10 Tanda Seseorang Belum Matang Secara Emosional

Kabarinaja.id

- Jurnalis

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. 10 Tanda Seseorang Belum Matang Secara Emosional (Foto: Ai)

Ilustrasi. 10 Tanda Seseorang Belum Matang Secara Emosional (Foto: Ai)

Kabarinaja.id Kematangan emosional seseorang tidak serta-merta tumbuh seiring bertambahnya usia. Fakta di lapangan menunjukkan banyak individu dewasa yang masih kesulitan mengontrol amarah, menolak kritik, serta gemar melimpahkan kesalahan kepada orang lain saat menghadapi masalah.

Perilaku negatif tersebut menyerupai cara anak-anak dalam merespons situasi yang tidak sesuai dengan keinginan mereka. Para ahli psikologi umumnya mengukur tingkat kedewasaan seseorang melalui kemampuan mengelola emosi, menyelesaikan konflik, dan memperlakukan lingkungan sekitar.

Psikolog Susan Heitler, Ph.D., melalui tulisan di Psychology Today, merinci 10 tanda yang menunjukkan bahwa seorang individu sebenarnya belum matang secara emosional.

1. Ledakan Emosi yang Tidak Terkontrol

Anak-anak kerap menangis atau mengamuk ketika ekspektasi mereka tidak terpenuhi. Sikap serupa yang muncul pada orang dewasa menandakan rendahnya stabilitas mental. Figur yang bijak biasanya memilih menenangkan diri terlebih dahulu sebelum merespons suatu keadaan.

2. Gemar Melimpahkan Kesalahan

Individu yang labil cenderung sibuk mencari kambing hitam saat tertimpa masalah. Langkah ini berbeda dengan sikap manusia dewasa yang matang, yang memilih memusatkan energi untuk merumuskan jalan keluar.

Baca Juga :  Baksos Layanan Kesehatan Antara RS Theresia dan Klinik Pratama Asisi

3. Menghindari Kenyataan Pahit

Praktik berbohong demi lolos dari konsekuensi merupakan cerminan perilaku masa kecil. Manusia yang berkembang secara sehat akan berani menghadapi realita sekaligus bertanggung jawab penuh atas segala keputusan mereka.

4. Menyerang Ranah Pribadi

Seseorang yang tidak bijak cenderung melontarkan hinaan pada karakter atau personalitas lawan bicara ketika berselisih. Sebaliknya, masyarakat yang cerdas emosi tetap fokus pada substansi perkara tanpa merendahkan pihak lain.

5. Tindakan Impulsif yang Merugikan

Kontrol emosi yang buruk memicu tindakan tanpa pertimbangan matang, seperti memotong obrolan, memaki, atau mengambil langkah gegabah. Hal ini jamak ditemukan pada anak-anak yang belum memahami dampak jangka panjang dari perbuatan mereka.

6. Haus Perhatian Publik

Ego yang kekanak-kanakan mendorong seseorang untuk selalu menjadi pusat pembicaraan tanpa memedulian porsi orang lain. Figur yang matang memiliki empati untuk berbagi panggung serta menghargai kontribusi sesama dalam interaksi sosial.

Baca Juga :  Google Berencana Lepas 32 Juta Nyamuk Steril di Amerika Serikat

7. Memaksakan Kehendak Sendiri

Sifat intimidatif demi meloloskan keinginan pribadi berakar dari pola pikir yang primitif. Kedewasaan yang hakiki menuntut individu untuk senantiasa menghormati batasan, hak, sekaligus keperluan orang di sekelilingnya.

8. Sikap Narsistik yang Dominan

Pengidap narsisme akut menganggap aturan hukum atau norma tidak mengikat dirinya. Mereka hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pribadi, sehingga kehilangan kemampuan untuk menyelami perspektif maupun perasaan orang lain.

9. Tameng Pertahanan Diri yang Keliru

Teori Sigmund Freud menyebutkan bahwa manusia menggunakan mekanisme tertentu untuk menghalau tekanan mental. Ketika orang matang memilih dialog terbuka, pribadi yang labil justru memakai taktik penyangkalan fakta serta penyerangan balik.

10. Enggan Mengakui Kekeliruan

Indikator utama kedewasaan terletak pada kekuatan untuk mengevaluasi diri sendiri. Manusia yang bijak berani mengakui kekhilafan lalu memperbaikinya. Fenomena sebaliknya terjadi pada orang yang belum matang, yang selalu membenarkan kekeliruan ego mereka. (Wd/*)

Editor : wede

Berita Terkait

Google Berencana Lepas 32 Juta Nyamuk Steril di Amerika Serikat
Gadget Picu Virtual Autism pada Anak, IDAI Minta Orang Tua Waspada
ACERUN 2026 Hadirkan Rute Baru 7K dan Teknologi AI
3 Kebiasaan Pagi untuk Menjaga Kesehatan Jantung
Deteksi Kanker Lebih Akurat, Teknologi SPECT/CT Kini Hadir di Indonesia
Makanan Pemicu Kerusakan Ginjal yang Sering Dikonsumsi Setiap Hari
Waspada Hantavirus, Gejala Mirip Flu yang Mengancam Nyawa dan Cara Mencegahnya
Baksos Layanan Kesehatan Antara RS Theresia dan Klinik Pratama Asisi
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:48 WIB

10 Tanda Seseorang Belum Matang Secara Emosional

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:17 WIB

Google Berencana Lepas 32 Juta Nyamuk Steril di Amerika Serikat

Senin, 15 Juni 2026 - 08:05 WIB

Gadget Picu Virtual Autism pada Anak, IDAI Minta Orang Tua Waspada

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:03 WIB

ACERUN 2026 Hadirkan Rute Baru 7K dan Teknologi AI

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:06 WIB

3 Kebiasaan Pagi untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Berita Terbaru

Ilustrasi. 10 Tanda Seseorang Belum Matang Secara Emosional (Foto: Ai)

Kesehatan

10 Tanda Seseorang Belum Matang Secara Emosional

Minggu, 21 Jun 2026 - 20:48 WIB

Kolaborasi Honor of Kings dan JKT48 Meriahkan HOK Plus (Foto: Honor of Kings/medcom)

Game

Kolaborasi Honor of Kings dan JKT48 Meriahkan HOK Plus

Minggu, 21 Jun 2026 - 18:15 WIB

Karakter Baru Toy Story 5 yang Mengancam Woody dan Buzz (Foto: edcom)

Showbiz

Karakter Baru Toy Story 5 yang Mengancam Woody dan Buzz

Minggu, 21 Jun 2026 - 17:20 WIB

Cara Download Sound TikTok Viral ke MP3 lewat HP, Cepat! (Foto: medcom)

Teknologi

Cara Download Sound TikTok Viral ke MP3 lewat HP, Cepat!

Minggu, 21 Jun 2026 - 16:24 WIB