Ancaman Deepfake di Eropa Meningkat, Resiko Penipuan Digital Kian Sulit Dibendung

- Jurnalis

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabarinaja.idTeknologi deepfake berbasis kecerdasan buatan (AI) kini berkembang semakin canggih dan mulai memicu kekhawatiran besar di berbagai negara Eropa. Konten palsu berupa video, suara, hingga foto yang di buat menyerupai orang asli di nilai makin sulit di bedakan dari rekaman nyata.

Kondisi ini membuat risiko penipuan digital, manipulasi informasi, hingga pelanggaran privasi meningkat tajam. Sejumlah lembaga riset di Eropa bahkan menilai deepfake telah menjadi ancaman serius bagi stabilitas informasi publik di era digital.

Penyebaran Deepfake Meningkat Tajam di Eropa

Laporan pemantauan terbaru menunjukkan lonjakan penggunaan konten manipulatif berbasis AI sepanjang tahun ini. Dari lebih 2.000 kasus pengecekan fakta yang tercatat di Eropa, hampir sepertiganya berkaitan dengan konten hasil rekayasa kecerdasan buatan.

Survei yang di lakukan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) di 21 negara juga memperlihatkan kemampuan masyarakat dalam membedakan informasi benar masih cukup rendah. Rata-rata responden hanya mampu mengenali fakta akurat sekitar 60 persen dari keseluruhan informasi yang di uji.

Berbeda dengan hoaks biasa yang masih dapat diverifikasi melalui sumber atau konteks berita, deepfake bekerja dengan cara menipu indra manusia secara langsung. Visual dan suara yang di hasilkan AI kini tampil semakin realistis sehingga publik lebih mudah terkecoh.

Kelompok riset Info-Tech menyebut deepfake sebagai bentuk baru serangan siber modern. Jika sebelumnya serangan digital fokus membobol sistem keamanan komputer, deepfake justru menyerang persepsi manusia.

Baca Juga :  28 Aplikasi Sadap WhatsApp Palsu di Android Sudan Diunduh Jutaan Kali

Risiko yang di timbulkan pun tidak kecil. Para ahli memperingatkan ancaman pencurian data, penipuan keuangan, manipulasi politik, hingga rusaknya reputasi individu maupun perusahaan kini semakin sulit di kendalikan.

Deepfake Seksual Jadi Ancaman Serius

Penyalahgunaan deepfake tidak hanya menyasar sektor informasi dan keamanan digital. Teknologi ini juga banyak di pakai untuk membuat konten pornografi palsu tanpa persetujuan korban.

Data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan sekitar 98 persen video deepfake yang beredar di internet mengandung unsur pornografi dan mayoritas menargetkan perempuan.

Sementara itu, UNICEF melaporkan sedikitnya 1,2 juta anak muda menjadi korban gambar seksual palsu berbasis AI dalam setahun terakhir. Kasus ini memunculkan kekhawatiran baru terkait keamanan anak dan remaja di media sosial.

Fenomena “deepnude” atau gambar telanjang palsu kini mulai marak di sejumlah platform seperti Instagram, Snapchat, hingga X. Penelitian di Eropa menunjukkan hampir seperempat responden pernah melihat konten serupa di internet.

Situasi makin memprihatinkan setelah lebih dari 60 persen pengguna alat deepfake mengaku pernah mencoba membuat konten palsu semacam itu. Para peneliti menilai tren tersebut memperlihatkan mulai normalnya perilaku berbahaya di ruang digital.

Di Belgia, sekitar 13 persen remaja dilaporkan pernah menerima konten deepnude. Penelitian Vrije University Brussel (VUB) menemukan distribusi deepfake seksual di lakukan secara terbuka melalui grup media sosial dan aplikasi pesan instan.

Baca Juga :  Bantu Anak Menghafal Al-Qur'an, Mahasiswa Unram Sabet Penghargaan Apple Swift Student Challenge 2026

Korban deepfake pun kini tidak lagi terbatas pada masyarakat biasa. Sejumlah pejabat Eropa hingga anggota keluarga kerajaan Belgia di laporkan pernah menjadi sasaran manipulasi gambar berbasis AI tanpa izin.

Uni Eropa Perketat Regulasi AI

Meningkatnya ancaman deepfake membuat Uni Eropa mulai mengambil langkah hukum lebih tegas. Melalui regulasi AI Act, Uni Eropa mewajibkan transparansi dan pelabelan terhadap konten yang di buat menggunakan kecerdasan buatan.

Aturan tersebut juga melarang penggunaan AI untuk membuat konten seksual tanpa persetujuan maupun eksploitasi gambar anak-anak.

Di sisi lain, Digital Services Act (DSA) memberi tekanan lebih besar kepada platform digital agar bertanggung jawab terhadap penyebaran konten palsu. Perusahaan teknologi dapat di kenai sanksi hingga 6 persen dari pendapatan global apabila melanggar aturan.

Meski regulasi mulai di perketat, banyak pakar menilai perkembangan teknologi AI bergerak jauh lebih cepat di banding kemampuan hukum untuk mengimbanginya. Deepfake bisa menyebar luas hanya dalam hitungan jam sebelum proses penanganan dilakukan.

Karena itu, sejumlah ahli mendorong negara-negara Eropa untuk memperkuat sistem pengawasan digital, mempercepat pengembangan alat pendeteksi deepfake, serta meningkatkan literasi digital masyarakat.

Di tengah derasnya arus informasi digital, publik kini di tuntut lebih kritis terhadap setiap konten yang beredar di internet. Era AI membuat sesuatu yang tampak nyata belum tentu benar-benar terjadi.(Tim)

Berita Terkait

Spotify Running Mode Bikin Musik Lari Lebih Personal
Teknologi CGI Mengubah Film Modern, Begini Cara Efek Visual Dibuat
Tren Global 2026 Berubah Drastis, AI Otonom hingga Gaya Hidup Autentik Makin Dominan
SAP Autonomous Enterprise AI Terinspirasi Evolusi GTA
AI Dimanfaatkan Peretas, Strategi Serangan Siber Berubah Drastis
Internet Tercepat dan Terlambat di Dunia, Ini Daftar Negaranya
Tak Perlu Mulai dari Nol, Begini Cara Memindahkan Memori ChatGPT ke Claude
Privasi AI Terancam, Chat Claude Sempat Muncul di Google
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:14 WIB

Spotify Running Mode Bikin Musik Lari Lebih Personal

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:19 WIB

Teknologi CGI Mengubah Film Modern, Begini Cara Efek Visual Dibuat

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:01 WIB

Tren Global 2026 Berubah Drastis, AI Otonom hingga Gaya Hidup Autentik Makin Dominan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:28 WIB

SAP Autonomous Enterprise AI Terinspirasi Evolusi GTA

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:05 WIB

AI Dimanfaatkan Peretas, Strategi Serangan Siber Berubah Drastis

Berita Terbaru

Spotify Running Mode Bikin Musik Lari Lebih Personal (Foto: medcom/Ai)

Teknologi

Spotify Running Mode Bikin Musik Lari Lebih Personal

Sabtu, 8 Agu 2026 - 18:14 WIB

GTA VI Extended Look Tayang Perdana di Netflix (Foto: medcom/Ai)

Game

GTA VI Extended Look Tayang Perdana di Netflix

Sabtu, 8 Agu 2026 - 16:05 WIB

Untuk Para Pemuda, Single Baru Orkez Bang Madun

Showbiz

Untuk Para Pemuda, Single Baru Orkez Bang Madun

Jumat, 7 Agu 2026 - 21:21 WIB