Nenek 97 Tahun Pecahkan Rekor Wing Walking Demi Pasien Stroke

Betty Bromage kembali melakukan wing walking untuk keenam kalinya, sekaligus menggalang dana bagi unit stroke di rumah sakit yang pernah merawatnya.

- Jurnalis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Nenek 97 Tahun Pecahkan Rekor Wing Walking Demi Pasien Stroke (Foto:  bbc.co.uk)

Nenek 97 Tahun Pecahkan Rekor Wing Walking Demi Pasien Stroke (Foto: bbc.co.uk)

Kabarinaja.id – Betty Bromage mencatat sejarah baru setelah melakukan wing walking pada usia 97 tahun. Aksi tersebut menjadikannya perempuan tertua yang menjalankan aktivitas berdiri di atas sayap pesawat saat terbang.

Namun, penerbangan Betty kali ini tidak sekadar mengejar rekor. Ia sekaligus mengumpulkan dana untuk Unit Stroke Cheltenham General Hospital, Inggris, tempat dirinya pernah mendapat perawatan.

Rekor Beriringan dengan Misi Kemanusiaan

Menurut Guinness World Records, Betty menjalani wing walking untuk keenam kalinya. Ia pertama kali mencoba aksi tersebut ketika berusia 87 tahun dan sejak itu menjadikannya bagian dari kegiatan amal.

Penerbangan terbaru memiliki arti khusus karena Betty pernah mengalami stroke parah pada Agustus 2025. Pengalaman tersebut membuatnya memilih unit stroke sebagai penerima manfaat kampanye donasinya.

Betty sebelumnya dikenal rutin menghubungkan setiap penerbangan ekstremnya dengan kegiatan penggalangan dana. Sejumlah badan amal lokal pernah menerima manfaat dari aksi yang dilakukannya.

Dana Terkumpul Melebihi Target

Kampanye Betty dijalankan melalui platform JustGiving untuk mendukung Cheltenham & Gloucester Hospitals Charity. Berdasarkan halaman penggalangan dana tersebut, donasi yang terkumpul mencapai £3.910 dari target awal £3.000.

Jumlah itu setara sekitar Rp79,5 juta dan mencapai 130 persen dari target. Sebanyak 132 orang tercatat memberikan sumbangan dalam kampanye tersebut.

Baca Juga :  FIFA Batalkan Penjualan Hak Komersial Piala Dunia

Dana yang terkumpul kemudian diarahkan untuk mendukung kebutuhan Unit Stroke Cheltenham General Hospital. Bantuan tersebut mencakup pengadaan peralatan medis dan peningkatan fasilitas perawatan.

Pengalaman Stroke Mengubah Makna Aksinya

Betty merupakan mantan perawat yang memahami pentingnya pelayanan kesehatan dari pengalaman pribadi. Setelah mengalami stroke pada 2025, ia harus menjalani perawatan akibat kondisi yang sempat menyebabkan tulang panggulnya retak dan kemampuan bicaranya terganggu.

Setelah menjalani pemulihan, Betty kembali mampu berjalan dan menjalani aktivitas secara mandiri. Pengalaman itu mendorongnya menggunakan aksi wing walking sebagai bentuk apresiasi kepada tenaga medis yang pernah membantunya.

Ada pula pesan yang pernah Betty temukan di dinding rumah sakit tempatnya bekerja. Pesan tersebut mengingatkan orang untuk berbuat baik selagi memiliki kesempatan.

“Kita melewati dunia ini hanya sekali. Kebaikan apa pun yang bisa kita lakukan, lakukanlah sekarang.”

Pesan tersebut kemudian menjadi bagian dari semangat Betty dalam menjalankan kegiatan amal. Ia memilih menerjemahkannya melalui tindakan nyata dengan menggalang dukungan bagi pasien stroke.

Rumah Sakit Siapkan Dukungan bagi Pasien

Imogen Sims dari Cheltenham and Gloucester Hospitals Charity mengapresiasi keberanian Betty. Menurutnya, staf rumah sakit mengagumi pencapaian perempuan berusia 97 tahun tersebut sekaligus menghargai manfaat yang dibawanya bagi pasien.

Baca Juga :  UEFA Kehilangan Kepercayaan, Gianni Infantino Didesak Tinggalkan Kursi Presiden FIFA

Dukungan dari kampanye itu dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan pelayanan stroke. Peralatan medis baru menjadi salah satu bentuk bantuan yang diharapkan mampu menunjang kebutuhan pasien dan tenaga kesehatan.

Dana juga dapat membantu memperbaiki lingkungan bangsal serta ruang rawat inap. Fasilitas penunjang bagi dokter, perawat, dan terapis spesialis stroke turut menjadi bagian dari kebutuhan yang dapat didukung.

Bukan Sekadar Pencapaian Pribadi

Wing walking yang dilakukan Betty menunjukkan bahwa pencapaian personal dapat berjalan bersama kegiatan sosial. Ia tidak berhenti pada pencatatan rekor, tetapi mengarahkan perhatian publik kepada kebutuhan pelayanan pasien stroke.

Aksi tersebut juga memiliki hubungan erat dengan pengalaman hidupnya. Setelah pernah menerima perawatan akibat stroke, Betty memilih membantu tempat yang sebelumnya memberikan dukungan kepadanya.

Pada usia 97 tahun, Betty kembali membuktikan keberaniannya di udara. Kali ini, pencapaian tersebut sekaligus membawa pesan tentang rasa terima kasih dan kepedulian terhadap pasien yang sedang menjalani pemulihan. (Wd/*)

Berita Terkait

Hari Musik Internasional, Ini Penyanyi R&B Lintas Generasi
Kekayaan Keluarga Rothschild dan Daftar Anggota Terkayanya
Sapi Angus Termahal Australia Laku Rp 7,4 Miliar
Peta Agama Dunia: Kristen Terbesar di 123 Negara
Larangan AI Siswa New York Berlaku Mulai Tahun Ajaran Baru
Moskow Makin Dekat, Kunjungan Wisatawan Indonesia Terus Naik
Rusia Siapkan Rassvet, Jaringan Satelit Pesaing Starlink
Tempat Terlarang di Dunia: 5 Lokasi dengan Akses Ketat
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Hari Musik Internasional, Ini Penyanyi R&B Lintas Generasi

Sabtu, 26 September 2026 - 19:05 WIB

Kekayaan Keluarga Rothschild dan Daftar Anggota Terkayanya

Minggu, 6 September 2026 - 16:09 WIB

Sapi Angus Termahal Australia Laku Rp 7,4 Miliar

Minggu, 6 September 2026 - 11:03 WIB

Peta Agama Dunia: Kristen Terbesar di 123 Negara

Kamis, 3 September 2026 - 14:07 WIB

Larangan AI Siswa New York Berlaku Mulai Tahun Ajaran Baru

Berita Terbaru

Rachel Vennya Buka Suara soal Karhutla Kalimantan (Foto:  Instagram/rachelvennya/medcom)

Showbiz

Rachel Vennya Buka Suara soal Karhutla Kalimantan

Rabu, 14 Okt 2026 - 12:07 WIB

Kombinasi Dinding Polos dan Roster untuk Teras Rumah

Tips & Trik

Kombinasi Dinding Polos dan Roster untuk Teras Rumah

Selasa, 13 Okt 2026 - 09:24 WIB