Review Titan Quest II: Kebangkitan RPG Mitologi Yunani Kuno

Kabarinaja.id

- Jurnalis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 20:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Review Titan Quest II: Kebangkitan RPG Mitologi Yunani Kuno (Foto: medcom)

Review Titan Quest II: Kebangkitan RPG Mitologi Yunani Kuno (Foto: medcom)

Kabarinaja.id Sekuel game Action-RPG yang telah dinanti selama hampir dua dekade, Titan Quest II, akhirnya resmi menyapa para penggemar. Game garapan Grimlore Games bersama penerbit THQ Nordic ini hadir melalui tahap Early Access dengan mengandalkan keunggulan visual dari Unreal Engine 5. Langkah ini menjadi babak baru bagi kelanjutan seri pertamanya yang sempat melegenda sejak rilis pada 2006 silam.

Respons pasar terhadap kehadiran game ini terhitung sangat masif. Terbukti, Titan Quest II berhasil terjual lebih dari 300.000 kopi hanya dalam waktu 72 jam pertama setelah peluncuran. Proyek ambisius studio asal Munich tersebut bahkan sempat bertengger di peringkat kedua dalam daftar game terlaris di platform Steam, dengan mencatatkan angka puncak pemain aktif bersamaan mencapai 27.099 orang.

Menenun Kembali Benang Takdir yang Putus

Sisi narasi dalam sekuel ini menyajikan pendekatan yang jauh lebih personal sekaligus dramatis. Berbeda dengan seri pendahulu yang menempatkan pemain sebagai pahlawan tanpa identitas, kali ini pemain memegang peran sebagai sosok anak terpilih yang tumbuh di bawah bayang-bayang ramalan kuno.

Alur konflik utama berpusat pada perlawanan terhadap Nemesis, sang Dewi Retribusi. Sang dewi dikisahkan bertindak melampaui batas dengan merusak Benang Takdir milik para Moirai demi menghukum dewa-dewa Olimpus lainnya. Petualangan di mulai secara tragis ketika tempat latihan rahasia hancur akibat serangan mendadak Nemesis yang turut merenggut nyawa sang mentor. Kondisi tersebut memaksa pemain untuk melarikan diri, mengumpulkan kekuatan baru, serta mencari sekutu di antara para dewa yang tersisa untuk menyelamatkan tatanan dunia.

Struktur kampanye cerita dikemas dalam beberapa babak linier yang di padukan dengan eksplorasi dunia terbuka secara dinamis. Pengembang membagi aktivitas permainan ke dalam tiga kategori tugas guna menjaga kedalaman cerita. Selain misi utama yang berfokus pada pemenuhan takdir, tersedia pula deretan misi sampingan yang kental dengan unsur mitologi, mulai dari menyelamatkan karakter non-pemain (NPC) hingga menghadapi berbagai bos yang tangguh.

Baca Juga :  Panduan Resmi Akses Free Fire Advance Server, Cara Aman Download FF Beta 2026

Eksplorasi Alami dan Sistem Dual-Mastery

Pemain akan di bawa melintasi bentang alam Yunani Kuno yang kontras dan memanjakan mata, mulai dari pesisir pantai Northern Beaches, dataran tinggi Arkadian Plains, hingga kawasan hutan belantara yang misterius. Kualitas visual tampil memikat lewat perpaduan warna cerah dan tata cahaya yang dramatis. Kepuasan menjelajah juga terasa lebih organik karena game ini sengaja tidak memunculkan penanda misi otomatis pada peta, sehingga mendorong pemain untuk menemukan rahasia dunia secara alami.

Daya tarik utama dari segi mekanika permainan terletak pada kembalinya sistem Dual-Mastery. Sistem ini memungkinkan pemain memilih satu kemampuan utama di awal permainan, lalu mengombinasikannya dengan kemampuan kedua untuk membentuk kelas karakter hibrida yang unik. Sebagai contoh, perpaduan antara Earth Mastery (manipulasi elemen api dan batu) dengan Forge Mastery yang terinspirasi dari Dewa Hephaestus dapat menciptakan karakter tangguh yang mampu meluncurkan sihir bumi sekaligus mengendalikan robot Automaton di medan laga.

Sistem statistik karakter di topang oleh empat atribut utama yang meliputi Might, Agility, Knowledge, dan Vigor. Atribut ini secara langsung memengaruhi indikator sekunder seperti Fitness, Resolve, dan Cunning yang menjadi syarat mutlak untuk mengenakan jenis baju zirah atau senjata tertentu. Kebebasan penuh di berikan kepada pemain untuk merancang karakter tanpa batasan kaku, seperti menggabungkan kekuatan sihir tinggi dengan daya tahan fisik yang kuat.

Baca Juga :  Toyota Innova Crysta Terbaru Meluncur, Ini Ubahannya

Tantangan Mekanik dan Manajemen Potion Baru

Sebagai game Action-RPG yang mengedepankan aspek peningkatan level, aktivitas perburuan monster atau grinding menjadi elemen yang tidak terpisahkan. Seluruh musuh di dalam dunia permainan akan muncul kembali setiap kali pemain memuat ulang data simpanan. Sistem perolehan item (looting) berjalan tanpa henti dan menjadi jalur utama untuk mendapatkan senjata kelas Epic maupun mengumpulkan mata uang di dalam game.

Kendati demikian, mekanisme pertarungan jarak dekat dirasa masih memiliki sedikit kelemahan karena minimnya efek getaran atau sensasi hantaman yang kuat, bahkan saat menghadapi musuh besar sekalipun. Aspek antarmuka pada menu inventaris juga di nilai kaku dan tidak memperlihatkan perubahan signifikan dari seri pertamanya. Beberapa animasi gerakan karakter pun terkadang masih terasa monoton.

Namun, terdapat inovasi menarik pada sistem pemulihan. Item health dan mana potion kini tidak lagi di hitung per satuan benda, melainkan akan terisi secara otomatis berdasarkan periode atau kondisi tertentu selama pertempuran. Sistem pengisian otomatis ini, di kombinasikan dengan fitur menghindar (dodge) yang memiliki jeda waktu khusus, menuntut pemain untuk merumuskan strategi yang lebih matang saat terkepung oleh kawanan musuh atau ketika berhadapan dengan bos besar.

Secara keseluruhan, Titan Quest II terbukti mampu menjadi suksesor yang kompeten di tengah maraknya dominasi game live-service modern. Grimlore Games berhasil mempertahankan akar klasik yang di cintai para penggemar sembari menyuntikkan inovasi segar lewat eksplorasi yang di rancang secara manual (handcrafted). Nilai tambahnya, jalinan cerita dalam game ini berdiri sendiri tanpa keterikatan langsung dengan seri pertama, sehingga sangat ramah untuk menyambut para pemain baru. (Wd/*)

Berita Terkait

Review LG UltraGear G4: Monitor Gaming IPS 144Hz Murah Terbaik
Meta Rilis Pocket Aplikasi AI Pembuat Mini Game Tanpa Coding
Garena Gelar Pesta 9 Free Fire di UGM Yogyakarta
Kode Redeem FF 3 Juli 2026, Segera Klaim Hadiah Gratis Garena
Kolaborasi PUBG Mobile x Naruto Rilis 9 Juli 2026
Cara Download Minecraft Java Edition 1.21.11 Resmi
Garena Delta Force Rilis Update Season Meltdown dan Kolab Siege
Rilis Onimusha: Way of the Sword Dimajukan 4 September 2026
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 20:54 WIB

Review Titan Quest II: Kebangkitan RPG Mitologi Yunani Kuno

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:05 WIB

Meta Rilis Pocket Aplikasi AI Pembuat Mini Game Tanpa Coding

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:07 WIB

Garena Gelar Pesta 9 Free Fire di UGM Yogyakarta

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:04 WIB

Kode Redeem FF 3 Juli 2026, Segera Klaim Hadiah Gratis Garena

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:06 WIB

Kolaborasi PUBG Mobile x Naruto Rilis 9 Juli 2026

Berita Terbaru

Daftar Pemutihan Pajak Kendaraan Juli 2026 di 6 Daerah (Foto: medcom)

Nasional

Daftar Pemutihan Pajak Kendaraan Juli 2026 di 6 Daerah

Senin, 6 Jul 2026 - 21:01 WIB

Iringan Pusaka Luhah Rio Jayo Sungai Penuh Usai Penobatan Pemangku Adat dalam Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh

Daerah

Kenduri Sko Berakhir, Ini Pesan Ninik Mamak Rio Jayo

Senin, 6 Jul 2026 - 15:56 WIB

Waspada Risiko DBD Saat El Nino Godzilla Melanda Indonesia (Foto: Ai)

Nasional

Waspada Risiko DBD Saat El Nino Godzilla Melanda Indonesia

Senin, 6 Jul 2026 - 13:07 WIB

Toy Story 5 Angkat Isu Gadget, Cocok Jadi Diskusi Anak (Foto: Vincentius Mario/kumparan)

Showbiz

Toy Story 5 Angkat Isu Gadget, Cocok Jadi Diskusi Anak

Senin, 6 Jul 2026 - 11:34 WIB