Kabarinaja.id – Kung Fu Soccer langsung mencuri perhatian sejak resmi tayang di bioskop China pada Sabtu, 11 Juli 2026. Film terbaru garapan Stephen Chow itu sukses mengumpulkan pendapatan sekitar RMB500,3 juta atau setara Rp1,3 triliun hanya dalam dua hari penayangan, sekaligus memimpin persaingan box office di negara tersebut.
Capaian tersebut menempatkan film ini sebagai pemimpin pasar dengan kontribusi hampir tiga perempat dari total penjualan tiket bioskop di China selama akhir pekan. Jarak pendapatannya bahkan mencapai sembilan kali lebih besar di bandingkan film yang berada di posisi kedua.
Pembukaan Fantastis Langsung Menguasai Box Office
Data dari Artisan Gateway menunjukkan performa awal Kung Fu Soccer melampaui ekspektasi industri perfilman. Pada hari pertama penayangannya saja, film ini sudah mengantongi RMB260,6 juta atau sekitar Rp693 miliar.
Penayangan perdana dilakukan secara serentak di seluruh China daratan, termasuk jaringan bioskop IMAX yang turut mendukung distribusi film tersebut.
Keberhasilan ini memperkuat posisi Stephen Chow sebagai salah satu sineas yang masih memiliki daya tarik besar di pasar film Asia, meski telah lama tidak tampil sebagai aktor di layar lebar.
Respons Penonton Sangat Positif
Kesuksesan komersial Kung Fu Soccer diikuti sambutan hangat dari penonton. Berdasarkan data platform tiket Maoyan, film ini memperoleh nilai 9,4 dari 10, angka yang menunjukkan tingkat kepuasan penonton sangat tinggi.
Skor tersebut menjadi salah satu indikator kuat bahwa film ini berpotensi mempertahankan performa positif dalam beberapa pekan ke depan.
Sementara itu, Maoyan memperkirakan total pendapatan film dapat mencapai RMB2,5 miliar atau sekitar Rp6,6 triliun. Meski demikian, angka proyeksi tersebut masih dapat berubah mengikuti perkembangan penjualan tiket selama masa penayangan.
Menghidupkan Kembali Semangat Shaolin Soccer dengan Konsep Baru
Stephen Chow menghadirkan nuansa yang berbeda dibandingkan film legendaris Shaolin Soccer. Kali ini, kisah berpusat pada sebuah tim sepak bola wanita yang berusaha bangkit untuk merebut gelar juara melalui perpaduan olahraga dan seni bela diri khas kung fu.
Kapten tim diperankan oleh Zhang Xiaofei, sedangkan Dilraba Dilmurat tampil sebagai striker utama. Karakter pelatih kung fu dipercayakan kepada Lay Zhang, yang menjadi sosok penting dalam perjalanan tim menuju kompetisi tertinggi.
Perpaduan aksi olahraga, komedi, dan sentuhan fantasi tetap menjadi ciri khas yang dipertahankan Stephen Chow dalam film terbarunya ini.
Deretan Bintang Asia Hingga Komedian Hollywood Meramaikan Film
Film ini juga menghadirkan jajaran pemeran pendukung dari berbagai negara. Nama-nama seperti Carina Lau, Takeru Satoh, mantan penjaga gawang tim nasional sepak bola wanita China Zhao Lina, hingga komedian Amerika Jimmy O. Yang ikut tampil sebagai bagian dari proyek tersebut.
Kehadiran para bintang lintas negara dinilai memperluas daya tarik film, terutama untuk pasar internasional yang tengah disiapkan.
Distribusi Global Masih Disiapkan
Walaupun telah sukses besar di China, jadwal penayangan internasional Kung Fu Soccer masih menunggu kepastian.
Perusahaan distribusi Encore Films Singapore diketahui telah memperoleh hak distribusi global di luar China daratan sejak bulan lalu. Hingga kini, tanggal perilisan untuk pasar Amerika Serikat masih belum diumumkan.
Encore juga sedang menjajaki kerja sama distribusi dengan berbagai wilayah agar film ini dapat menjangkau lebih banyak penonton dunia.
Stephen Chow Kembali ke Genre yang Membesarkan Namanya
Film ini menjadi momen spesial bagi Stephen Chow karena menandai kembalinya ia ke genre komedi olahraga setelah lebih dari dua dekade sejak Shaolin Soccer dirilis pada 2001.
Berbeda dengan karya-karya sebelumnya, Chow kali ini hanya berperan sebagai penulis sekaligus sutradara. Ia tidak tampil sebagai aktor setelah memutuskan meninggalkan dunia akting usai membintangi CJ7 pada 2008.
Meski tidak lagi muncul di depan kamera, sentuhan kreatif Stephen Chow tetap menjadi daya tarik utama. Keberhasilan awal Kung Fu Soccer menunjukkan bahwa formula komedi, aksi, dan olahraga yang pernah mengangkat namanya masih mampu memikat penonton serta menghidupkan kembali nostalgia terhadap salah satu film Asia paling berpengaruh di awal tahun 2000-an. (Wd/*)









