Harga Steam Deck OLED Naik Drastis, Tembus Rp16 Juta!

Kabarinaja.id

- Jurnalis

Senin, 1 Juni 2026 - 18:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Steam Deck OLED Naik Drastis, Tembus Rp16 Juta! (Foto: pasargames)

Harga Steam Deck OLED Naik Drastis, Tembus Rp16 Juta! (Foto: pasargames)

Kabarinaja.id – Valve resmi menaikkan harga Steam Deck secara signifikan akibat krisis pasokan komponen elektronik yang melanda pasar global. Penyesuaian tarif terbaru ini mendongkrak harga Steam Deck OLED varian 1TB menjadi USD 949 atau setara dengan Rp16,9 juta.

Lonjakan harga yang mencapai hampir 50 persen tersebut mengejutkan banyak pencinta komputer jinjing (handheld gaming PC). Pasalnya, nominal baru ini sudah setara dengan harga laptop gaming kelas menengah yang beredar di pasaran saat ini.

Sebagai perbandingan, Valve sebelumnya memasarkan Steam Deck OLED 1TB dengan harga sekitar USD 649 atau berkisar Rp11 jutaan. Kebijakan ini tidak hanya berdampak pada varian tertinggi, karena versi OLED 512GB juga ikut terkerek naik dari USD 549 (Rp9 jutaan) menjadi USD 789 (Rp13 jutaan).

Baca Juga :  Review Asus TUF Gaming B860-Plus WiFi, Pendamping Intel Core Ultra

Krisis Memori Global Jadi Penyebab Utama

Berdasarkan laporan dari PC Games, Valve terpaksa mengambil keputusan berat ini karena meroketnya biaya komponen memori dan penyimpanan di tingkat global. Kelangkaan pasokan RAM dan SSD yang tengah melanda industri teknologi saat ini memicu pembengkakan biaya produksi perangkat genggam tersebut.

Masalah rantai pasok ini bahkan mengganggu distribusi produk Valve secara langsung sejak awal tahun 2026. Kelangkaan komponen memori sempat menyebabkan ketersediaan stok Steam Deck OLED menjadi sangat terbatas di beberapa wilayah.

Baca Juga :  Apple Rilis Framework AI Baru dan Xcode 27 di WWDC 2026

Badai industri ini ternyata tidak hanya memukul bisnis Valve. Sejumlah raksasa teknologi lain seperti Lenovo, Sony, hingga Nintendo dilaporkan menghadapi tekanan serupa dan mengalami kenaikan biaya produksi akibat krisis komponen elektronik global.

Sejak meluncur perdana pada tahun 2022, Steam Deck berhasil memikat perhatian gamer karena kemampuannya menjalankan ekosistem game PC secara praktis dalam format portabel. Kendati di banderol dengan harga yang jauh lebih mahal sekarang, perangkat ini di prediksi tetap mempertahankan basis penggemar setianya berkat akses penuh ke pustaka Steam, fleksibilitas sistem operasi, serta performanya yang andal. (Wd/*)

Berita Terkait

Game Star Wars Zero Company Rilis 27 Agustus 2026
Red Hat dan Google Cloud Rilis OpenShift Berdaulat Digital
Meta Down Global, Akses IG, FB, dan WA Lumpuh Massal
Tencent Cloud Perkenalkan WorkBuddy dan Miora di SuperAI 2026 Jakarta
Cara Mendapatkan Centang Biru Facebook, Bisa Berbayar atau Gratis
XLSmart Luncurkan Esta Ecosystem, Pacu AI dan 5G Korporasi
Acer Rilis Tablet Iconia Duo dan Kacamata Pintar AI Gemini
Cara Mengubah Susunan Postingan Grid Instagram Terbaru
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:30 WIB

Game Star Wars Zero Company Rilis 27 Agustus 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:05 WIB

Red Hat dan Google Cloud Rilis OpenShift Berdaulat Digital

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:04 WIB

Tencent Cloud Perkenalkan WorkBuddy dan Miora di SuperAI 2026 Jakarta

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:03 WIB

Cara Mendapatkan Centang Biru Facebook, Bisa Berbayar atau Gratis

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:06 WIB

XLSmart Luncurkan Esta Ecosystem, Pacu AI dan 5G Korporasi

Berita Terbaru

Kemenag Buka Seleksi Terbuka Eselon II, Cek Syaratnya (Foto: Kemenag/medcom)

Nasional

Kemenag Buka Seleksi Terbuka Eselon II, Cek Syaratnya

Sabtu, 13 Jun 2026 - 16:32 WIB

Game Star Wars Zero Company Rilis 27 Agustus 2026 (Foto: medcom)

Game

Game Star Wars Zero Company Rilis 27 Agustus 2026

Sabtu, 13 Jun 2026 - 14:30 WIB

Honda ADV160 RoadSync Resmi Meluncur di Malaysia (Foto: oto)

Otomotif

Honda ADV160 RoadSync Resmi Meluncur di Malaysia

Sabtu, 13 Jun 2026 - 12:06 WIB

Red Hat dan Google Cloud Rilis OpenShift Berdaulat Digital (Foto: medcom)

Teknologi

Red Hat dan Google Cloud Rilis OpenShift Berdaulat Digital

Sabtu, 13 Jun 2026 - 10:05 WIB