Penjualan Mobil Indonesia Naik 15,9 Persen, BYD dan Jaecoo Gebrak Dominasi Jepang

Pasar Otomotif Nasional Tumbuh Positif, Dominasi Pabrikan Jepang Mulai Goyang oleh Serbuan Merek Asal China.

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026 - 11:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penjualan Mobil Indonesia Naik 15,9 Persen, BYD dan Jaecoo Gebrak Dominasi Jepang (Foto: Dok. TAM/kompas?

Penjualan Mobil Indonesia Naik 15,9 Persen, BYD dan Jaecoo Gebrak Dominasi Jepang (Foto: Dok. TAM/kompas?

Kabarinaja.id – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melaporkan lonjakan pertumbuhan pasar kendaraan roda empat dalam negeri sepanjang semester pertama 2026. Data asosiasi menunjukkan pengiriman mobil dari pabrik ke diler (wholesales) menyentuh angka 436.564 unit selama periode Januari hingga Juni 2026. Oleh karena itu, perolehan tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 15,9 persen daripada capaian periode yang sama tahun lalu yang hanya membukukan 376.707 unit.

Sementara itu, pertumbuhan positif ini berjalan linier dengan data penjualan ritel atau distribusi langsung dari diler ke tangan konsumen. Pasar ritel mencatatkan pertumbuhan sebesar 10,5 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi 433.848 unit. Padahal, pada semester pertama tahun sebelumnya, pasar domestik hanya mampu menyerap kendaraan sebanyak 392.778 unit.

Toyota Kokoh di Puncak, BYD Menggebrak Lima Besar

Toyota masih mempertahankan posisinya sebagai raja pasar otomotif Indonesia sepanjang paruh pertama tahun ini. Raksasa otomotif asal Jepang tersebut mengamankan pasokan wholesales sebanyak 133.928 unit, sekaligus menguasai pangsa pasar nasional sebesar 30,7 persen. Kemudian, Daihatsu membayangi di posisi kedua setelah menyalurkan 73.545 unit kendaraan ke jaringan diler mereka.

Selanjutnya, Suzuki menempati peringkat berikutnya dengan membukukan angka 36.319 unit, lalu disusul oleh Mitsubishi Motors dengan raihan 32.588 unit. Namun, persaingan ketat yang sesungguhnya justru terjadi pada perebutan zona lima besar. BYD sukses melesat ke peringkat kelima setelah menyalurkan kendaraan sebanyak 23.257 unit secara wholesales. Capaian raksasa kendaraan listrik asal China ini berhasil menggeser posisi Honda yang harus puas di urutan keenam dengan torehan 20.673 unit.

Baca Juga :  Apa Itu Build MLBB? Panduan Dasar Racikan Item untuk Pemula Mobile Legends

Sengitnya Perebutan Pasar Ritel Otomotif Nasional

Lebih lanjut, persaingan sengit antara kedua produsen otomotif ini bahkan berlangsung lebih agresif di sektor penjualan ritel. Honda untuk sementara waktu masih sanggup menahan gempuran di posisi kelima lewat catatan penjualan riil sebanyak 23.847 unit. Kendati demikian, BYD menempel ketat di peringkat keenam dengan angka retail mencapai 23.188 unit. Pada akhirnya, selisih yang tipis sebesar 659 unit ini memberi sinyal kuat bahwa kedudukan pabrikan Jepang di papan atas kini menghadapi ancaman nyata.

Kejutan Jaecoo: Merek Baru yang Langsung Melejit

Di sisi lain, kejutan signifikan juga datang dari pergerakan agresif Jaecoo di pasar domestik. Merek pendatang baru asal China ini langsung menembus daftar delapan besar penjualan kendaraan roda empat tingkat nasional. Naskah performa Jaecoo sukses membukukan angka pengapalan wholesales sebesar 17.334 unit serta mencetak angka penjualan ritel sebanyak 16.986 unit.

Baca Juga :  Daftar Pinjol Legal Terdaftar di OJK 2026, Cek Sebelum Meminjam

Berkat prestasi impresif tersebut, Jaecoo mampu melompat dengan cepat melampaui performa penjualan sejumlah produsen otomotif global yang sudah lebih dahulu membangun basis pasar di Indonesia. Oleh sebab itu, beberapa merek populer seperti Wuling, Hyundai, bahkan Geely harus rela melihat volume penjualan mereka terlampaui oleh pencapaian Jaecoo pada paruh pertama tahun ini.

Rincian Data Penjualan Otomotif Indonesia Semester I/2026

1. Daftar Penjualan Wholesales (Pabrik ke Diler):

  • Toyota: 928 unit
  • Daihatsu: 545 unit
  • Suzuki: 319 unit
  • Mitsubishi Motors: 588 unit
  • BYD: 257 unit
  • Honda: 673 unit
  • Mitsubishi Fuso: 535 unit
  • Jaecoo: 334 unit
  • Isuzu: 890 unit
  • Hino: 660 unit

2. Daftar Penjualan Ritel (Diler ke Konsumen):

  • Toyota: 925 unit
  • Daihatsu: 209 unit
  • Suzuki: 592 unit
  • Mitsubishi Motors: 290 unit
  • Honda: 847 unit
  • BYD: 188 unit
  • Mitsubishi Fuso: 974 unit
  • Jaecoo: 986 unit
  • Isuzu: 430 unit
  • Hino: 569 unit

(Wd/*)

Berita Terkait

Honda BeAT NeoX 2026 Resmi Meluncur, Bawa Fitur Keyless
5 Skutik Paling Irit BBM, Konsumsinya Bisa Tembus 68,9 Km/L
Ipone di Indonesian Custom Show 2026, Bawa Pelumas Motor
Omoda O4 Siap Ramaikan Crossover Listrik Rp400 Jutaan
City Car Bekas Sekelas Honda Brio yang Layak Dipilih
Yamaha XSR 155 Ntie Chan, Modifikasi Touring Bergaya Samurai
Deretan Mobil Termahal di Indonesia, Harganya Bikin Geleng Kepala
Toyota Fortuner 2007 Masih Diminati, Harganya Mulai Rp120 Jutaan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Honda BeAT NeoX 2026 Resmi Meluncur, Bawa Fitur Keyless

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:02 WIB

5 Skutik Paling Irit BBM, Konsumsinya Bisa Tembus 68,9 Km/L

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:06 WIB

Ipone di Indonesian Custom Show 2026, Bawa Pelumas Motor

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:05 WIB

Omoda O4 Siap Ramaikan Crossover Listrik Rp400 Jutaan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:05 WIB

City Car Bekas Sekelas Honda Brio yang Layak Dipilih

Berita Terbaru

Ilustrasi yang menggambarkan Al-Khawarizmi mempelajari matematika di masa lalu, sementara konsep algoritma berkembang menjadi bagian penting teknologi digital masa kini.

Tokoh

Al-Khawarizmi dan Algoritma yang Mengubah Dunia

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Seorang penjual mempromosikan kaus melalui siaran langsung dengan bantuan kamera dan ring light. (Foto: pegadaian/Ai)

Ekonomi

Cara Jualan di TikTok Shop agar Produk Lebih Mudah Laku

Sabtu, 5 Sep 2026 - 17:06 WIB

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen Toni Toharudin (Foto:  Ilham Pratama/Medcom.id)

Nasional

AI di Sekolah, Kemendikdasmen Pilih Atur Bukan Larang

Sabtu, 5 Sep 2026 - 11:09 WIB