Purbaya Yudhi Usulkan Anggaran Kemenkeu 2027 Senilai Rp49,80 Triliun

Kabarinaja.id

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: stekom)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: stekom)

Kabarinaja.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengajukan usulan pagu indikatif Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp49,80 triliun. Angka tersebut berstatus sama dengan pagu tahun berjalan setelah melewati proses efisiensi.

Purbaya menjelaskan bahwa total usulan ini sudah mencakup alokasi pendanaan untuk 7 Badan Layanan Umum (BLU) di bawah naungan Kemenkeu. Jika mengesampingkan anggaran BLU tersebut, maka pagu indikatif murni Kemenkeu pada 2027 tercatat sebesar Rp39,42 triliun.

“Kami mengusulkan pagu indikatif Kementerian Keuangan Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp 49,80 triliun,” ujar Purbaya saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (15/6/2026).

Rincian Fungsi dan Fokus Program Kerja

Secara umum, usulan anggaran Kemenkeu 2027 terbagi ke dalam tiga fungsi utama. Fungsi pelayanan umum mendapatkan porsi terbesar senilai Rp45,52 triliun, di susul fungsi pendidikan sebesar Rp3,99 triliun, dan fungsi ekonomi sebanyak Rp284,71 miliar.

Kemenkeu mengarahkan dana tersebut untuk membiayai lima program kerja strategis yang selaras dengan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN). Berikut adalah rincian kelima program tersebut:

Baca Juga :  Kemnaker Buka Lowongan Magang di Jepang, Cek Syaratnya di Sini!

1. Kebijakan Fiskal, Sektor Keuangan, dan Ekonomi

Program ini membutuhkan anggaran sebesar Rp36,33 miliar yang melibatkan enam unit eselon I. Unit-unit tersebut meliputi DJSEF, DJSPSK, DJBC, DJPK, DJPPR, serta DJA.

Rencana kerjanya mencakup pendanaan akses pendidikan dasar melalui 514 Sekolah Rakyat dan perumusan strategi kebijakan fiskal jangka menengah yang berkelanjutan. Kemenkeu juga akan menyusun rekomendasi kebijakan ekspor sektor strategis serta merancang grand design ekosistem profesi penunjang sektor keuangan.

2. Pengelolaan Penerimaan Negara

Kemenkeu mengalokasikan anggaran Rp1,62 triliun untuk program pengelolaan penerimaan negara. Dana ini akan di gunakan oleh DJP, DJBC, DJA, dan LNSW.

Beberapa agenda pentingnya meliputi pelaksanaan sinergi patroli laut terkoordinasi guna memberantas penyelundupan, serta kerja sama joint task force on illegal goods untuk menggagalkan peredaran gelap narkoba. Kegiatan lainnya berfokus pada rekomendasi proses bisnis logistik ekspor-impor dan promosi ekspor pelaku UMKM.

3. Pengelolaan Belanja Negara

DJA dan DJPK akan mengampu program pengelolaan belanja negara dengan kebutuhan dana Rp14,12 miliar. Implementasi anggaran ini menyasar empat agenda utama.

Baca Juga :  Panduan Keamanan & Akses FF Beta 2026: Hindari APK Palsu dan Amankan Akun Anda

Agenda tersebut meliputi bimbingan teknis (bimtek) untuk BUMDes dan 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kemenkeu juga memfokuskan dana ini untuk sinkronisasi penganggaran pusat-daerah, penguatan potensi pajak dan retribusi daerah, hingga peningkatan kapasitas pengelolaan keuangan daerah.

4. Pengelolaan Perbendaharaan, Kekayaan Negara, dan Risiko

Program keempat ini memerlukan pagu anggaran sebesar Rp194,68 miliar untuk tiga unit eselon I, yaitu DJPb, DJKN, dan DJPPR.

Rencana kerja yang akan berjalan mencakup perumusan kebijakan pengelolaan kekayaan negara serta penjaminan pemerintah pada sektor ketenagalistrikan energi terbarukan (renewable energy). Dana ini juga mengalir untuk penjaminan cadangan pangan nasional dan fasilitasi pemberdayaan UMKM demi mendorong inklusi keuangan.

5. Dukungan Manajemen

Program dukungan manajemen memakan porsi anggaran terbesar dengan nilai mencapai Rp47,93 triliun. Pelaksanaan program ini melibatkan seluruh unit eselon I di lingkungan Kemenkeu.

Alokasi raksasa ini bakal menyokong pendanaan penyaluran selisih harga biodiesel 50 (B50) dan pengembangan sistem SINSW. Purbaya juga mengarahkan dana ini untuk memfasilitasi pembiayaan usaha mikro (UMi) serta pengelolaan sekaligus penyaluran beasiswa LPDP. (Ed/*)

Berita Terkait

BMKG Prediksi Hujan Guyur Sejumlah Kota Besar Hari Ini, Palembang Berpotensi Disertai Petir
Kemnaker Buka Lowongan Magang di Jepang, Cek Syaratnya di Sini!
7 Provinsi Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Juni 2026
9 Jenis Kendaraan Ini Dapat Tarif Pajak Murah di Jakarta
Rio Panda Pertama Lahir di Indonesia Tumbuh Sehat
Kemenag Rilis Beasiswa INSIGHT untuk Mahasiswa Asing
Kemenag Buka Seleksi Terbuka Eselon II, Cek Syaratnya
Rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat 2026 Dibuka, Simak Formasi dan Syarat Lengkapnya
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:41 WIB

BMKG Prediksi Hujan Guyur Sejumlah Kota Besar Hari Ini, Palembang Berpotensi Disertai Petir

Senin, 15 Juni 2026 - 11:03 WIB

Purbaya Yudhi Usulkan Anggaran Kemenkeu 2027 Senilai Rp49,80 Triliun

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:32 WIB

Kemnaker Buka Lowongan Magang di Jepang, Cek Syaratnya di Sini!

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:32 WIB

7 Provinsi Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Juni 2026

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:07 WIB

9 Jenis Kendaraan Ini Dapat Tarif Pajak Murah di Jakarta

Berita Terbaru

2000+ Nama Squad ML Keren dan Artinya untuk Tim Esports

Game

2000+ Nama Squad ML Keren dan Artinya untuk Tim Esports

Kamis, 18 Jun 2026 - 12:04 WIB

Kode Redeem Grow a Garden 2 Roblox Terbaru Juni 2026 (Foto: gamebrott)

Game

Kode Redeem Grow a Garden 2 Roblox Terbaru Juni 2026

Kamis, 18 Jun 2026 - 10:03 WIB