Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter, BMKG Ingatkan Batas Aman Pelayaran

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Ist)

Ilustrasi (Ist)

Kabarinaja.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini mengenai potensi gelombang tinggi yang mencapai empat meter di sejumlah wilayah perairan Indonesia. Fenomena alam ini membawa risiko besar bagi keselamatan pelayaran nasional.

Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, meminta seluruh operator transportasi laut, nakhoda, dan nelayan tradisional mematuhi ambang batas aman operasional kapal. Peringatan ketat ini berlaku efektif mulai 30 Mei hingga 2 Juni 2026.

“Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi,” kata Eko melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).

Batas Aman Pelayaran Setiap Jenis Kapal

Eko menjabarkan bahwa setiap moda transportasi laut mempunyai daya tahan yang berbeda-beda terhadap embusan angin dan tinggi gelombang. Perahu nelayan menjadi jenis armada yang paling rentan menghadapi cuaca ekstrem. Moda ini sangat berbahaya jika beroperasi saat kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.

Baca Juga :  Isi Garasi Dadan Hindayana Usai Dicopot dari Kepala BGN

Sementara itu, kapal tongkang menghadapi ancaman tinggi pada situasi angin di atas 16 knot dengan gelombang melebihi 1,5 meter. Kapal feri penyeberangan memiliki batas aman operasi pada kecepatan angin maksimal 21 knot dan tinggi gelombang paling banyak 2,5 meter.

Kapal berukuran besar seperti kapal kargo atau kapal pesiar juga wajib meningkatkan kewaspadaan. Armada besar ini menghadapi risiko tinggi jika kecepatan angin menembus 27 knot dengan tinggi gelombang di atas 4,0 meter.

Baca Juga :  Kemendikdasmen Terbitkan Aturan Baru HP di Sekolah, Ini Dampaknya bagi Siswa dan Orang Tua

Daftar Wilayah dengan Risiko Gelombang Tertinggi

Data BMKG menunjukkan bahwa ancaman bahaya tertinggi saat ini mengintai wilayah Laut Natuna Utara, Selat Malaka bagian utara, dan Samudra Hindia barat Aceh. Pergerakan angin kencang hingga mencapai 25 knot memicu peluang kemunculan gelombang tinggi berkisar antara 2,5 hingga 4,0 meter di kawasan tersebut.

Sedangkan gelombang kategori sedang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter kini menyelimuti area perairan yang lebih luas. Wilayah terdampak mencakup Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTT, Selat Makassar bagian utara, Laut Sulawesi, Laut Banda, serta Laut Arafuru. (Wd/*)

Berita Terkait

AI di Sekolah, Kemendikdasmen Pilih Atur Bukan Larang
Ekonomi Indonesia Ditargetkan Tumbuh 6% pada 2027, Ini Strateginya
Seragam Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Motif Wastra Nusantara
Rela Antre Sejak Subuh Demi Bimbel, Ini Pesan Abdul Mu’ti
Cara Update Data Desil DTSEN, Ini 3 Jalurnya
Jangan Asal Pakai Logo, Begini Cara Mengecek Legalitasnya
Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU, Ini Profil dan Nasabnya
Tentara Jerman di Indonesia Saat Revolusi Kemerdekaan
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 19:03 WIB

Ekonomi Indonesia Ditargetkan Tumbuh 6% pada 2027, Ini Strateginya

Kamis, 3 September 2026 - 18:05 WIB

Seragam Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Motif Wastra Nusantara

Kamis, 3 September 2026 - 17:07 WIB

Rela Antre Sejak Subuh Demi Bimbel, Ini Pesan Abdul Mu’ti

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Cara Update Data Desil DTSEN, Ini 3 Jalurnya

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Jangan Asal Pakai Logo, Begini Cara Mengecek Legalitasnya

Berita Terbaru

Kolase makanan kekinian yang dapat menjadi inspirasi bagi pemula untuk memulai usaha kuliner dari rumah.

Kuliner

10 Ide Jualan Kekinian yang Bisa Dimulai dari Rumah

Sabtu, 5 Sep 2026 - 21:04 WIB

Ilustrasi yang menggambarkan Al-Khawarizmi mempelajari matematika di masa lalu, sementara konsep algoritma berkembang menjadi bagian penting teknologi digital masa kini.

Tokoh

Al-Khawarizmi dan Algoritma yang Mengubah Dunia

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Seorang penjual mempromosikan kaus melalui siaran langsung dengan bantuan kamera dan ring light. (Foto: pegadaian/Ai)

Ekonomi

Cara Jualan di TikTok Shop agar Produk Lebih Mudah Laku

Sabtu, 5 Sep 2026 - 17:06 WIB