Ericsson Rilis AI in RAN, Solusi Efisiensi Jaringan 5G Indonesia

Kabarinaja.id

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ericsson Rilis AI in RAN, Solusi Efisiensi Jaringan 5G Indonesia (Foto: Ericsson /medcom)

Ericsson Rilis AI in RAN, Solusi Efisiensi Jaringan 5G Indonesia (Foto: Ericsson /medcom)

Kabarinaja.id – Ericsson resmi memperkenalkan AI in RAN, sebuah perangkat lunak kecerdasan buatan kelas telekomunikasi yang terintegrasi langsung ke dalam unit baseband dan radio. Inovasi ini hadir sebagai solusi strategis untuk mendongkrak efisiensi serta kinerja jaringan 5G di Indonesia. Melalui sistem ini, penyedia layanan komunikasi dapat menikmati otomatisasi yang lebih cerdas sekaligus menghemat konsumsi energi tanpa perlu menambah perangkat keras baru.

Teknologi tersebut mengandalkan pemrosesan data berkualitas tinggi dalam volume besar secara real-time. Kehadiran Agentic AI di dalamnya memungkinkan otomatisasi operasional jaringan bekerja pada tingkat yang lebih lanjut dan adaptif. Langkah ini membuka peluang besar bagi operator seluler di tanah air untuk memaksimalkan investasi infrastruktur 5G yang telah berjalan hanya melalui pembaruan berbasis perangkat lunak.

Efisiensi ini menjadi sangat krusial mengingat estimasi kebutuhan investasi untuk pengembangkan 5G di Indonesia diproyeksikan menembus angka USD50 miliar pada tahun 2030. Lonjakan biaya infrastruktur tersebut menjadi tantangan besar yang harus di hadapi oleh para operator lokal saat ini.

Baca Juga :  Xbox Rilis Xbox Series X Transparan Hijau Edisi Ultah ke-25

President Director Ericsson Indonesia, Nora Wahby, menjelaskan bahwa teknologi ini di rancang untuk membantu operator dalam memenuhi lonjakan permintaan data masyarakat. Lebih lanjut, Nora menyebutkan bahwa jaringan yang cerdas dan berkelanjutan ini akan memperkuat fondasi utama dari visi besar Indonesia Digital 2045.

Implementasi AI in RAN turut mendukung target Kementerian Komunikasi dan Digital dalam mengejar cakupan jaringan 5G sebesar 32 persen pada tahun 2030. Berkat pemanfaatan Ericsson Silicon dan cip khusus, pemrosesan data berbasis kecerdasan buatan ini mampu berjalan sangat cepat dalam hitungan mikrodetik. Keunggulan tersebut tetap dibarengi dengan efisiensi daya yang optimal untuk mendukung agenda transformasi digital nasional.

Pemerintah sendiri menargetkan peluncuran layanan 5G yang lebih luas dapat terealisasi sebelum peringatan hari kemerdekaan Indonesia tahun ini. Oleh karena itu, kehadiran efisiensi berbasis perangkat lunak ini menjadi momentum yang tepat bagi industri telekomunikasi dalam negeri.

Baca Juga :  Perjalanan Terakhir Takdir Blade Siap Hadir di Honkai: Star Rail Versi 4.3

Secara global, efektivitas solusi mutakhir ini telah teruji melalui lebih dari 15 uji coba komersial di berbagai negara. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan kecepatan downlink hingga 20 persen serta kenaikan efisiensi spektrum sebesar 10 persen.

Sistem ini juga terbukti mampu menampung jumlah pengguna dengan trafik tinggi hingga dua kali lipat lebih banyak. Tingkat akurasi prediksi cakupan sinyal yang di hasilkan bahkan sukses menyentuh angka 95 persen.

Ericsson menjadwalkan sejumlah fitur utama, seperti AI-native Scheduler, AI-powered Positioning, hingga AI-managed Beamforming, mulai tersedia pada kuartal kedua tahun 2026. Seluruh fitur tersebut berfungsi penuh untuk mengoptimalkan kualitas sinyal secara dinamis di lapangan. (Wd/*)

Berita Terkait

Strava Rilis Fitur Hiking Offline Tanpa Sinyal Internet
IPO SpaceX Berpotensi Jadikan Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia
Game Star Wars Zero Company Rilis 27 Agustus 2026
Red Hat dan Google Cloud Rilis OpenShift Berdaulat Digital
Meta Down Global, Akses IG, FB, dan WA Lumpuh Massal
Tencent Cloud Perkenalkan WorkBuddy dan Miora di SuperAI 2026 Jakarta
Cara Mendapatkan Centang Biru Facebook, Bisa Berbayar atau Gratis
XLSmart Luncurkan Esta Ecosystem, Pacu AI dan 5G Korporasi
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:09 WIB

Strava Rilis Fitur Hiking Offline Tanpa Sinyal Internet

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:07 WIB

IPO SpaceX Berpotensi Jadikan Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:19 WIB

Ericsson Rilis AI in RAN, Solusi Efisiensi Jaringan 5G Indonesia

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:05 WIB

Red Hat dan Google Cloud Rilis OpenShift Berdaulat Digital

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:04 WIB

Meta Down Global, Akses IG, FB, dan WA Lumpuh Massal

Berita Terbaru

Strava Rilis Fitur Hiking Offline Tanpa Sinyal Internet (Foto: Yahoo Tech/medcom)

Teknologi

Strava Rilis Fitur Hiking Offline Tanpa Sinyal Internet

Sabtu, 13 Jun 2026 - 20:09 WIB

Kemenag Buka Seleksi Terbuka Eselon II, Cek Syaratnya (Foto: Kemenag/medcom)

Nasional

Kemenag Buka Seleksi Terbuka Eselon II, Cek Syaratnya

Sabtu, 13 Jun 2026 - 16:32 WIB