Kabarinaja.id – Masyarakat urban kini makin menggandrungi ritual perawatan kulit malam atau night skincare demi mendapatkan penampilan wajah yang prima. Sayangnya, tren merawat estetika luar ini kerap membuat banyak orang mengabaikan satu kebiasaan mendasar yang sangat krusial bagi kesehatan, yaitu menyikat gigi sebelum tidur.
Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan baru sekitar 27,8 persen masyarakat Indonesia yang rutin menyikat gigi sebelum tidur. Padahal, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) menegaskan bahwa langkah sederhana ini memegang peranan vital dalam memelihara ekosistem rongga mulut serta menangkal kerusakan gigi sejak dini.
Saat tubuh terlelap, produksi air liur yang berfungsi sebagai pembersih alami akan menurun drastis. Kondisi kering tersebut memicu bakteri berkembang biak lebih cepat, terutama jika sisa makanan atau zat manis masih menempel pada permukaan gigi hingga membentuk plak berbahaya.
Beban Finansial Akibat Kelalaian Perawatan Gigi
Mengabaikan kebersihan mulut tidak hanya merusak kenyamanan hidup, namun juga berpotensi menguras kantong secara signifikan. Laporan Global Oral Health Status Report dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan biaya pengobatan gigi sebagai beban finansial terbesar ketiga di dunia setelah penyakit diabetes dan kardiovaskular, dengan angka mencapai 100,87 miliar dolar AS.
Fakta tersebut menjadi peringatan kuat bahwa tindakan preventif memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Rutinitas menggosok gigi di malam hari secara konsisten mampu memangkas risiko intervensi medis berat yang memerlukan biaya tidak sedikit.
Perlindungan optimal selama tidur malam sebenarnya dapat di maksimalkan dengan memperhatikan kandungan produk pembersih. Penggunaan senyawa antiseptik seperti domiphen bromide efektif menekan populasi bakteri, sementara sodium carbonate bekerja aktif menstabilkan kadar keasaman (pH) rongga mulut sepanjang malam.
Pergeseran Tren Oral Care Menjadi Bagian Estetika
Country Manager usmile Indonesia & Malaysia, Michelle, mengonfirmasi adanya pergeseran cara pandang masyarakat modern yang kini mulai menyelaraskan perawatan mulut dengan standar kecantikan tubuh. Konsumen masa kini mulai memandang senyuman yang cemerlang dan sehat sebagai aset estetika yang utama.
“Oral care kini menjadi bagian dari beauty and care,” ujar Michelle ketika menjelaskan perubahan perilaku pasar tersebut.
Kesadaran publik untuk mengutamakan pencegahan daripada pengobatan (prevention over treatment) perlahan terus bertumbuh. Pendekatan ini di nilai menjadi strategi paling rasional untuk mempertahankan kebugaran serta kualitas hidup dalam jangka panjang.
Transformasi gaya hidup ini membawa angin segar bagi dunia kesehatan, di mana pemeliharaan gigi tidak lagi sekadar urusan medis yang menakutkan. Integrasi oral care ke dalam skema perawatan harian membuat investasi kesehatan masa depan kini bisa di mulai dari langkah mudah di kamar mandi setiap malam. (Wd/*)









