Kabarinaja.id – Meskipun Tim Nasional Indonesia gagal menembus putaran final Piala Dunia 2026 setelah terhenti di putaran keempat akibat kekalahan dari Arab Saudi dan Irak, nama Indonesia tetap kokoh di panggung sepak bola tertinggi jagat raya. Adidas secara resmi memercayakan produksi bola pertandingan final Piala Dunia 2026, yang di beri nama Adidas Trionda, kepada industri manufaktur di Indonesia.
Kehadiran Trionda menjadi bukti nyata bahwa kualitas produk olahraga asal Indonesia memenuhi standar tertinggi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA). Langkah ini sekaligus melanjutkan tradisi panjang keterlibatan industri lokal dalam turnamen sepak bola empat tahunan tersebut.
Secara teknis, Adidas Trionda mengusung teknologi mutakhir yang mendukung kinerja perangkat pertandingan. Bola ini dibekali sensor khusus yang mampu mengirimkan data secara real-time langsung ke sistem Video Assistant Referee (VAR). Teknologi tersebut membantu wasit memverifikasi situasi krusial di lapangan, seperti penentuan posisi offside serta kontak fisik pemain dengan bola, secara lebih cepat dan akurat.
Melalui situs resminya, Adidas menjelaskan bahwa Trionda menggunakan konstruksi seamless atau tanpa jahitan. Desain modern ini berfungsi menekan penyerapan air seminimal mungkin, sehingga bentuk dan bobot bola tetap stabil sepanjang laga berjalan, meski dalam kondisi cuaca basah.
Produsen juga melengkapi permukaan bola dengan tekstur mikro khusus guna meningkatkan daya cengkeram (grip) dan kontrol sentuhan pemain. Inovasi ini memastikan stabilitas pergerakan bola saat meluncur di udara, memberikan pantulan yang konsisten, serta menghasilkan respons akurat di setiap sepakan.
Keterlibatan industri tanah air dalam merakit properti utama turnamen akbar ini bukan merupakan pengalaman pertama. Sebelum memproduksi Trionda, pabrikan di Indonesia telah sukses memproduksi bola resmi Piala Dunia terdahulu, mulai dari Tricolore untuk Piala Dunia 1998, Brazuca pada Piala Dunia 2014, hingga Al Rihla yang mendominasi lapangan hijau di Piala Dunia 2022 lalu. (Wd/*)









