Harga Sawit Jambi Turun Lagi, Cek Daftar Harganya

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabarinaja.id – Pertengahan bulan Mei 2026, harga kelapa sawit di Jambi kembali menghadapi penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS). Kondisi ini membuat sebagian petani mulai mengeluhkan pendapatan yang terus tertekan di tengah biaya operasional kebun yang masih tinggi.

Berdasarkan hasil rapat penetapan harga yang di lakukan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, harga TBS kelapa sawit untuk usia tanam 10 hingga 20 tahun di tetapkan sebesar Rp3.860,52 per kilogram untuk periode 15-21 Mei 2026. Angka tersebut turun Rp34,46 per kilogram di banding periode sebelumnya.

Penurunan harga ini menjadi perhatian bagi petani sawit rakyat di sejumlah daerah di Jambi. Sebab, kelompok usia tanam 10 hingga 20 tahun merupakan masa produktif tanaman dengan hasil panen paling optimal.

Harga TBS Sawit Berdasarkan Umur Tanam

Dalam penetapan terbaru, harga sawit di bedakan sesuai usia tanaman. Semakin produktif usia pohon, maka harga yang di terima petani juga cenderung lebih tinggi.

Berikut rincian harga TBS sawit di Jambi periode 15-21 Mei 2026:

Baca Juga :  Rupiah Melemah ke Rp17.856 per Dolar AS, Pasar Komoditas Emas Ikut Anjlok

Umur 3 tahun: Rp2.996,34 per kilogram

Umur 4 tahun: Rp3.216,87 per kilogram

Umur 5 tahun: Rp3.363,50 per kilogram

Umur 6 tahun: Rp3.502,99 per kilogram

Umur 7 tahun: Rp3.591,17 per kilogram

Umur 8 tahun: Rp3.669,11 per kilogram

Umur 9 tahun: Rp3.740,35 per kilogram

Umur 10-20 tahun: Rp3.860,52 per kilogram

Umur 21-24 tahun: Rp3.747,76 per kilogram

Umur 25 tahun: Rp3.582,03 per kilogram

Sementara itu, harga crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah di tetapkan sebesar Rp15.020,26 per kilogram. Adapun harga inti sawit atau kernel berada di angka Rp14.547,07 per kilogram dengan indeks K sebesar 95,22 persen.

Harga Sawit Dipengaruhi Pasar Global

Turunnya harga sawit di Jambi tidak terlepas dari fluktuasi pasar minyak nabati dunia. Pergerakan harga ekspor CPO serta kondisi permintaan global masih menjadi faktor utama yang memengaruhi harga TBS di tingkat petani.

Dalam beberapa bulan terakhir, pasar sawit internasional juga bergerak cukup dinamis akibat perubahan kebijakan impor dari sejumlah negara tujuan ekspor. Situasi tersebut berdampak langsung pada harga jual sawit di berbagai daerah sentra perkebunan, termasuk Jambi.

Baca Juga :  Aturan Pajak UMKM 0,5% Direvisi, Selebgram Kini Dilarang Pakai

Di sisi lain, petani berharap harga sawit segera kembali stabil. Sebab, pendapatan dari hasil panen sawit menjadi sumber ekonomi utama bagi banyak keluarga di wilayah perkebunan.

Petani Mulai Khawatir Pendapatan Menurun

Penurunan harga meski tidak terlalu besar tetap di rasakan oleh petani, terutama mereka yang memiliki lahan terbatas. Saat harga TBS turun, keuntungan yang diperoleh otomatis ikut berkurang, sementara biaya pupuk, perawatan kebun, dan ongkos panen masih relatif tinggi.

Kondisi ini membuat sebagian petani memilih menekan pengeluaran operasional sambil menunggu harga kembali membaik. Mereka berharap tren penurunan tidak berlangsung lama agar daya beli masyarakat di kawasan perkebunan tetap terjaga.

Provinsi Jambi sendiri di kenal sebagai salah satu daerah penghasil kelapa sawit di Pulau Sumatra. Sektor perkebunan sawit menjadi penopang ekonomi masyarakat dan menyerap banyak tenaga kerja, baik di tingkat petani mandiri maupun perusahaan perkebunan besar.(Tim)

Berita Terkait

Ekonomi Indonesia Ditargetkan Tumbuh 6% pada 2027, Ini Strateginya
Cara Pinjam Uang di GoPay, Cek Syarat dan Langkahnya
Cara Menghasilkan Uang dari ZEPETO World
Ekspor Indonesia Ditargetkan Tembus USD 315 Miliar pada 2026
Paylater Makin Diminati, Penolong atau Beban Finansial?
Reels Instagram Kini Bisa Jadi Sumber Komisi Shopee
Trik Rahasia Seller Shopee Agar Margin Bebas Tergerus Potongan Baru
Mengapa Bisnis Event Organizer Semakin Dilirik? Ini Strategi Sukses Memulainya
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 19:03 WIB

Ekonomi Indonesia Ditargetkan Tumbuh 6% pada 2027, Ini Strateginya

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:13 WIB

Cara Pinjam Uang di GoPay, Cek Syarat dan Langkahnya

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:02 WIB

Cara Menghasilkan Uang dari ZEPETO World

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Ekspor Indonesia Ditargetkan Tembus USD 315 Miliar pada 2026

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:04 WIB

Paylater Makin Diminati, Penolong atau Beban Finansial?

Berita Terbaru

Mendikdasmen Abdul Mu'ti (Foto: medcom)

Nasional

Rela Antre Sejak Subuh Demi Bimbel, Ini Pesan Abdul Mu’ti

Kamis, 3 Sep 2026 - 17:07 WIB

Dugaan Monopoli Game Digital, Sony Bayar Rp120 Miliar

Teknologi

Dugaan Monopoli Game Digital, Sony Bayar Rp120 Miliar

Kamis, 3 Sep 2026 - 15:07 WIB

Larangan AI Siswa New York Berlaku Mulai Tahun Ajaran Baru

Internasional

Larangan AI Siswa New York Berlaku Mulai Tahun Ajaran Baru

Kamis, 3 Sep 2026 - 14:07 WIB