotan

Selama memimpin Kementerian Keuangan, Purbaya juga terlibat dalam sejumlah kebijakan yang mendapat perhatian luas. Salah satunya berkaitan dengan pembiayaan kredit modal untuk Koperasi Desa Merah Putih menggunakan Dana Desa.

Kebijakan lain yang turut menjadi perhatian adalah pengambilalihan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Langkah tersebut menambah daftar keputusan fiskal yang mewarnai masa kepemimpinan Purbaya.

Kini, tongkat kepemimpinan Kementerian Keuangan berada di tangan Suahasil Nazara. Pemerintah menghadapi tugas menjaga kredibilitas fiskal sekaligus memastikan pembiayaan agenda pembangunan tetap berjalan dengan defisit APBN di bawah 3 persen. (Wd/*)

Berita Terkait

Asap Mengganggu Komunikasi, Relawan Karhutla Banjarmasin Butuh Peralatan Tambahan
Dana Operasional SPPG Tersendat, Ini 3 Penyebabnya
Hari Santri 2026, Kemenag Siapkan Lima Program untuk Santri
Hari Santri 2026, Prabowo Soroti Peran Pesantren bagi Bangsa
Ingin Mengetahui Nilai Tanah? Begini Cara Mengeceknya Lewat BHUMI ATR/BPN
Cara Download Kartu Nikah Digital melalui Simkah Kemenag
Meutya Hafid Ajak Anak Seimbangkan Aktivitas Digital
Mulai 2027, Pensiunan Berpeluang Terima Uang Langsung ke Rekening
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:28 WIB

Asap Mengganggu Komunikasi, Relawan Karhutla Banjarmasin Butuh Peralatan Tambahan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Dana Operasional SPPG Tersendat, Ini 3 Penyebabnya

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Hari Santri 2026, Kemenag Siapkan Lima Program untuk Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Hari Santri 2026, Prabowo Soroti Peran Pesantren bagi Bangsa

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:04 WIB

Ingin Mengetahui Nilai Tanah? Begini Cara Mengeceknya Lewat BHUMI ATR/BPN

Berita Terbaru

Dana Operasional SPPG Tersendat, Ini 3 Penyebabnya (Foto:  Pemkab Lumajang/rri)

Nasional

Dana Operasional SPPG Tersendat, Ini 3 Penyebabnya

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:13 WIB

 Angga Sasongko Soroti Insentif Pajak Ekonomi Kreatif (Foto: Medcom/Rafi)

Ekonomi

Angga Sasongko Soroti Insentif Pajak Ekonomi Kreatif

Sabtu, 24 Okt 2026 - 06:19 WIB

5 Tanaman Hias Berwarna Cerah untuk Rumah yang Minim Nyamuk

Kesehatan

5 Tanaman Hias Berwarna Cerah untuk Rumah yang Minim Nyamuk

Jumat, 23 Okt 2026 - 17:04 WIB