Kabarinaja.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bergerak cepat meredam potensi ledakan utang konsumtif di masyarakat. Melalui regulasi terbaru, akses publik untuk memiliki banyak akun buy now pay later (BNPL) di berbagai platform akan segera di batasi. Langkah ini merupakan turunan teknis dari POJK Nomor 32 Tahun 2025 yang fokus pada penyelenggaraan layanan beli sekarang bayar nanti.
Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, menegaskan bahwa perusahaan pembiayaan kini di wajibkan menjalankan strategi pengelolaan risiko yang lebih ketat. Salah satu poin krusialnya adalah pembatasan penyaluran pembiayaan, termasuk limitasi jumlah platform yang boleh di gunakan oleh satu debitur.
Kebijakan ini bukan tanpa alasan. Kepemilikan akun BNPL di banyak aplikasi sekaligus terbukti meningkatkan beban utang secara tidak terkendali. Kondisi tersebut sering kali membuat kewajiban pembayaran bulanan melampaui kapasitas pendapatan riil pengguna. Efek dominonya jelas: risiko gagal bayar melonjak tajam.
Data menunjukkan tren penggunaan “utang instan” ini terus meroket. Hingga Maret 2026, pembiayaan paylater tumbuh signifikan sebesar 55,85 persen secara tahunan (year on year) dengan nilai menembus Rp12,81 triliun. Angka ini naik dari posisi Februari 2026 yang berada di level 53,53 persen. Lonjakan ini di picu oleh tingginya konsumsi masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri.
Merespons fenomena ini, OJK mewajibkan penyedia layanan memperkuat proses penilaian kredit (credit scoring). Perusahaan tidak boleh sekadar menyetujui pinjaman, melainkan harus melakukan asesmen mendalam terhadap kemampuan bayar calon nasabah.
Berdasarkan POJK Nomor 32 Tahun 2025 yang berlaku sejak 15 Desember 2025, operasional paylater kini eksklusif hanya untuk bank umum dan perusahaan pembiayaan resmi. Bank wajib tunduk pada aturan perbankan, sementara perusahaan pembiayaan harus mengantongi izin khusus dari OJK.
Regulasi ini juga mencakup standarisasi mekanisme penagihan, pelaporan berkala, hingga prosedur penghentian layanan. Bagi masyarakat, aturan ini adalah alarm untuk lebih bijak mengelola pengeluaran. Pastikan Anda hanya memiliki akun paylater sesuai kebutuhan mendesak agar skor kredit tetap terjaga dan terhindar dari jeratan utang yang melilit. (Nd/*)







