Kabarinaja.id – Betty Bromage mencatat sejarah baru setelah melakukan wing walking pada usia 97 tahun. Aksi tersebut menjadikannya perempuan tertua yang menjalankan aktivitas berdiri di atas sayap pesawat saat terbang.
Namun, penerbangan Betty kali ini tidak sekadar mengejar rekor. Ia sekaligus mengumpulkan dana untuk Unit Stroke Cheltenham General Hospital, Inggris, tempat dirinya pernah mendapat perawatan.
Rekor Beriringan dengan Misi Kemanusiaan
Menurut Guinness World Records, Betty menjalani wing walking untuk keenam kalinya. Ia pertama kali mencoba aksi tersebut ketika berusia 87 tahun dan sejak itu menjadikannya bagian dari kegiatan amal.
Penerbangan terbaru memiliki arti khusus karena Betty pernah mengalami stroke parah pada Agustus 2025. Pengalaman tersebut membuatnya memilih unit stroke sebagai penerima manfaat kampanye donasinya.
Betty sebelumnya dikenal rutin menghubungkan setiap penerbangan ekstremnya dengan kegiatan penggalangan dana. Sejumlah badan amal lokal pernah menerima manfaat dari aksi yang dilakukannya.
Dana Terkumpul Melebihi Target
Kampanye Betty dijalankan melalui platform JustGiving untuk mendukung Cheltenham & Gloucester Hospitals Charity. Berdasarkan halaman penggalangan dana tersebut, donasi yang terkumpul mencapai £3.910 dari target awal £3.000.
Jumlah itu setara sekitar Rp79,5 juta dan mencapai 130 persen dari target. Sebanyak 132 orang tercatat memberikan sumbangan dalam kampanye tersebut.
Dana yang terkumpul kemudian diarahkan untuk mendukung kebutuhan Unit Stroke Cheltenham General Hospital. Bantuan tersebut mencakup pengadaan peralatan medis dan peningkatan fasilitas perawatan.
Pengalaman Stroke Mengubah Makna Aksinya
Betty merupakan mantan perawat yang memahami pentingnya pelayanan kesehatan dari pengalaman pribadi. Setelah mengalami stroke pada 2025, ia harus menjalani perawatan akibat kondisi yang sempat menyebabkan tulang panggulnya retak dan kemampuan bicaranya terganggu.
Setelah menjalani pemulihan, Betty kembali mampu berjalan dan menjalani aktivitas secara mandiri. Pengalaman itu mendorongnya menggunakan aksi wing walking sebagai bentuk apresiasi kepada tenaga medis yang pernah membantunya.
Ada pula pesan yang pernah Betty temukan di dinding rumah sakit tempatnya bekerja. Pesan tersebut mengingatkan orang untuk berbuat baik selagi memiliki kesempatan.
“Kita melewati dunia ini hanya sekali. Kebaikan apa pun yang bisa kita lakukan, lakukanlah sekarang.”
Pesan tersebut kemudian menjadi bagian dari semangat Betty dalam menjalankan kegiatan amal. Ia memilih menerjemahkannya melalui tindakan nyata dengan menggalang dukungan bagi pasien stroke.
Rumah Sakit Siapkan Dukungan bagi Pasien
Imogen Sims dari Cheltenham and Gloucester Hospitals Charity mengapresiasi keberanian Betty. Menurutnya, staf rumah sakit mengagumi pencapaian perempuan berusia 97 tahun tersebut sekaligus menghargai manfaat yang dibawanya bagi pasien.
Dukungan dari kampanye itu dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan pelayanan stroke. Peralatan medis baru menjadi salah satu bentuk bantuan yang diharapkan mampu menunjang kebutuhan pasien dan tenaga kesehatan.
Dana juga dapat membantu memperbaiki lingkungan bangsal serta ruang rawat inap. Fasilitas penunjang bagi dokter, perawat, dan terapis spesialis stroke turut menjadi bagian dari kebutuhan yang dapat didukung.
Bukan Sekadar Pencapaian Pribadi
Wing walking yang dilakukan Betty menunjukkan bahwa pencapaian personal dapat berjalan bersama kegiatan sosial. Ia tidak berhenti pada pencatatan rekor, tetapi mengarahkan perhatian publik kepada kebutuhan pelayanan pasien stroke.
Aksi tersebut juga memiliki hubungan erat dengan pengalaman hidupnya. Setelah pernah menerima perawatan akibat stroke, Betty memilih membantu tempat yang sebelumnya memberikan dukungan kepadanya.
Pada usia 97 tahun, Betty kembali membuktikan keberaniannya di udara. Kali ini, pencapaian tersebut sekaligus membawa pesan tentang rasa terima kasih dan kepedulian terhadap pasien yang sedang menjalani pemulihan. (Wd/*)










