Kabarinaja.id – Nilai tukar rupiah kembali melemah pada perdagangan Selasa (2/6/2026) pagi. Mata uang Rupiah tertekan terhadap sejumlah mata uang utama Asia, dengan dolar Amerika Serikat (AS) mencatat penguatan paling besar.
Data pasar valuta asing Investing pada pukul 09.10 WIB menunjukkan kurs rupiah turun 0,57 persen ke posisi Rp17.875,3 per dolar AS. Pergerakan tersebut terjadi seiring menguatnya mata uang Negeri Paman Sam di pasar global.
Penguatan dolar juga tercermin dari Indeks Dolar AS (DXY) yang naik tipis 0,02 persen ke level 99,162. Kenaikan indeks tersebut menandakan dolar masih mempertahankan kekuatannya terhadap berbagai mata uang utama dunia.
Rupiah Tertekan oleh Mata Uang Asia
Tekanan terhadap rupiah tidak hanya datang dari dolar AS. Sejumlah mata uang Asia juga menunjukkan penguatan pada perdagangan pagi ini.
Yuan China tercatat naik 0,27 persen ke level Rp2.642,63. Ringgit Malaysia juga menguat 0,26 persen menjadi Rp4.508,49.
Kemudian, dolar Singapura meningkat 0,25 persen ke posisi Rp13.977,05. Yen Jepang turut menguat 0,24 persen ke level Rp111,92, sedangkan baht Thailand naik 0,23 persen menjadi Rp548,61.
Pergerakan tersebut menunjukkan rupiah menghadapi tekanan yang cukup merata dari berbagai mata uang regional di tengah dinamika pasar global.
Harga Emas Dunia Ikut Melemah
Sementara itu, harga emas dunia bergerak turun pada perdagangan yang sama. Emas spot (XAU/USD) tercatat melemah 0,18 persen atau sekitar 8 poin ke level USD4.476,86 per troy ounce.
Penurunan harga emas terjadi ketika pelaku pasar masih menimbang berbagai faktor ekonomi global yang berpotensi memengaruhi arah investasi dan pergerakan aset safe haven.
Pasar Menanti Sentimen Global
Pelaku pasar saat ini masih mencermati sejumlah perkembangan internasional, termasuk prospek kebijakan suku bunga dari bank sentral utama dunia serta kondisi ekonomi global.
Arah kebijakan moneter dan data ekonomi dari berbagai negara diperkirakan akan menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan mata uang, termasuk rupiah, dalam beberapa waktu ke depan. (Wd/*)









