Kabarinaja.id – Xiaomi berkolaborasi dengan produsen kamera legendaris asal Jerman, Leica, resmi meluncurkan Leitzphone ke pasar global. Ponsel pintar edisi sangat terbatas ini hanya di produksi sebanyak 4.000 unit di seluruh dunia, dengan Indonesia yang hanya mendapatkan jatah kuota resmi sebanyak 200 unit saja.
Mengadopsi basis teknologi milik Xiaomi 17 Ultra, perangkat mewah ini membawa rombakan besar pada sektor eksterior dan interior. Tampilan fisiknya kental dengan DNA kamera premium, mulai dari logo red dot ikonik Leica, panel belakang hitam berpadu bingkai perak, hingga ukiran tulisan ‘Leica Camera Germany’ pada bagian samping ponsel.
Modul kamera belakang dilengkapi cincin putar mekanis yang berfungsi mengubah setelan lensa, eksposur, simulasi bokeh, hingga memilih menu Leica Looks. Pembeli juga mendapatkan paket penjualan khusus berupa pembungkus sasis (case) bertekstur khas bodi kamera, ring adaptor filter lensa ukuran 67mm, serta pegangan (grip) ergonomis yang merangkap sebagai pengisi daya cadangan (powerbank) berkapasitas 2.000 mAh.
Keunikan utama perangkat ini terletak pada bagian dalam sistem. Leica menyuntikkan antarmuka visual khusus, tipografi orisinal, serta dua profil warna legendaris, yaitu Leica M9 dan Leica M3.
Profil warna Leica M9 mereplikasi karakter kamera rangefinder digital bersensor full-frame pertama buatan Leica. Kamera klasik tersebut sangat populer karena memakai sensor jenis CCD yang menghasilkan karakteristik visual berbeda dari sensor CMOS modern saat ini.
Karakteristik foto dari profil M9 cenderung memunculkan nuansa kebiruan (cold tone) dengan area bayangan (shadow) yang pekat. Hasil tangkapan gambar ini menyajikan visual yang sangat kontras jika di bandingkan dengan karakter warna komersial modern seperti Leica Vibrant yang cenderung cerah, tajam, dan dominan pada warna merah. Profil M9 ini terasa sangat personal dan spesifik untuk kebutuhan estetika tertentu.
Sementara itu, pilihan profil Leica M3 mengadopsi karakteristik visual dari era kamera film mekanik. Profil ini sejatinya menyajikan gaya fotografi hitam-putih pekat atau monochrome style yang kerap di identikkan dengan masa keemasan seri M3.
Hasil foto hitam-putih dari profil M3 menampilkan kontras yang sangat tinggi. Bagian pencahayaan terang (highlight) sengaja di biarkan berlebih (over-exposure) atau memutih polos, di temani dengan area gelap yang pekat untuk mensimulasikan rentang dinamis (dynamic range) rendah khas jepretan roll film lawas.
Langkah berani ini menunjukkan upaya Leica mengembalikan cita rasa fotografi murni yang berkarakter kuat, kontras, dan berdimensi, berbanding terbalik dengan tren kamera ponsel modern yang condong mengejar gambar serba terang namun berujung flat atau datar.
Perangkat premium hasil kolaborasi eksklusif ini di lepas ke pasar Indonesia dengan estimasi harga resmi sekitar Rp29.999.000. Angka tersebut di nilai sebanding dengan status perangkat yang di posisikan sebagai gawai koleksi mewah sekaligus alat dokumentasi portabel dengan cita rasa optik khas Jerman. Pembatasan produksi global menjadi tantangan tersendiri bagi para pencinta fotografi tanah air untuk bisa mengamankan unit ini sebelum kehabisan. (Wd/*)









