Kabarinaja.id – Game Roblox mulai menerapkan sistem akun khusus anak dan remaja di Indonesia. Kebijakan anyar ini di tujukan bagi pengguna berusia di bawah 16 tahun dengan pengaturan akses game, komunikasi, hingga fitur keamanan yang di sesuaikan berdasarkan kelompok usia.
Indonesia menjadi negara pertama yang di pilih Roblox untuk menjalankan sistem tersebut sebelum di perluas ke sejumlah negara lain seperti Selandia Baru, Australia, dan Belanda dalam beberapa pekan mendatang.
Lewat skema baru ini, Roblox membagi akun menjadi dua kategori utama. Akun Roblox Kids di peruntukkan bagi anak usia 5 sampai 12 tahun, sedangkan Roblox Select ditujukan untuk remaja berusia 13 hingga 15 tahun.
Pengguna nantinya akan masuk secara otomatis ke kategori akun sesuai umur setelah melewati proses verifikasi usia menggunakan teknologi global milik perusahaan.
Sistem Akun Di bedakan Berdasarkan Umur
Chief Safety Officer Roblox, Matt Kaufman, menjelaskan bahwa langkah tersebut di rancang untuk menciptakan ruang bermain digital yang lebih aman bagi anak-anak sejak pertama kali mengakses platform.
Menurut dia, sistem baru ini membantu pengguna muda menemukan game yang lebih sesuai dengan usia mereka. Di sisi lain, orang tua juga mendapat kontrol yang lebih besar terhadap aktivitas anak ketika bermain.
Untuk akun Roblox Kids, akses game di batasi hanya pada kategori konten “Minimal” dan “Mild”. Seluruh fitur komunikasi otomatis di nonaktifkan agar anak tidak bebas berinteraksi dengan pengguna lain.
Tampilan aplikasi pada akun anak juga di buat berbeda dengan latar berwarna biru sebagai penanda khusus.
Sementara itu, akun Roblox Select memberikan akses yang sedikit lebih luas. Remaja usia 13 hingga 15 tahun dapat memainkan game berkategori “Moderate”, namun fitur chat tetap di batasi hanya untuk teman terpercaya dan harus melalui persetujuan orang tua.
Roblox Perkuat Kontrol Orang Tua dan Moderasi Konten
Roblox juga memperluas fitur parental control atau kontrol orang tua di platformnya. Orang tua kini bisa mengatur jenis game yang boleh di mainkan, membatasi komunikasi, menentukan durasi bermain, hingga memantau daftar teman serta aktivitas akun anak secara langsung.
Jika di perlukan, orang tua juga dapat memblokir game tertentu atau memberikan izin khusus untuk konten yang sebelumnya di batasi sistem.
Perusahaan menegaskan bahwa seluruh konten di dalam platform tetap melalui pengawasan ketat. Roblox memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI), pemantauan real-time, dan evaluasi laporan pengguna secara berkala guna mendeteksi potensi pelanggaran aturan.
Kebijakan ini melanjutkan aturan sebelumnya yang mewajibkan verifikasi usia berbasis wajah untuk membuka fitur percakapan di platform sejak akhir 2025 lalu.
Indonesia Jadi Negara Pertama Terapkan Sistem Baru
Penerapan sistem akun berbasis usia di Indonesia disebut sejalan dengan regulasi perlindungan anak di ruang digital yang di terapkan pemerintah, termasuk melalui aturan PP Tunas.
Pada April 2026, pihak Roblox juga sempat bertemu dengan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, di Jakarta untuk membahas penguatan pembatasan akun anak dan remaja.
Roblox turut menyiapkan sistem transisi otomatis berdasarkan usia pengguna. Anak yang telah berusia 13 tahun akan berpindah dari Roblox Kids ke Roblox Select. Setelah mencapai usia 16 tahun, akun akan berubah menjadi akun standar dengan akses yang lebih luas.
Langkah Roblox ini di nilai menjadi bagian dari tren industri teknologi global yang mulai memberi perhatian lebih besar terhadap keamanan anak di internet. Sejumlah platform digital kini berlomba menghadirkan sistem perlindungan usia untuk menekan risiko paparan konten dewasa, perundungan siber, hingga interaksi berbahaya di ruang online.
Di Indonesia sendiri, isu keamanan digital anak semakin menjadi sorotan seiring tingginya jumlah pengguna internet usia muda. Kehadiran fitur pembatasan berbasis umur di anggap dapat membantu orang tua mengawasi aktivitas digital anak tanpa harus sepenuhnya melarang mereka bermain game online.(Tim)









