Kabarinaja.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) menjadi instrumen penting untuk memperkuat rupiah. Kebijakan ini dirancang guna menjaga stabilitas nilai tukar mata uang rupiah di tengah ketatnya dinamika ekonomi global saat ini.
Penerapan aturan tersebut efektif mendorong masuknya lebih banyak pasokan valuta asing ke dalam sistem keuangan nasional. Langkah strategis ini mempertebal likuiditas pasar domestik, sehingga mampu meredam tekanan eksternal terhadap kurs rupiah secara signifikan.
Purbaya menjelaskan bahwa ketersediaan pasokan valuta asing yang melimpah di dalam negeri memperkokoh daya tahan pasar keuangan domestik. Pemerintah memandang DHE SDA memiliki peran krusial dalam membangun benteng pertahanan ekonomi nasional yang solid.
Potensi Penguatan Nilai Tukar
Pemerintah memproyeksikan dampak positif dari kebijakan penempatan devisa ini akan segera terlihat dalam waktu dekat. Peluang penguatan mata uang rupiah terbuka lebar seiring meredanya sentimen negatif pasar dan derasnya aliran masuk modal eksportir.
“Kami melihat potensi penguatan rupiah akan lebih besar ketika sentimen pasar membaik dan devisa hasil ekspor terus mengalir ke sistem keuangan domestik,” ujar Purbaya di Jakarta, Rabu.
Kebijakan DHE SDA memiliki fungsi ganda, yakni menstabilkan nilai tukar sekaligus memastikan hasil ekspor komoditas memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi dalam negeri. Sinergi antara fundamental ekonomi yang kokoh dan limpahan devisa menjadi modal utama memperkuat sektor keuangan.
Dongkrak Kepercayaan Investor
Pengelolaan devisa hasil ekspor yang lebih terstruktur dan pengawasan ketat terbukti mampu meningkatkan ketahanan sistem finansial Indonesia. Purbaya menambahkan, regulasi ini berpotensi besar meningkatkan kepercayaan pelaku pasar serta para investor asing terhadap prospek pertumbuhan ekonomi nasional.
Sentimen positif yang terbangun dari kebijakan ini di harapkan memperkuat stabilitas pasar modal sekaligus memacu aktivitas sektor riil yang lebih produktif. Pemerintah berkomitmen penuh menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Fokus utama kabinet saat ini tertuju pada penguatan fondasi ekonomi agar laju pertumbuhan berjalan secara berkelanjutan. Ke depan, Kementerian Keuangan terus mengintensifkan koordinasi dengan otoritas terkait demi memitigasi dampak ketidakpastian global yang masih membayangi. (Wd/*)









