Kabarinaja.id – Perjalanan menuju Kualifikasi Piala Dunia 2030 mulai terlihat setelah sejumlah konfederasi menetapkan rencana kompetisinya.
Meski putaran final baru berlangsung pada 2030, beberapa negara harus memulai perjuangan sejak beberapa tahun sebelumnya. Jadwal tersebut tidak seragam karena setiap konfederasi memiliki sistem kualifikasi masing-masing.
Untuk kawasan Asia, termasuk Timnas Indonesia, AFC belum menetapkan kalender lengkap kualifikasi secara resmi. Kondisi itu membuat jadwal pertandingan Indonesia belum dapat dipastikan.
Concacaf Sudah Menetapkan Jadwal
Kawasan Amerika Utara, Tengah, dan Karibia menjadi salah satu konfederasi yang telah mengumumkan tahapan menuju Piala Dunia 2030.
Concacaf akan membuka babak kualifikasi pada September 2027. Tahap awal tersebut melibatkan 22 negara yang berada pada peringkat FIFA 14 sampai 35 di kawasan tersebut.
Sebanyak 11 pertandingan dua leg akan dimainkan dalam fase pertama. Hasil pertandingan tersebut menentukan 11 tim yang berhak melanjutkan perjalanan ke putaran berikutnya.
Putaran Kedua Berlangsung hingga 2028
Fase kedua akan mempertemukan 24 tim. Kompetisi dijadwalkan berjalan mulai paruh kedua jendela FIFA September-Oktober 2027.
Pertandingan kemudian berlanjut pada November 2027 dan Maret 2028. Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa persiapan menuju Piala Dunia dimulai jauh sebelum turnamen utama.
Kalender Concacaf sekaligus menjadi gambaran bahwa kualifikasi 2030 tidak akan berlangsung dalam waktu singkat.
Indonesia Masih Menunggu Keputusan AFC
Situasinya berbeda bagi Timnas Indonesia karena jalur kualifikasi berada di bawah AFC.
Hingga kini, AFC belum mengumumkan jadwal lengkap Kualifikasi Piala Dunia 2030 zona Asia. Karena itu, belum ada dasar resmi untuk menetapkan bulan tertentu sebagai awal perjuangan Indonesia.
AFC juga tengah menyiapkan perkembangan sistem kompetisi tim nasional. Salah satu rencana yang menjadi perhatian adalah AFC Nations League yang ditargetkan mulai pada 2030.
Kompetisi tersebut berpotensi berkaitan dengan sistem kualifikasi Piala Dunia berikutnya. Namun, keterkaitan akhirnya masih menunggu keputusan resmi dari AFC.
Delapan Tiket Langsung untuk Asia
Dalam skema Piala Dunia 2030 yang saat ini menjadi dasar, AFC memperoleh delapan tiket langsung ke putaran final.
Asia juga memiliki satu kesempatan tambahan melalui playoff antarkonfederasi. Jumlah tersebut masih dapat berubah apabila FIFA menyetujui rencana perluasan peserta menjadi 64 negara.
Perubahan jumlah peserta tentu dapat memengaruhi sistem kualifikasi. Karena itu, format resmi AFC menjadi informasi penting sebelum perjalanan setiap negara dapat dipetakan.
Bagi Indonesia, keputusan tersebut akan menentukan jumlah putaran, mekanisme drawing, hingga kalender pertandingan yang harus dijalani.
Piala Dunia 2030 Digelar di Enam Negara
Putaran final Piala Dunia 2030 akan digelar di Maroko, Portugal, dan Spanyol sebagai tuan rumah utama.
FIFA juga menyiapkan pertandingan khusus di Uruguay, Argentina, dan Paraguay. Agenda tersebut menjadi bagian dari perayaan 100 tahun penyelenggaraan Piala Dunia.
Pertandingan perayaan di Amerika Selatan dijadwalkan berlangsung pada 8 dan 9 Juni 2030. Setelah itu, rangkaian utama turnamen berlanjut di tiga negara tuan rumah Eropa dan Afrika.
Pertandingan utama dijadwalkan mulai sekitar 13-14 Juni dan berlangsung hingga Juli 2030.
Jadwal Indonesia Belum Bisa Dipastikan
Dengan kondisi kalender AFC yang belum final, belum tepat menetapkan tanggal awal Kualifikasi Piala Dunia 2030 untuk Timnas Indonesia.
Indonesia masih harus menunggu keputusan AFC mengenai format kompetisi dan pembagian tahapan kualifikasi. Setelah kalender resmi diterbitkan, jalur Garuda menuju putaran final baru dapat diketahui secara lebih jelas.
Yang sudah terlihat saat ini, persaingan menuju Piala Dunia 2030 mulai bergerak sejak 2027. Bagi Indonesia, perkembangan berikutnya sangat bergantung pada keputusan resmi AFC. (Wd/*)










