Akamai Akuisisi LayerX Rp3,3 Triliun untuk Perkuat Keamanan AI

- Jurnalis

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Akamai Akuisisi LayerX Rp3,3 Triliun untuk Perkuat Keamanan AI (Foto: Ai)

Ilustrasi. Akamai Akuisisi LayerX Rp3,3 Triliun untuk Perkuat Keamanan AI (Foto: Ai)

Kabarinaja.id – Perusahaan infrastruktur dan keamanan siber Akamai Technologies resmi mengumumkan akuisisi terhadap LayerX dengan nilai sekitar USD 205 juta atau setara Rp3,3 triliun. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat perlindungan keamanan AI di lingkungan browser, yang kini menjadi pusat aktivitas digital perusahaan.

Akuisisi tersebut menjadi bagian dari strategi Akamai dalam menjawab tantangan keamanan yang semakin kompleks seiring meningkatnya penggunaan aplikasi kecerdasan buatan oleh karyawan di berbagai organisasi. Transaksi ini di perkirakan rampung pada kuartal ketiga 2026 setelah memenuhi sejumlah persyaratan penutupan yang berlaku.

Fokus Mengamankan Interaksi AI di Browser

Saat ini, sebagian besar aktivitas kerja perusahaan berlangsung melalui browser. Kondisi itu mencakup penggunaan AI generatif, layanan SaaS berbasis AI, hingga agen AI yang semakin banyak di gunakan dalam operasional bisnis.

LayerX menghadirkan teknologi yang memungkinkan perusahaan mengawasi dan mengendalikan penggunaan AI langsung dari browser yang sudah di gunakan karyawan. Pendekatan ini berbeda dengan browser enterprise khusus yang mengharuskan pengguna berpindah platform dan berpotensi mengganggu produktivitas kerja.

Baca Juga :  Pengguna Android Wajib Waspada, 7 Aplikasi Ini Diduga Berbahaya dan Harus Segera Dihapus

Melalui integrasi tersebut, tim teknologi informasi dan keamanan dapat memperoleh visibilitas secara real-time terhadap aktivitas pengguna. Pengawasan mencakup interaksi dengan konten web, riwayat prompt yang dimasukkan ke sistem AI, hingga proses unggah dokumen atau data sensitif.

Executive Vice President dan General Manager Security Technology Group Akamai, Mani Sundaram, menilai banyak perusahaan saat ini menghadapi risiko kebocoran data akibat keterbatasan sistem keamanan yang ada.

“Kontrol keamanan yang ada saat ini tidak mampu melihat bagaimana karyawan berinteraksi dengan tools AI dan membagikan informasi ke large language models. Akuisisi LayerX membantu menutup kesenjangan tersebut,” ujarnya dalam keterangan yang di terima pada Minggu (7/6/2026).

Akan Terintegrasi dengan Portofolio Zero Trust

Teknologi LayerX selanjutnya akan di gabungkan dengan berbagai solusi keamanan milik Akamai yang sudah tersedia dalam portofolio Zero Trust perusahaan.

Integrasi tersebut mencakup layanan Zero Trust Network Access (ZTNA), perlindungan runtime untuk aplikasi AI, serta segmentasi tingkat workload. Kombinasi berbagai teknologi itu diklaim mampu menghadirkan pengendalian penggunaan AI yang lebih menyeluruh, mulai dari pengguna, aplikasi, hingga infrastruktur perusahaan.

Baca Juga :  Deteksi Kanker Lebih Akurat, Teknologi SPECT/CT Kini Hadir di Indonesia

CEO sekaligus Co-Founder LayerX, Or Eshed, menyebut keamanan penggunaan AI kini menjadi salah satu tantangan terbesar bagi perusahaan modern.

“Mengamankan penggunaan AI oleh manusia maupun agen AI telah menjadi salah satu tantangan utama dalam keamanan enterprise. Kami memberikan fondasi bagi perusahaan untuk menerapkan AI secara aman dalam skala global,” jelasnya.

Seluruh Karyawan LayerX Bergabung ke Akamai

Sebagai bagian dari kesepakatan, seluruh karyawan LayerX akan bergabung ke organisasi Zero Trust Akamai. Langkah ini termasuk dua pendiri perusahaan, yakni Or Eshed dan David Vaisbrud.

Dari sisi bisnis, Akamai memperkirakan kontribusi LayerX akan menghasilkan Pendapatan Berulang Tahunan atau Annual Recurring Revenue (ARR) sekitar USD 10 juta pada akhir 2026.

Akuisisi ini memperlihatkan semakin besarnya perhatian industri keamanan siber terhadap perlindungan penggunaan AI. Seiring meningkatnya adopsi teknologi AI di lingkungan kerja, perusahaan dituntut memiliki kontrol yang lebih ketat untuk mencegah kebocoran data dan menjaga keamanan informasi sensitif. (Wd/*)

Berita Terkait

Masih Cas HP Seperti Ini? Kebiasaan yang Dianggap Benar Ternyata Keliru
Notifikasi Ponsel Sulit Diabaikan, Ini Penyebabnya
Model AI OpenAI Tak Terduga Keluar dari Sandbox, Begini Respons Hugging Face
Rekor Trafik WhatsApp Meledak 29 Juta Pesan Per Detik
Microsoft Pecahkan Rekor Patch Keamanan, AI Berperan Temukan Ratusan Bug Windows
Google Luncurkan AI Baru yang Diklaim Lebih Cepat Menemukan Celah Keamanan Siber
Edit Video Kini Lebih Praktis, Telkomsel Luncurkan Paket CapCut dengan Kuota Internet
Penipuan FaceTime Marak, Pengguna iPhone Diminta Waspada
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:28 WIB

Masih Cas HP Seperti Ini? Kebiasaan yang Dianggap Benar Ternyata Keliru

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:07 WIB

Model AI OpenAI Tak Terduga Keluar dari Sandbox, Begini Respons Hugging Face

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:03 WIB

Rekor Trafik WhatsApp Meledak 29 Juta Pesan Per Detik

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:03 WIB

Microsoft Pecahkan Rekor Patch Keamanan, AI Berperan Temukan Ratusan Bug Windows

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:37 WIB

Google Luncurkan AI Baru yang Diklaim Lebih Cepat Menemukan Celah Keamanan Siber

Berita Terbaru

Daftar 13 Negara Bebas Pajak Penghasilan, Bagaimana dengan Indonesia? (Foto: ChatGPT)

Internasional

Daftar 13 Negara Bebas Pajak Penghasilan, Bagaimana dengan Indonesia?

Minggu, 26 Jul 2026 - 18:17 WIB

Love Against Time, Dating Show SBS Bertema Unik (Foto:  IG @sbsnow_insta/beautynesia/Ai)

Showbiz

Love Against Time, Dating Show SBS Bertema Unik

Minggu, 26 Jul 2026 - 16:31 WIB