Bos Anthropic Peringatkan Bahaya AI yang Kian Otonom

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Bos Anthropic Peringatkan Bahaya AI yang Kian Otonom (Foto: Ai)

Ilustrasi. Bos Anthropic Peringatkan Bahaya AI yang Kian Otonom (Foto: Ai)

Kabarinaja.id – Salah satu pendiri Anthropic, Jack Clark, mengingatkan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) saat ini bergerak sangat cepat hingga membutuhkan mekanisme yang memungkinkan laju inovasi di perlambat jika di perlukan. Menurutnya, industri AI saat ini lebih fokus pada percepatan pengembangan teknologi di bandingkan membangun sistem pengendalian yang memadai.

“Anda tentu menginginkan opsi untuk bisa melepaskan kaki dari pedal gas dan menginjak pedal rem. Saat ini industri AI ibaratnya hanya memiliki pedal gas, tanpa pedal rem,” kata Clark seperti di kutip dari BBC melalui detikINET.

Clark menilai masyarakat harus tetap memegang kendali atas teknologi AI melalui kebijakan dan regulasi pemerintah. Ia menegaskan bahwa kemampuan AI akan terus meningkat dan memberi dampak yang semakin luas terhadap berbagai aspek kehidupan.

“Dunia perlu merenungkan hal ini dan pada akhirnya kita harus menyusun sejumlah regulasi baru yang membuat kita merasa yakin dan aman dengan sistem-sistem ini,” ujarnya.

Claude Semakin Banyak Menulis Kodenya Sendiri

Clark mengungkapkan bahwa chatbot AI milik Anthropic, Claude, saat ini telah menggunakan kode yang sekitar 80 persen di tulis oleh sistem itu sendiri. Ia memperkirakan angka tersebut dapat mencapai 100 persen dalam waktu sekitar dua tahun ke depan.

Jika hal itu terjadi, dampaknya di nilai akan sangat besar terhadap industri teknologi maupun cara pengembangan perangkat lunak di masa depan.

Meski menyerukan perlunya “pedal rem” bagi perkembangan AI, Clark belum menjelaskan secara rinci seperti apa bentuk mekanisme tersebut. Ia justru membandingkan situasi saat ini dengan masa awal berkembangnya industri minyak yang kemudian di ikuti pembentukan regulasi untuk menjaga kepentingan publik.

Baca Juga :  Atlus Resmi Umumkan Persona 6, Rilis di Xbox Game Pass

Menurutnya, masyarakat pada akhirnya merespons pertumbuhan industri minyak dengan menciptakan kerangka kebijakan yang memberikan rasa aman sekaligus memungkinkan manfaat teknologi tetap di rasakan secara luas.

“Respons masyarakat kala itu adalah merumuskan kebijakan dan kerangka regulasi masuk akal, memberi masyarakat keyakinan akan minyak beserta manfaat yang bisa di berikan ke dunia. Ini berarti Anda tidak perlu lagi mengkhawatirkan karakter dari orang-orang yang memimpin perusahaan tersebut. Itulah arah yang jelas akan kita tuju saat ini,” sebut Clark.

Anthropic Bersiap Melantai di Bursa

Di tengah kekhawatiran terhadap risiko AI, Anthropic tetap mencatat pertumbuhan yang sangat pesat sejak berdiri lima tahun lalu. Perusahaan tersebut kini di kabarkan tengah mempersiapkan pencatatan saham perdana atau IPO yang berpotensi menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah perusahaan AI.

Valuasi Anthropic di perkirakan mendekati USD 1 triliun. Angka tersebut menjadikannya salah satu perusahaan kecerdasan buatan paling bernilai di dunia.

Menariknya, pekan ini Anthropic juga menyambut baik perintah eksekutif terkait AI yang di terbitkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kebijakan tersebut tidak mewajibkan perusahaan AI menjalani pengujian keamanan oleh pemerintah.

Clark menegaskan bahwa keterbukaan Anthropic dalam membahas perkembangan AI bukan di tujukan untuk membangun citra perusahaan. Ia mengaku ingin masyarakat memahami secara langsung perubahan besar yang sedang terjadi di balik layar industri AI.

Baca Juga :  Lowongan Kerja Repetitif Anjlok 13%, Ini 6 Skill Utama Penyelamat Karir di Era AI

Risiko AI dari Pengawasan hingga PHK

Sejak di di rikan oleh Dario Amodei, Jack Clark, dan sejumlah eksekutif lainnya, Anthropic di kenal cukup vokal mengenai potensi risiko AI. Perusahaan tersebut bahkan pernah berselisih dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat karena kekhawatiran teknologi AI di gunakan untuk pengawasan massal dan sistem persenjataan otonom.

Clark mengaku memiliki kekhawatiran pribadi mengenai dampak jangka panjang perkembangan AI terhadap generasi mendatang.

“Saya khawatir akan nasib anak-anak saya jika kita sebagai masyarakat tidak melakukan pembicaraan serius mengenai makna dari implikasi kemajuan AI yang terus berlanjut. Ada potensi manfaat yang besar. Namun ada pula risiko-risikonya,” ungkapnya.

Salah satu ancaman yang menjadi sorotan adalah potensi gangguan terhadap perekonomian dan pasar tenaga kerja. Sejumlah perusahaan teknologi besar telah melakukan pemutusan hubungan kerja dalam beberapa tahun terakhir, dengan peningkatan kemampuan AI yang mampu mengerjakan tugas-tugas teknis sebagai salah satu alasannya.

Meski demikian, Clark masih melihat peluang besar bagi manusia untuk tetap unggul dalam aspek kreativitas dan penciptaan ide baru. Menurutnya, hingga saat ini belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa sistem AI mampu menghasilkan kreativitas sejati seperti manusia.

“Masih ada pertanyaan yang belum terjawab mengenai apakah sistem AI bisa benar-benar kreatif belum ada bukti nyata untuk itu saat ini,” tambahnya. (Wd/*)

Berita Terkait

31.000 Email Phishing Terungkap, Penipu Manfaatkan Layanan Resmi Microsoft
Harga Spotify Premium Oktober 2026: Ini Perbedaan Tiga Paketnya
Internet Hilang Saat Perjalanan? Google Maps Tetap Bisa Digunakan
Coding dan AI Baru Menjangkau 25 Persen Sekolah, Ini Kendalanya
Kingston Pertahankan 62% Pasar DRAM, AI Jadi Pendorong
Penyalahgunaan AI Meningkat, Pengawasan Perlu Diperketat
WhatsApp Siapkan Tampilan Baru di Android, Navigasi Makin Modern
Cara Bayar Virtual Account Beda Bank dengan Mudah
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:09 WIB

31.000 Email Phishing Terungkap, Penipu Manfaatkan Layanan Resmi Microsoft

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Harga Spotify Premium Oktober 2026: Ini Perbedaan Tiga Paketnya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Internet Hilang Saat Perjalanan? Google Maps Tetap Bisa Digunakan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Coding dan AI Baru Menjangkau 25 Persen Sekolah, Ini Kendalanya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Kingston Pertahankan 62% Pasar DRAM, AI Jadi Pendorong

Berita Terbaru

Dana Operasional SPPG Tersendat, Ini 3 Penyebabnya (Foto:  Pemkab Lumajang/rri)

Nasional

Dana Operasional SPPG Tersendat, Ini 3 Penyebabnya

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:13 WIB

 Angga Sasongko Soroti Insentif Pajak Ekonomi Kreatif (Foto: Medcom/Rafi)

Ekonomi

Angga Sasongko Soroti Insentif Pajak Ekonomi Kreatif

Sabtu, 24 Okt 2026 - 06:19 WIB

5 Tanaman Hias Berwarna Cerah untuk Rumah yang Minim Nyamuk

Kesehatan

5 Tanaman Hias Berwarna Cerah untuk Rumah yang Minim Nyamuk

Jumat, 23 Okt 2026 - 17:04 WIB

BMW Garage of JOY 2026 Tawarkan Diskon hingga 90%  (Foto: medcom)

Otomotif

BMW Garage of JOY 2026 Tawarkan Diskon hingga 90%

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:05 WIB