Tren Baru Penambang Bitcoin Beralih ke Bisnis AI

- Jurnalis

Minggu, 21 Juni 2026 - 07:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabarinaja.id – Bitcoin kini ramai-ramai mengalihkan fokus ke bisnis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) guna untuk mengantisipasi tipisnya margin keuntungan di industri kripto. Mereka memanfaatkan infrastruktur pusat data mumpuni serta pasokan listrik melimpah untuk mendukung tingginya kebutuhan komputasi teknologi masa depan tersebut.

Langkah taktis para penambang ini makin terakselerasi setelah Nvidia berencana menerbitkan obligasi jumbo senilai US$ 20 miliar atau setara Rp 356,38 triliun (kurs Rp 17.820 per dolar AS). Perusahaan cip raksasa itu melepas obligasi dalam beberapa tahap untuk mendanai ekspansi masif di sektor AI sekaligus membiayai kembali sebagian utangnya. Sinyal kebutuhan modal berskala raksasa dari Nvidia ini langsung d ibaca sebagai peluang emas oleh industri penambangan kripto.

Sejumlah emiten penambang Bitcoin papan atas global bergerak cepat mengamankan ceruk pasar baru ini. Nama-nama besar seperti HIVE Digital, Hut 8, CleanSpark, dan TeraWulf kini aktif mentransformasikan fasilitas mereka menjadi pusat data berperforma tinggi. Di versifikasi ini menjadi penyelamat pendapatan baru ketika imbal hasil dari menambang aset kripto murni kian kompetitif dan tidak menentu.

Pasar RWA Tokenisasi Cetak Pertumbuhan Kuat

Pergeseran tren industri digital tidak hanya terjadi pada sektor komputasi. Sektor aset dunia nyata atau Real World Assets (RWA) yang di tokenisasi ke dalam sistem blockchain justru menunjukkan performa solid saat pasar kripto umum sedang lesu.

Baca Juga :  DPR Sahkan Revisi UU P2SK, Atur Kripto dan Danantara

Data terbaru dari Token Terminal mencatat total nilai aset keuangan on-chain kini telah menembus angka US$ 43 miliar atau berkisar Rp 766,21 triliun. Nilai valuasi ini melesat hingga 37 persen hanya dalam jangka waktu enam bulan terakhir.

Mayoritas perputaran dana tersebut masih di dominasi oleh produk investasi terstruktur yang memegang porsi hingga 80 persen dari total aset komoditas keuangan on-chain. Meski begitu, instrumen konvensional lain seperti komoditas riil dan saham berbasis token mulai memikat minat para investor global. Proses tokenisasi ini terbukti mampu memotong jalur birokrasi, mendongkrak efisiensi, serta membuka akses transparansi investasi secara global.

Potensi cerah ini turut di amini oleh institusi perbankan global ternama. Standard Chartered memproyeksikan sistem tokenisasi berpeluang menjadi motor penggerak utama ekosistem keuangan terdesentralisasi (Decentralized Finance/DeFi). Lembaga ini memprediksi kapitalisasi pasarnya mampu menyentuh angka US$ 5,5 triliun pada beberapa tahun mendatang.

Baca Juga :  Sinopsis Moana Live Action, Mulai Tayang di Bioskop Hari Ini

Ripple Tancap Gas Ekspansi ke Benua Afrika

Di belahan dunia lain, perusahaan teknologi blockchain Ripple terus memperluas jaringan remitansi internasionalnya. Ripple resmi mengucurkan investasi strategis kepada Flutterwave, raksasa penyedia jasa pembayaran di kawasan Afrika yang memiliki valuasi perusahaan mencapai US$ 3,3 miliar atau mendekati Rp 58,8 triliun.

Melalui kemitraan strategis ini, Ripple akan mengintegrasikan lini produk premium mereka. Rencana integrasi mencakup penggunaan stablecoin RLUSD, layanan Ripple Payments, hingga optimalisasi infrastruktur jaringan XRP Ledger pada sistem Flutterwave yang kini telah beroperasi aktif di 35 negara Afrika.

Langkah korporasi ini mempertegas komitmen Ripple dalam memfasilitasi kebutuhan pengiriman uang lintas negara yang cepat dan berbiaya murah di benua hitam. Sebelum kesepakatan ini berjalan, Ripple telah lebih dulu menggandeng Absa Bank di Afrika Selatan guna menyediakan layanan kustodian atau penyimpanan aset digital bagi kelompok institusi keuangan.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi berada sepenuhnya di tangan pembaca. Lakukan analisis mendalam dan pelajari risiko secara mandiri sebelum melakukan transaksi jual beli aset kripto. Redaksi tidak bertanggung jawab atas keuntungan maupun kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda. Wd/*)

Berita Terkait

Trik Rahasia Seller Shopee Agar Margin Bebas Tergerus Potongan Baru
Mengapa Bisnis Event Organizer Semakin Dilirik? Ini Strategi Sukses Memulainya
Nilai Tukar Ringgit Menguat? Cek Kurs MYR ke IDR Terbaru Sebelum Bertransaksi
Ingin Pinjam Dana Lewat GoPay? Begini Cara Mengajukan dan Syarat Terbarunya
Ingin Limit SPinjam Naik? Ini Cara Meningkatkan Peluangnya
Alasan Netflix Rogoh Rp10,53 Triliun untuk Startup AI Ben Affleck Terungkap
Pemula Wajib Tahu, Begini Cara Aman Memulai Investasi Bitcoin di Tahun 2026
Pemilik O!Save Terungkap, Ini Sosok di Baliknya
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:05 WIB

Trik Rahasia Seller Shopee Agar Margin Bebas Tergerus Potongan Baru

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:07 WIB

Mengapa Bisnis Event Organizer Semakin Dilirik? Ini Strategi Sukses Memulainya

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:07 WIB

Nilai Tukar Ringgit Menguat? Cek Kurs MYR ke IDR Terbaru Sebelum Bertransaksi

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:04 WIB

Ingin Pinjam Dana Lewat GoPay? Begini Cara Mengajukan dan Syarat Terbarunya

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:25 WIB

Ingin Limit SPinjam Naik? Ini Cara Meningkatkan Peluangnya

Berita Terbaru

Spotify Running Mode Bikin Musik Lari Lebih Personal (Foto: medcom/Ai)

Teknologi

Spotify Running Mode Bikin Musik Lari Lebih Personal

Sabtu, 8 Agu 2026 - 18:14 WIB

GTA VI Extended Look Tayang Perdana di Netflix (Foto: medcom/Ai)

Game

GTA VI Extended Look Tayang Perdana di Netflix

Sabtu, 8 Agu 2026 - 16:05 WIB

Untuk Para Pemuda, Single Baru Orkez Bang Madun

Showbiz

Untuk Para Pemuda, Single Baru Orkez Bang Madun

Jumat, 7 Agu 2026 - 21:21 WIB