Tito Karnavian Peringatkan Honorer Jadi Bom Waktu Fiskal Daerah

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabarinaja.idMenteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengingatkan pemerintah daerah untuk tidak lagi merekrut tenaga honorer baru. Menurutnya, penambahan tenaga non-ASN berpotensi menjadi masalah serius bagi keuangan daerah di masa mendatang karena akan menambah beban belanja pegawai yang terus membengkak.

Peringatan tersebut di sampaikan Tito saat menghadiri Rapat Kerja Komisi II DPR RI bersama sejumlah gubernur dan wakil gubernur dari berbagai daerah, Senin (8/6/2026).

Dalam forum tersebut, Tito menegaskan bahwa pemerintah pusat telah melarang pengangkatan tenaga honorer baru. Ia meminta seluruh kepala daerah mematuhi kebijakan tersebut agar tidak meninggalkan persoalan keuangan bagi pemerintahan berikutnya.

Menurut Tito, keberadaan honorer yang terus bertambah tanpa perencanaan matang dapat menjadi ancaman bagi stabilitas anggaran daerah. Beban gaji dan kesejahteraan pegawai akan semakin besar, sementara kemampuan fiskal setiap daerah tidak selalu sama.

Kepala Daerah Di minta Tidak Tambah Honorer Baru

Mendagri menilai perekrutan honorer yang tidak terkendali hanya akan memperbesar porsi belanja pegawai dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kondisi itu berisiko mengurangi ruang fiskal untuk pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, hingga program kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Cek Penerima PIP 2026: Cara Mudah Pastikan Bantuan Cair

Meski demikian, Tito juga mengingatkan agar pemerintah daerah tidak mengambil langkah pemutusan tenaga honorer yang sudah lama bekerja hanya demi mengurangi beban anggaran. Langkah tersebut di nilai dapat memunculkan persoalan sosial baru karena berpotensi meningkatkan angka pengangguran.

Sebagai alternatif efisiensi, ia menyarankan pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap belanja Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) yang selama ini menjadi salah satu komponen besar dalam pengeluaran pegawai.

Tingkatkan PAD Tanpa Membebani Masyarakat

Di sisi pendapatan, Tito mendorong kepala daerah lebih kreatif dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, upaya tersebut tidak boleh di lakukan dengan cara yang membebani masyarakat maupun pelaku usaha.

Ia mengapresiasi sejumlah daerah yang berhasil mendongkrak PAD melalui perbaikan layanan dan kemudahan birokrasi. Salah satu contoh yang di sorot adalah Kota Pekanbaru.

Berdasarkan data yang di paparkan Tito, PAD Pekanbaru meningkat dari sekitar Rp800 miliar pada 2024 menjadi Rp1,2 triliun pada 2025. Setelah di telusuri, salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan tersebut adalah penyederhanaan proses perizinan.

Baca Juga :  KAI Hadirkan Kembali Sensasi Naik Kereta Api Tempo Dulu, Ada Pedagang Asongan

Menurutnya, masyarakat pada dasarnya memiliki kesadaran untuk membayar pajak dan retribusi. Namun ketika proses administrasi di anggap rumit dan berbelit, kepatuhan masyarakat cenderung menurun.

BUMD dan Dana Transfer Jadi Solusi Tambahan

Selain mengoptimalkan PAD, Tito meminta pemerintah daerah memaksimalkan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai sumber pendapatan baru. Ia menyebut sebagian besar BUMD di Indonesia telah mencatatkan keuntungan, meski masih ada sejumlah perusahaan daerah yang mengalami kerugian.

Apabila potensi PAD dan BUMD belum mampu menutupi kebutuhan anggaran, pemerintah daerah dapat mengusulkan penambahan Transfer ke Daerah (TKD) kepada pemerintah pusat.

Kemendagri mencatat lebih dari 140 daerah mengajukan peningkatan TKD saat kegiatan retret sekretaris daerah di Jatinangor, Jawa Barat. Setelah di lakukan evaluasi, sekitar 39 daerah di ketahui berada dalam kondisi fiskal yang cukup kritis.

Menurut Tito, daerah-daerah tersebut memerlukan dukungan tambahan dari pemerintah pusat agar mampu memenuhi kebutuhan belanja pegawai tanpa mengganggu program pembangunan dan pelayanan publik.(Tim)

Berita Terkait

Purbaya Dicopot Prabowo, Suahasil Nazara Kini Jadi Menkeu
Iuran BPJS Kesehatan September 2026 Masih Segini
Royalti Netflix Rp75 Miliar, LMKN Siapkan Langkah Hukum
Jurnalis Hilang Selat Sunda Dicari Warga Carita
Kalsel Nihil Hotspot, Karhutla Kini Dipantau Ketat di Kalbar
Gambut Jadi Tantangan, Ini Wilayah Karhutla Tersulit di Kalbar
Bukan Gaptek, Generasi 40+ Justru Makin Aktif di Dunia Digital
Abu Anak Krakatau Terpantau di Lima Provinsi, Arah Angin Berubah
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 06:39 WIB

Purbaya Dicopot Prabowo, Suahasil Nazara Kini Jadi Menkeu

Senin, 14 September 2026 - 13:07 WIB

Iuran BPJS Kesehatan September 2026 Masih Segini

Jumat, 11 September 2026 - 09:04 WIB

Royalti Netflix Rp75 Miliar, LMKN Siapkan Langkah Hukum

Kamis, 10 September 2026 - 21:06 WIB

Jurnalis Hilang Selat Sunda Dicari Warga Carita

Kamis, 10 September 2026 - 16:55 WIB

Kalsel Nihil Hotspot, Karhutla Kini Dipantau Ketat di Kalbar

Berita Terbaru

Build Aulus Terbaik 2026, Andalan EXP Lane MPL ID (Foto: duniagames)

Game

Build Aulus Terbaik 2026, Andalan EXP Lane MPL ID

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:09 WIB

Kumpulan kode warna MLBB terbaru untuk nickname dan chat berwarna di Mobile Legends (Foto: duniagames)

Game

Kode Warna MLBB Terbaru: 100+ Pilihan dan Cara Pakai

Selasa, 22 Sep 2026 - 15:04 WIB

Huawei Cloud Siapkan Infrastruktur AI untuk Agentic Era

Teknologi

Huawei Cloud Siapkan Infrastruktur AI untuk Agentic Era

Selasa, 22 Sep 2026 - 13:15 WIB

Laptop Gaming AI Terbaru 2026 dengan Performa Tinggi

Teknologi

Laptop Gaming AI Terbaru 2026 dengan Performa Tinggi

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:14 WIB