Saham WBSA Masuk Radar Konsentrasi Tinggi, Pemegang Saham Kuasai 95,82 Persen

Kabarinaja.id

- Jurnalis

Minggu, 10 Mei 2026 - 19:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Saham WBSA Masuk Radar Konsentrasi Tinggi, Pemegang Saham Kuasai 95,82 Persen

Ilustrasi. Saham WBSA Masuk Radar Konsentrasi Tinggi, Pemegang Saham Kuasai 95,82 Persen

Kabarinaja.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama KSEI menetapkan saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) ke dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC). Status ini resmi di sematkan setelah evaluasi struktur kepemilikan saham per 7 Mei 2026 menunjukkan akumulasi kepemilikan yang sangat terfokus pada segelintir pihak.

BEI menegaskan bahwa masuknya WBSA dalam daftar HSC bukan berarti terjadi pelanggaran hukum di pasar modal. Status ini merupakan bentuk transparansi bursa agar investor memahami peta kepemilikan saham sebuah emiten.

Berdasarkan data terbaru, sebanyak 95,82 persen total saham WBSA di kuasai oleh kelompok pemegang saham tertentu. Angka ini menyisakan porsi yang sangat kecil bagi publik. Kondisi tersebut memicu risiko likuiditas bagi investor ritel karena terbatasnya jumlah saham yang beredar bebas di pasar.

Baca Juga :  Cara Download Sound TikTok Viral ke MP3 lewat HP, Cepat!

Empat pemegang saham utama menjadi motor utama konsentrasi ini. Tiga Beruang Kalifornia memegang kendali terbesar dengan 6,85 miliar saham atau setara 79,01 persen. Tiga institusi lainnya meliputi:

  • Caerdydd Investments: 422,14 juta saham (4,87%)

  • Lion Trust: 356,89 juta saham (4,11%)

  • Zico Trust: 324,18 juta saham (3,74%)

Jika dijumlahkan, kuartet investor kakap ini menggenggam lebih dari 91 persen kepemilikan perusahaan logistik tersebut.

Jejak IPO dan Pergerakan Harga

WBSA merupakan emiten pembuka di lantai bursa tahun 2026. Sejak melantai perdana pada 10 April 2026 dengan harga perdana Rp 168, emiten ini meraup dana segar senilai Rp 302,4 miliar. Perusahaan yang bergerak di sektor angkutan multimoda dan cold storage ini melepas 1,8 miliar lembar saham atau 20,75 persen modal saat IPO.

Baca Juga :  Prancis Berada di Zona Merah Kejahatan Fisik yang Menyasar Pemegang Bitcoin

Pasar bereaksi fluktuatif terhadap pergerakan emiten ini. Pada penutupan perdagangan Jumat pekan ini, harga saham terkoreksi tajam 9,69 persen atau merosot 140 poin ke level Rp 1.305. Walau mengalami penurunan harian, posisi harga saat ini masih meroket ribuan persen jika di bandingkan dengan harga penawaran awal mereka yang hanya di angka Rp 168.

Panduan bagi Investor

Masuknya saham ke kategori HSC sering kali diikuti dengan volatilitas tinggi. Investor perlu waspada terhadap pergerakan harga yang tiba-tiba karena jumlah saham free float yang minim memudahkan terjadinya ayunan harga signifikan. Cermati fundamental WBSA di sektor logistik dan transportasi sebelum memutuskan untuk menambah atau melepas kepemilikan di tengah status konsentrasi tinggi ini. (Nd/*)

Berita Terkait

Kinerja Pertamina 2025, Pendapatan Tembus Rp1.167 Triliun
2 Pilihan Passive Income Digital Selain Deposito dan Properti
Strategi Investasi Saham Online yang Aman untuk Pemula
4 Tips Finansial Generasi Sandwich Bebas Beban Ganda
Google Kucurkan Rp 1,3 Triliun ke A24 Guna Riset AI Film
Rupiah Melemah Rp17.779 per Dolar AS Pagi Ini
IHSG Melonjak ke Level 6.198 pada Senin Pagi
Harga Emas Antam Hari Ini 22 Juni 2026 Stagnan Rp2,668 Juta
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:29 WIB

Kinerja Pertamina 2025, Pendapatan Tembus Rp1.167 Triliun

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:08 WIB

2 Pilihan Passive Income Digital Selain Deposito dan Properti

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:06 WIB

Strategi Investasi Saham Online yang Aman untuk Pemula

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:04 WIB

4 Tips Finansial Generasi Sandwich Bebas Beban Ganda

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:24 WIB

Google Kucurkan Rp 1,3 Triliun ke A24 Guna Riset AI Film

Berita Terbaru

Kinerja Pertamina 2025, Pendapatan Tembus Rp1.167 Triliun (Foto: Pertamina)

Ekonomi

Kinerja Pertamina 2025, Pendapatan Tembus Rp1.167 Triliun

Kamis, 25 Jun 2026 - 11:29 WIB

Ilustrasi. Google Kucurkan Rp1,3 Triliun ke Studio Film A24  (Foto: Ai)

Teknologi

Google Kucurkan Rp1,3 Triliun ke Studio Film A24

Rabu, 24 Jun 2026 - 20:17 WIB