Kabarinaja.id – Pemerintah Kota Sungai Penuh terus mempercepat pembenahan fasilitas perdagangan tradisional guna mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Setelah mendorong revitalisasi Pasar Beringin, pemerintah daerah kini juga memprioritaskan renovasi Pasar Tanjung Bajure yang di nilai sudah tidak lagi mampu menampung jumlah pedagang secara optimal.
Langkah tersebut di lakukan menyusul meningkatnya aktivitas perdagangan di kawasan pasar yang menjadi salah satu pusat ekonomi masyarakat Kota Sungai Penuh. Kondisi lapak dan area jual beli saat ini di sebut mulai padat sehingga membutuhkan penataan ulang serta pengembangan fasilitas yang lebih representatif.
Pemkot Ajukan Desain ke Kementerian PUPR
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Sungai Penuh, Jumadil, mengatakan pemerintah daerah tengah mempersiapkan pengajuan desain pembangunan pasar kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Kami dalam waktu dekat akan menyampaikan desain perencanaan pembangunan Pasar Tanjung Bajure ke Kementerian PUPR,” ujar Jumadil, Jumat (14/5/2026).
Menurutnya, renovasi pasar di perkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp45 miliar. Pemerintah menargetkan proyek tersebut dapat mulai di realisasikan pada tahun 2027 mendatang apabila dukungan anggaran dari pusat telah tersedia.
Rencana pembangunan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat sektor perdagangan tradisional yang selama ini menjadi penopang utama ekonomi masyarakat kecil dan pelaku UMKM di Kota Sungai Penuh.
Kapasitas Pasar Di nilai Sudah Tidak Memadai
Pasar Tanjung Bajure saat ini menjadi salah satu titik aktivitas ekonomi paling ramai di Kota Sungai Penuh. Namun bertambahnya jumlah pedagang dalam beberapa tahun terakhir membuat kapasitas pasar mulai terbatas.
Kondisi tersebut berdampak pada kenyamanan pedagang maupun pengunjung. Area parkir yang sempit, tata letak lapak yang padat, hingga jalur akses yang kurang tertata menjadi sejumlah persoalan yang di keluhkan masyarakat.
Pemerintah daerah menilai renovasi perlu di lakukan agar aktivitas perdagangan dapat berjalan lebih tertib, aman, dan nyaman. Pengembangan fasilitas pasar juga di harapkan mampu meningkatkan daya tarik masyarakat untuk kembali berbelanja di pasar tradisional di tengah persaingan pusat perbelanjaan modern.
Di sejumlah daerah, revitalisasi pasar tradisional terbukti mampu meningkatkan perputaran ekonomi lokal karena memberikan ruang usaha yang lebih layak bagi pedagang kecil. Hal itu juga menjadi alasan Pemkot Sungai Penuh terus mendorong pembaruan fasilitas pasar secara bertahap.
Di harapkan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal
Jumadil menyebut pembangunan Pasar Tanjung Bajure nantinya tidak hanya fokus pada penambahan kapasitas pedagang, tetapi juga dibarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
“Dengan adanya pembangunan ini, kami berharap ekonomi masyarakat meningkat dan peluang usaha semakin terbuka,” katanya.
Keberadaan pasar tradisional masih memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah karena menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok masyarakat. Aktivitas perdagangan di pasar juga melibatkan banyak pelaku usaha kecil mulai dari pedagang harian, petani, hingga jasa angkutan.
Masyarakat berharap renovasi Pasar Tanjung Bajure maupun Pasar Beringin nantinya benar-benar menghadirkan fasilitas yang lebih modern tanpa menghilangkan fungsi utama pasar tradisional sebagai ruang ekonomi rakyat. Penataan yang baik di yakini akan membuat kawasan pasar lebih nyaman di kunjungi sekaligus meningkatkan pendapatan para pedagang lokal.(Tim)









