Gadget Picu Virtual Autism pada Anak, IDAI Minta Orang Tua Waspada

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 08:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso (Foto: RRI/Eliana Zahra)

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso (Foto: RRI/Eliana Zahra)

Kabarinaja.id – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memperingatkan masyarakat mengenai lonjakan kasus penyakit tidak menular pada anak yang di picu oleh perubahan gaya hidup modern. Selain masalah fisik, IDAI juga menyoroti paparan gawai atau gadget sejak usia dini yang mengancam proses tumbuh kembang anak.

Ketua Umum IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, mengategorikan fenomena ini sebagai new lifestyle diseases atau penyakit akibat gaya hidup baru. Tren kenaikan kasus seperti obesitas, hipertensi, hingga diabetes melitus tipe 2 kini menyerang anak-anak dalam usia yang semakin muda.

Ancaman Penyakit Metabolik dan Gangguan Perkembangan

Piprim menjelaskan bahwa tren peningkatan obesitas dan hipertensi pada anak sudah menjadi perhatian global. Pola hidup yang kurang bergerak serta kebiasaan menatap layar dalam durasi lama mempercepat munculnya gangguan kesehatan metabolik tersebut.

Baca Juga :  Takjil On The Road Sambut HUT ke 11 klinik Pratama Asisi di Ramadhan 1447 Hijriah

“Tetapi ini secara global terjadi tren peningkatan obesitas, peningkatan kasus anak dengan hipertensi. Anak dengan diabetes melitus tipe 2 yang semakin muda,” ujar Piprim saat di temui di Jakarta Selatan, Minggu (14/6/2026).

Di samping ancaman penyakit metabolik, penggunaan gawai yang tidak terkontrol memicu gangguan perkembangan psikologis yang serius. Piprim mengungkapkan bahwa keterlambatan bicara (speech delay) serta virtual autism menjadi dampak nyata yang kerap di temukan pada anak-anak saat ini. Kondisi tersebut muncul karena anak terlalu lama berinteraksi dengan layar gawai sehingga kehilangan stimulasi dua arah yang tepat untuk perkembangannya.

Kelalaian Orang Tua dan Rekomendasi Zero Screen Time

Banyak orang tua saat ini memanfaatkan gawai sebagai alat instan untuk menenangkan anak agar tidak rewel. Pola asuh keliru ini membuat orang tua kerap melewatkan gejala awal gangguan perkembangan pada buah hati mereka.

Baca Juga :  TikTok Perkuat Transparansi Konten AI dan Hapus Akun Palsu

“Orang tua lebih senang anaknya anteng melihat gadget, dia juga asik sendiri scroll media sosial. Kemudian anaknya karena anteng itu dia luput bahwa ternyata anaknya ada gangguan perkembangan yang serius,” kata Piprim memaparkan situasi di lapangan.

Merespons kondisi yang kian mengkhawatirkan, IDAI mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk media massa untuk masif mengedukasi publik mengenai risiko gadget pada anak. Piprim menegaskan bahwa anak berusia di bawah dua tahun sama sekali tidak boleh terpapar layar digital atau wajib menerapkan aturan zero screen time. (Wd/*)

Berita Terkait

Tak Cuma Kurang Minum, Ternyata 3 Makanan Harian Ini Jadi Pemicu Batu Ginjal
Fungsi Ginjal BISA Anjlok 80 Persen Tanpa Gejala, Waspadai Tanda Bahaya Ini!
Teh vs Kopi, Mana Pilihan Terbaik untuk Sarapan?
Manfaat Minum Teh Rutin Bantu Turunkan Risiko Stroke
Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan dan Panduan Konsumsi Aman
Rumah Bebas Nyamuk Tanpa Obat Kimia, Simak Cara Alami yang Jarang Diketahui Ini
Bahaya Kebanyakan Makan Telur Setiap Hari, Taruhannya Jantung dan Ginjal
Tak Cuma Penghilang Dahaga, Ini Khasiat Tersembunyi Semangka yang Jarang Diketahui
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:19 WIB

Tak Cuma Kurang Minum, Ternyata 3 Makanan Harian Ini Jadi Pemicu Batu Ginjal

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:24 WIB

Fungsi Ginjal BISA Anjlok 80 Persen Tanpa Gejala, Waspadai Tanda Bahaya Ini!

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:50 WIB

Teh vs Kopi, Mana Pilihan Terbaik untuk Sarapan?

Senin, 20 Juli 2026 - 13:07 WIB

Manfaat Minum Teh Rutin Bantu Turunkan Risiko Stroke

Senin, 20 Juli 2026 - 10:46 WIB

Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan dan Panduan Konsumsi Aman

Berita Terbaru

SAP Autonomous Enterprise AI Terinspirasi Evolusi GTA (Foto: Medcom/Mamduh)

Teknologi

SAP Autonomous Enterprise AI Terinspirasi Evolusi GTA

Selasa, 4 Agu 2026 - 12:28 WIB