Suku Bunga BI Naik 5,50 Persen, Bagaimana Nasib Investasi Properti?

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Suku Bunga BI Naik 5,50 Persen, Bagaimana Nasib Investasi Properti? (Foto: Ai)

Ilustrasi. Suku Bunga BI Naik 5,50 Persen, Bagaimana Nasib Investasi Properti? (Foto: Ai)

Kabarinaja.id – Bank Indonesia memutuskan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin hingga menyentuh angka 5,50 persen. Kebijakan moneter terbaru ini diperkirakan belum mengganggu fundamental sektor properti secara drastis. Sektor ini diprediksi hanya akan mengalami perlambatan laju pemulihan, terutama jika tekanan ekonomi terus menggerus daya beli masyarakat.

Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, menjelaskan bahwa kenaikan suku bunga ini meningkatkan beban pendanaan bagi pengembang maupun konsumen. Sektor properti memandang kebijakan ini sebagai tantangan baru dalam perputaran modal. Sisi positifnya, lonjakan sebesar 25 basis poin tersebut masih berada dalam tahapan yang wajar.

“Belum cukup besar untuk mengubah fundamental pasar properti maupun mengganggu ekosistem investasi properti secara signifikan,” ujar Ferry dalam keterangan resminya, Kamis (11/6/2026).

Ferry mengingatkan semua pihak agar mewaspadai akumulasi berbagai tekanan ekonomi nasional saat ini. Kenaikan biaya hidup, lonjakan harga energi, dan potensi pelemahan daya beli masyarakat menjadi kombinasi faktor yang jauh lebih berbahaya bagi industri properti.

Baca Juga :  2 Pilihan Passive Income Digital Selain Deposito dan Properti

Properti Tetap Menjadi Instrumen Investasi Aman

Aset riil seperti rumah dan apartemen dinilai masih mampu menjaga nilai kekayaan investor dalam jangka panjang. Karakteristik pasar properti yang stabil membuatnya tetap memikat dibandingkan instrumen investasi lain yang memiliki volatilitas tinggi.

Kondisi fundamental sektor properti Indonesia saat ini terpantau jauh lebih sehat daripada periode krisis sebelumnya. Pengembang berhasil mengendalikan tingkat utang secara bijak, pasokan produk di pasar lebih rasional, dan perbankan memiliki likuiditas yang kuat untuk menyalurkan pembiayaan.

Kenaikan suku bunga acuan secara otomatis meningkatkan daya tarik instrumen keuangan seperti deposito dan obligasi. Kedua produk tersebut kini menawarkan imbal hasil kompetitif dengan risiko yang jauh lebih minim. Kondisi ini memicu perubahan perilaku para pemilik modal dalam mengesekusi rencana bisnis mereka.

“Sebagian investor akan menjadi lebih selektif dan cenderung menunda investasi properti yang bersifat spekulatif,” kata Ferry menambahkan.

Baca Juga :  Harga Emas Pegadaian Hari Ini 14 Mei 2026: Antam Turun, UBS dan Galeri24 Stabil

Daya Beli Konsumen Menjadi Penentu Pasar

Colliers memproyeksikan pasar properti sepanjang tahun 2026 tetap tumbuh positif meski dalam ritme yang lebih lambat. Konsumen saat ini memprioritaskan produk properti dengan harga terjangkau, lokasi strategis, serta memiliki skema pembayaran yang fleksibel.

Tingkat suku bunga perbankan bukan lagi menjadi satu-satunya indikator utama yang memengaruhi dinamika pasar. Faktor penentu paling krusial saat ini bergeser pada kemampuan finansial riil masyarakat untuk menjangkau harga hunian.

Pertumbuhan pendapatan masyarakat dalam beberapa tahun terakhir bergerak lebih lambat daripada laju kenaikan harga rumah di berbagai daerah. Kesenjangan ini membuat ruang finansial konsumen untuk mengambil beban cicilan baru menjadi sangat terbatas. Kenaikan BI Rate yang berjalan simultan dengan lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) berpotensi kuat memaksa calon pembeli menunda transaksi mereka. (Wd/*)

Berita Terkait

Ekspor Indonesia Ditargetkan Tembus USD 315 Miliar pada 2026
Paylater Makin Diminati, Penolong atau Beban Finansial?
Reels Instagram Kini Bisa Jadi Sumber Komisi Shopee
Trik Rahasia Seller Shopee Agar Margin Bebas Tergerus Potongan Baru
Mengapa Bisnis Event Organizer Semakin Dilirik? Ini Strategi Sukses Memulainya
Nilai Tukar Ringgit Menguat? Cek Kurs MYR ke IDR Terbaru Sebelum Bertransaksi
Ingin Pinjam Dana Lewat GoPay? Begini Cara Mengajukan dan Syarat Terbarunya
Ingin Limit SPinjam Naik? Ini Cara Meningkatkan Peluangnya
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Ekspor Indonesia Ditargetkan Tembus USD 315 Miliar pada 2026

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:04 WIB

Paylater Makin Diminati, Penolong atau Beban Finansial?

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:04 WIB

Reels Instagram Kini Bisa Jadi Sumber Komisi Shopee

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:05 WIB

Trik Rahasia Seller Shopee Agar Margin Bebas Tergerus Potongan Baru

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:07 WIB

Mengapa Bisnis Event Organizer Semakin Dilirik? Ini Strategi Sukses Memulainya

Berita Terbaru

Rekam Wajah Orang di Tempat Umum Bisa Berujung Hukum? (Foto: ChatGPT)

Nasional

Rekam Wajah Orang di Tempat Umum Bisa Berujung Hukum?

Senin, 17 Agu 2026 - 07:06 WIB

Merasa Makan Sedikit tapi Berat Badan Naik? Ini Kata Ahli (Foto: ChatGPT)

Kesehatan

Merasa Makan Sedikit tapi Berat Badan Naik? Ini Kata Ahli

Minggu, 16 Agu 2026 - 20:30 WIB

Danantara CX100 Dibuka, Ini Dampaknya bagi Pelanggan BUMN (Foto: Danantara/medcom)

Nasional

Danantara CX100 Dibuka, Ini Dampaknya bagi Pelanggan BUMN

Minggu, 16 Agu 2026 - 13:02 WIB

Spider-Man: Brand New Day Tembus Rp32 Triliun dalam Dua Pekan (Foto:  Sony Pictures/medcom)

Showbiz

Spider-Man: Brand New Day Tembus Rp32 Triliun dalam Dua Pekan

Minggu, 16 Agu 2026 - 11:29 WIB

Baru Jalan 100 Meter Sudah Ingin Duduk? Kenali Sinyal Lutut (Foto: ChatGPT)

Kesehatan

Baru Jalan 100 Meter Sudah Ingin Duduk? Kenali Sinyal Lutut

Minggu, 16 Agu 2026 - 08:05 WIB