Kabarinaja.id – Red Hat resmi mengumumkan rencana dukungan Red Hat OpenShift pada Google Cloud Dedicated untuk memperkuat kedaulatan digital berbagai organisasi. Langkah strategis ini menyediakan platform hybrid cloud yang andal guna mendukung kemandirian operasional serta kepatuhan ketat terhadap regulasi di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Kolaborasi jangka panjang antara Red Hat dan Google ini menghadirkan infrastruktur yang terisolasi dan tertutup. Layanan tersebut menjadi solusi krusial bagi sektor-sektor dengan pengawasan regulasi ketat, seperti jasa keuangan, kesehatan, dan instansi publik, demi memenuhi mandat kedaulatan digital nasional maupun regional.
Saat ini, kedaulatan digital menjadi pembeda strategis bagi para pemimpin IT yang membutuhkan panduan jelas untuk menyeimbangkan inovasi AI dengan mitigasi risiko. Laporan IDC Market Perspective mencatat hampir 90% organisasi global menginginkan kontrol lebih besar saat menerapkan AI dalam skala besar, dengan mayoritas memilih model terbuka daripada sistem tertutup (proprietary).
Kontrol Penuh Tumpukan Teknologi dan Akselerasi AI
Integrasi Red Hat OpenShift yang di dukung Red Hat Enterprise Linux ke dalam Google Cloud Dedicated memberikan kendali penuh kepada organisasi atas tumpukan teknologi mereka. Platform ini menawarkan kontrol infrastruktur berdaulat yang membantu perusahaan memenuhi ketentuan regulasi lokal seperti GDPR melalui lingkungan yang terdedikasi.
Dukungan GPU yang terintegrasi dalam platform ini turut mempercepat adopsi AI. Keunggulan tersebut memungkinkan pelanggan mengelola beban kerja AI tingkat lanjut dengan tetap mematuhi kebijakan keamanan organisasi secara ketat.
Red Hat juga memanfaatkan keahlian regional melalui kolaborasi dengan penyedia layanan cloud lokal untuk membantu organisasi mengatasi tantangan keamanan internasional yang kompleks. Melalui konsistensi hybrid cloud, OpenShift menyediakan jembatan kuat untuk memodernisasi beban kerja tradisional, baik di lingkungan on-premise maupun managed cloud.
Kedaulatan Digital sebagai Fleksibilitas Strategis
Vice President and General Manager Hybrid Cloud Platforms Red Hat, Mike Barrett, menegaskan bahwa kedaulatan digital bukan sekadar masalah lokasi penyimpanan data. Menurutnya, kedaulatan digital berfokus pada cara organisasi mempertahankan kontrol operasional dan fleksibilitas strategis mereka.
Vice President and General Manager Cloud AI Infra Google Cloud, Jai Haridas, menyatakan komitmen serupa untuk membantu industri yang di awasi ketat. Google Cloud siap membantu perusahaan mempercepat inisiatif AI mereka di atas fondasi yang aman.
Dukungan Red Hat OpenShift untuk Google Cloud Dedicated ini di jadwalkan meluncur dan tersedia secara umum pada semester kedua tahun 2026. (Wd/*)









