Kabarinaja.id – Permodalan bukan lagi satu-satunya penghalang bagi pelaku usaha kecil. Di tengah persaingan pasar yang kian dinamis, kemampuan mengolah informasi menjadi penentu keberlanjutan bisnis. Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Jakarta Pusat kini membidik peningkatan kapasitas tersebut agar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mampu berkompetisi di level yang lebih tinggi.
Ketua Umum BPC HIPMI Jakarta Pusat, Teguh Agung Hartanto, menegaskan bahwa kompleksitas pasar saat ini menuntut pengusaha untuk lebih jeli. Fokus utama kini bergeser pada ketajaman membaca data. Tanpa kemampuan menangkap peluang dari angka-angka pasar, UMKM akan sulit berkembang meskipun memiliki modal besar.
Sektor ini adalah tulang punggung ekonomi. Merujuk data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024, Indonesia memiliki 64,2 juta unit UMKM. Kontribusinya sangat masif, yakni mencapai 61,07% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Urgensi penguatan literasi inilah yang melahirkan inisiatif “Scale Up Jakpus: Baca Data, Buka Peluang, Tingkatkan Omzet UMKM JakPus”.
Program tersebut di rancang untuk membangun ekosistem yang menghubungkan pengusaha dengan akses pasar dan investasi nyata. HIPMI ingin memastikan ada kolaborasi antarwilayah yang mampu mendongkrak daya saing produk lokal Jakarta Pusat.
Langkah Konkret dan Sinergi Investasi
Setiap sesi dalam agenda Scale Up Jakpus dirancang agar berdampak langsung secara praktis. M. Akhyar Ridho Lubis, Ketua Organizing Committee sekaligus Wakil Sekretaris Umum Bidang XII Investasi BPC HIPMI Jakarta Pusat, menjelaskan bahwa peserta akan dibekali wawasan mulai dari analisis data ekonomi hingga strategi menembus akses perbankan. Tujuannya jelas: pengusaha harus pulang dengan langkah nyata, bukan sekadar teori.
Arah kebijakan pemerintah juga mulai menyasar inklusivitas investasi. Sona Maesana Mushonnif, Staf Khusus Kementerian Investasi/BKPM, menyatakan bahwa UMKM harus di posisikan sebagai mitra strategis, bukan sekadar penonton dalam rantai nilai investasi nasional. Sinergi antara program organisasi pengusaha dan kebijakan pemerintah di harapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi mulai dari level mikro.
Bagi Anda pelaku usaha, saatnya mulai mencatat dan menganalisis setiap transaksi serta tren pelanggan. Data tersebut adalah kunci untuk menarik calon investor. Pastikan usaha Anda tidak hanya berjalan berdasarkan insting, tetapi di dorong oleh informasi yang akurat untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan. (Wd/*)







