Kabarinaja.id – Mobilitas masyarakat di prediksi melonjak tajam menjelang musim liburan sekolah seiring banyaknya keluarga yang merencanakan perjalanan ke berbagai tempat wisata. Memastikan kesiapan kendaraan menjadi faktor krusial demi menjamin keamanan, kenyamanan, serta kelancaran selama perjalanan jauh tersebut.
Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, menegaskan keselamatan wajib menjadi prioritas utama ketika memboyong keluarga berkendara pada masa liburan. Pihaknya mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi armada yang digunakan, terutama sektor ban, sekaligus menerapkan perilaku berkendara yang aman di jalan raya.
Persiapan yang matang, menurut Mukiat melalui keterangan resminya, efektif membantu menciptakan pengalaman berkendara yang lebih menyenangkan sekaligus menekan risiko kecelakaan. Guna membantu masyarakat, produsen ban terkemuka ini membagikan panduan praktis pra-perjalanan dan selama berada di rute road trip.
Langkah Pemeriksaan Kendaraan Sebelum Berangkat
Pengendara wajib melakukan inspeksi menyeluruh pada kendaraan, dengan fokus utama pada komponen roda. Berikut beberapa poin penting yang harus di periksa:
-
Tekanan Angin: Ukur tekanan angin ban utama maupun ban serep sesuai dengan spesifikasi resmi pabrikan. Bagi pengguna kendaraan listrik (EV), ketepatan tekanan angin ini jauh lebih krusial karena bobot mobil listrik cenderung lebih berat.
-
Kedalaman Alur Ban: Pastikan ketebalan tapak ban masih berada di atas batas aman minimal, yaitu 1,6 milimeter.
-
Kondisi Fisik Roda: Cermati permukaan ban secara detail untuk mengantisipasi adanya benjolan, sobekan dinding, atau paku yang menancap.
-
Peralatan Darurat: Pastikan ban cadangan dalam kondisi prima dan perangkat perbaikan ban (tire repair kit) tersedia di dalam bagasi.
-
Pemetaan Rute & Daya: Khusus pengguna kendaraan listrik atau Plug-in Hybrid (PHEV), petakan lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang akan di lalui. Jangan lupa menyimpan nomor telepon darurat, seperti derek tol resmi atau layanan siaga agen pemegang merek (APM).
Mengubah Perilaku Mengemudi Jadi Lebih Aman
Perilaku sopir di balik kemudi memegang kendali besar terhadap tingkat keselamatan serta efisiensi bahan bakar atau daya baterai. Pengemudi mobil listrik dan hibrida disarankan mulai membiasakan diri dengan karakter pengereman regeneratif (regenerative braking).
Menghindari injakan pedal gas secara mendadak atau agresif juga sangat di anjurkan demi menjaga kenyamanan penumpang. Selama menyusuri rute, tingkatkan pula kewaspadaan terhadap keberadaan pesepeda serta pejalan kaki yang melintas.
Strategi Menghalau Microsleep di Jalur Panjang
Kelelahan fisik menjadi pemicu utama kecelakaan lalu lintas saat menempuh rute jarak jauh. Sopir di imbau mematuhi rumus istirahat berkala, yakni berhenti sejenak setiap dua jam sekali atau setelah menempuh jarak sekitar 200 kilometer untuk menjaga fokus.
Apabila rasa kantuk yang hebat mulai menyerang, mengambil waktu untuk tidur singkat (power nap) selama 15 menit menjadi solusi paling manjur. Langkah ini dinilai mampu mengembalikan kesegaran pikiran sebelum melanjutkan kemudi.
Prosedur Penyelamatan Saat Kondisi Darurat
Pengendara di tuntut memahami mitigasi yang benar ketika menghadapi kendala teknis seperti ban bocor atau mogok secara tiba-tiba. Langkah pertama yang harus di ambil adalah menurunkan laju mobil secara perlahan, kemudian mengarahkan kendaraan ke tepian jalan yang aman.
Segera aktifkan lampu hazard dan tempatkan segitiga pengaman di belakang mobil dengan jarak yang ideal. Bagi pemilik mobil listrik, Bridgestone mengingatkan agar selalu memanfaatkan jasa mobil derek gendong (towing). Evakuasi menggunakan mobil derek konvensional sangat dilarang karena berisiko merusak sistem penggerak dan komponen sensitif kendaraan EV. (Wd/*)









