Kabarinaja.id – Pada Rabu (20/5/2026) kemarin pergerakan IHSG kembali berada di zona merah pada penutupan perdagangan. Indeks acuan pasar saham Indonesia itu terkoreksi 0,82 persen dan berakhir di level 6.318 setelah sempat bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan.
Sejak pembukaan pasar, IHSG sebenarnya sempat menguat hingga menyentuh level tertinggi harian di kisaran 6.459. Namun tekanan jual yang meningkat membuat laju indeks berbalik arah dan terus melemah hingga mendekati titik terendah intraday di posisi 6.215.
Tekanan terbesar datang dari sektor barang baku, transportasi, dan energi. Ketiga sektor tersebut menjadi pemberat utama pergerakan IHSG setelah mengalami koreksi cukup dalam di tengah aksi jual investor yang masih mendominasi pasar domestik.
Tekanan Jual Masih Mendominasi Pasar
Data perdagangan menunjukkan aktivitas transaksi berlangsung cukup tinggi. Volume perdagangan tercatat mencapai 41,12 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp22,35 triliun. Sementara frekuensi transaksi mencapai 2,47 juta kali perdagangan.
Dari keseluruhan saham yang di perdagangkan, sebanyak 483 saham di tutup melemah. Di sisi lain, 208 saham berhasil menguat dan 126 saham bergerak stagnan.
Kondisi tersebut mencerminkan pelaku pasar masih cenderung berhati-hati terhadap sejumlah sentimen global. Kekhawatiran mengenai arah kebijakan suku bunga, perlambatan ekonomi dunia, hingga fluktuasi harga komoditas masih memengaruhi pergerakan dana investor di pasar saham.
Meski IHSG melemah, sejumlah analis menilai peluang trading jangka pendek masih terbuka, terutama pada saham-saham dengan fundamental kuat dan likuiditas tinggi. Investor juga dinilai mulai memburu saham yang sudah terkoreksi cukup dalam untuk memanfaatkan momentum rebound.
Daftar Rekomendasi Saham dari Broker
Sejumlah perusahaan sekuritas telah merilis daftar saham unggulan yang layak di cermati pada perdagangan Kamis (21/5/2026). Saham sektor konsumsi, perbankan, energi, hingga ritel masih mendominasi rekomendasi analis.
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham OASA, MYOR, dan BBTN.
Sementara BNI Sekuritas memilih BBCA, UNTR, WIFI, BREN, dan BDMN sebagai saham pilihan.
Rekomendasi lain datang dari Phillip Sekuritas yang menyoroti JPFA serta HBAT.
Adapun MNC Sekuritas memasukkan AADI, AMRT, HRTA, serta MBMA dalam daftar saham unggulan.
Saham Konsumsi dan Energi Masih Menarik
Di tengah tekanan pasar, saham sektor konsumsi dan energi masih dinilai memiliki prospek menarik. CGS International Sekuritas merekomendasikan JPFA, CPIN, WIIM, UNVR, BMRI, dan BDMN.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas menilai PTBA, CTRA, UNVR, BBTN, dan WIIM masih layak dipantau.
Rekomendasi berikutnya datang dari Panin Sekuritas dengan saham PNLF, IMPC, dan ICBP.
Sedangkan Mirae Asset Sekuritas Indonesia menjagokan AMRT, LSIP, serta PTBA.
Analis memperkirakan pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini masih dibayangi volatilitas tinggi. Meski begitu, peluang cuan tetap terbuka bagi investor yang jeli memilih saham dengan kinerja fundamental solid dan sentimen positif jangka pendek.(Tim)









