Investor Saham UVCR Bertambah 1.788 dalam Sebulan

Lonjakan jumlah pemegang saham memperkuat likuiditas UVCR, didukung free float tinggi dan prospek bisnis digital yang dinilai terus berkembang.

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026 - 15:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Investor Saham UVCR Bertambah 1.788 dalam Sebulan (Foto: Dok. UVCR/kompas)

Investor Saham UVCR Bertambah 1.788 dalam Sebulan (Foto: Dok. UVCR/kompas)

Kabarinaja.idMinat investor terhadap saham PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) terus meningkat. Sepanjang Juni 2026, emiten yang bergerak di bidang perdagangan voucher digital dan layanan teknologi tersebut mencatat tambahan 1.788 pemegang saham baru berdasarkan Single Investor Identification (SID).

Data dalam Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek menunjukkan jumlah investor UVCR naik menjadi 7.759 SID pada akhir Juni 2026. Angka tersebut meningkat signifikan di bandingkan posisi akhir Mei 2026 yang tercatat sebanyak 5.971 investor.

Analis pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai kenaikan jumlah pemegang saham menjadi sinyal positif bagi likuiditas perdagangan saham UVCR. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan semakin luasnya perhatian pelaku pasar, khususnya investor ritel, terhadap emiten tersebut.

Prospek Bisnis Digital Jadi Daya Tarik

Hendra menjelaskan, meningkatnya minat investor tidak terlepas dari optimisme terhadap prospek usaha UVCR yang bergerak di sektor aggregator voucher digital, gift card, serta berbagai layanan teknologi penunjang kebutuhan finansial dan gaya hidup masyarakat.

Pertumbuhan bisnis digital yang terus berlangsung di nilai memberikan ruang ekspansi bagi perseroan. Permintaan terhadap layanan digital, mulai dari kebutuhan belanja, hiburan, hingga transaksi e-commerce, juga terus meningkat seiring perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin mengutamakan efisiensi.

Baca Juga :  Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026 dan Daftar Tim Lolos

Free Float Tinggi Perkuat Kepercayaan Pasar

Sentimen positif terhadap saham UVCR juga diperkuat oleh tingkat kepatuhan perseroan terhadap regulasi pasar modal. Di tengah pengawasan yang semakin ketat dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), UVCR tercatat tidak masuk dalam notifikasi khusus terkait High Shareholding Concentration (HSC).

Kondisi tersebut di dukung oleh kepemilikan saham publik atau free float sebesar 55,54 persen, jauh melampaui ketentuan minimum yang ditetapkan BEI.

Besarnya porsi kepemilikan publik itu mencerminkan distribusi saham yang lebih merata sehingga tidak terkonsentrasi pada segelintir pemegang saham. Struktur kepemilikan seperti ini juga di nilai mampu menjaga likuiditas perdagangan saham UVCR di pasar sekunder.

Target Harga Berpeluang Menguji Level Rp204

Hendra mengungkapkan bahwa meskipun pasar modal Indonesia mengalami volatilitas cukup tinggi sepanjang 2026, saham UVCR memiliki rekam jejak yang positif. Secara historis, saham tersebut bahkan pernah menyentuh level Rp240 per saham.

Baca Juga :  Ingin Limit SPinjam Naik? Ini Cara Meningkatkan Peluangnya

“Melihat tren akumulasi investor dan performa fundamental yang terjaga, pergerakan saham UVCR secara teknikal saat ini di proyeksikan masih memiliki ruang penguatan yang menarik,” ujar Hendra dalam keterangan pers, Senin (13/7/2026).

Untuk jangka pendek hingga menengah, ia memperkirakan saham UVCR berpotensi menguji level resistance Rp204. Adapun bagi investor yang menerapkan manajemen risiko, area support kuat berada di level Rp115.

Masuk Radar Investor Teknologi

Hendra menambahkan, kombinasi antara pertumbuhan jumlah investor, struktur kepemilikan saham yang sehat, serta perkembangan kinerja keuangan menjadikan UVCR sebagai salah satu emiten sektor teknologi dan perdagangan digital yang layak mendapat perhatian investor.

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak pembaca membeli maupun menjual saham tertentu. Seluruh pandangan dan proyeksi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor. Selalu lakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi. (Wd/*)

Berita Terkait

Ekonomi Indonesia Ditargetkan Tumbuh 6% pada 2027, Ini Strateginya
Cara Pinjam Uang di GoPay, Cek Syarat dan Langkahnya
Cara Menghasilkan Uang dari ZEPETO World
Ekspor Indonesia Ditargetkan Tembus USD 315 Miliar pada 2026
Paylater Makin Diminati, Penolong atau Beban Finansial?
Reels Instagram Kini Bisa Jadi Sumber Komisi Shopee
Trik Rahasia Seller Shopee Agar Margin Bebas Tergerus Potongan Baru
Mengapa Bisnis Event Organizer Semakin Dilirik? Ini Strategi Sukses Memulainya
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 19:03 WIB

Ekonomi Indonesia Ditargetkan Tumbuh 6% pada 2027, Ini Strateginya

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:13 WIB

Cara Pinjam Uang di GoPay, Cek Syarat dan Langkahnya

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:02 WIB

Cara Menghasilkan Uang dari ZEPETO World

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Ekspor Indonesia Ditargetkan Tembus USD 315 Miliar pada 2026

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:04 WIB

Paylater Makin Diminati, Penolong atau Beban Finansial?

Berita Terbaru

Ilustrasi bug Microsoft Defender pada Windows 11 yang memunculkan peringatan keamanan palsu. Microsoft memastikan perlindungan antivirus tetap berjalan di latar belakang dan menyiapkan pembaruan otomatis untuk memperbaiki masalah tersebut.

Teknologi

Peringatan Keamanan Windows 11 Terus Muncul, Ini Penyebabnya

Jumat, 4 Sep 2026 - 13:02 WIB