Kabarinaja.id – Kabar menggembirakan kembali menghampiri petani kelapa sawit di Provinsi Jambi. Setelah beberapa waktu bergerak fluktuatif, harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit kembali mengalami kenaikan signifikan pada periode 12-18 Juni 2026.
Berdasarkan hasil rapat tim penetapan harga yang di gelar Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, harga TBS sawit untuk tanaman menghasilkan usia 10 hingga 20 tahun di tetapkan sebesar Rp3.706,67 per kilogram. Angka tersebut naik Rp265,90 per kilogram di bandingkan periode sebelumnya.
Kenaikan ini menjadi angin segar bagi petani sawit yang selama beberapa pekan terakhir menantikan perbaikan harga di tingkat kebun. Dengan harga yang kembali menguat, pendapatan petani di perkirakan ikut meningkat, terutama bagi mereka yang tengah memasuki masa panen.
Harga TBS Sawit Berdasarkan Umur Tanaman
Tim penetapan harga juga menetapkan harga TBS berdasarkan usia tanaman kelapa sawit sebagai berikut:
Umur 3 tahun: Rp2.888,15 per kg
Umur 4 tahun: Rp3.089,63 per kg
Umur 5 tahun: Rp3.231,33 per kg
Umur 6 tahun: Rp3.365,99 per kg
Umur 7 tahun: Rp3.450,85 per kg
Umur 8 tahun: Rp3.524,76 per kg
Umur 9 tahun: Rp3.593,82 per kg
Umur 10–20 tahun: Rp3.706,67 per kg
Umur 21–24 tahun: Rp3.596,57 per kg
Umur 25 tahun: Rp3.434,16 per kg
Dari daftar tersebut terlihat bahwa tanaman sawit usia produktif 10 hingga 20 tahun masih memberikan nilai jual tertinggi bagi petani.
Harga CPO dan Kernel Ikut Mendukung
Penguatan harga TBS kali ini tidak terlepas dari membaiknya harga produk turunan sawit di pasar.
Dalam rapat penetapan harga, minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) ditetapkan sebesar Rp14.873,24 per kilogram. Sementara harga inti sawit atau kernel berada di level Rp12.556,75 per kilogram.
Adapun indeks K yang di gunakan dalam perhitungan harga di tetapkan sebesar 94,64 persen.
Prospek Sawit Masih Positif
Sejumlah pelaku industri menilai tren harga sawit masih memiliki peluang bertahan di level tinggi dalam beberapa waktu ke depan. Permintaan global terhadap minyak nabati yang tetap kuat serta kebutuhan industri pangan dan energi menjadi faktor yang menopang harga.
Bagi petani, momentum kenaikan harga ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan produktivitas kebun dan menjaga kualitas panen agar memperoleh harga optimal sesuai standar yang di tetapkan pemerintah daerah.
Dengan harga TBS yang kembali menembus level Rp3.700 per kilogram, sektor perkebunan sawit kembali menjadi salah satu penopang utama ekonomi masyarakat di berbagai daerah sentra sawit Provinsi Jambi.(Tim)









