Harga Emas Pegadaian Hari Ini 24 Mei 2026 Anjlok, Waktunya Borong Antam, UBS, dan Galeri24

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Harga Emas Pegadaian Hari Ini 24 Mei 2026 (Foto: Ai)

Ilustrasi. Harga Emas Pegadaian Hari Ini 24 Mei 2026 (Foto: Ai)

Kabarinaja.id – Grafik harga emas batangan di PT Pegadaian (Persero) kembali menunjukkan tren melemah pada perdagangan Minggu, 24 Mei 2026. Penurunan ini memperpanjang tren negatif yang sudah terjadi sejak Sabtu kemarin. Koreksi nilai jual melanda seluruh produk yang tersedia, mulai dari UBS, Antam, hingga Galeri24.

Langkah memantau pergerakan harga komoditas ini menjadi krusial bagi investor yang ingin melakukan dollar-cost averaging atau menambah portofolio dengan biaya modal lebih rendah. Memanfaatkan momentum koreksi sering kali menjadi strategi jitu untuk memaksimalkan keuntungan jangka panjang.

Situs resmi Sahabat Pegadaian mencatat varian UBS menyusut ke angka Rp2.815.000 per gram, setelah sebelumnya bertengger di posisi Rp2.826.000 per gram. Produk Antam ikut merosot dari Rp2.886.000 per gram menjadi Rp2.871.000 per gram. Kesamaan pola juga terlihat pada logam mulia cetakan Galeri24 yang kini di hargai Rp2.767.000 per gram, turun dari harga kemarin sebesar Rp2.779.000 per gram.

Setiap pabrikan menyediakan pilihan bobot yang bervariasi untuk menyesuaikan anggaran belanja masyarakat. Galeri24 menyediakan opsi ukuran paling luas mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram). Cetakan UBS bisa di bawa pulang dengan opsi 0,5 gram sampai 500 gram. Sementara itu, display produk Antam di platform Sahabat Pegadaian d ibatasi dari skala 0,5 gram hingga 100 gram saja.

Baca Juga :  Harga Pangan Hari Ini: Telur Ayam Rp37.500 per Kg

Tabel Rincian Harga Emas Pegadaian Terbaru (24 Mei 2026)

Ukuran (Gram) Galeri24 (Rp) Antam (Rp) UBS (Rp)
0,5 1.451.000 1.488.000 1.522.000
1 2.767.000 2.871.000 2.815.000
2 5.466.000 5.679.000 5.586.000
3 – 8.492.000 –
5 13.564.000 14.118.000 13.803.000
10 27.057.000 28.178.000 27.461.000
25 67.278.000 70.315.000 68.519.000
50 134.451.000 140.548.000 136.755.000
100 268.768.000 281.015.000 273.402.000
250 670.270.000 – 683.302.000
500 1.340.538.000 – 1.365.001.000
1.000 2.681.075.000 – –

Tekanan Global dan Kebijakan Suku Bunga AS

Penurunan di tingkat lokal di picu oleh lesunya perdagangan emas global pada penutupan pekan lalu. Emas di pasar spot internasional merosot 0,9% ke level USD4.502,59 per ons. Kontrak berjangka komoditas serupa untuk pengiriman Juni ikut terdepresiasi 0,9% menjadi USD4.502,70 per ons. Rangkaian sentimen negatif ini membawa aset safe haven menuju penurunan mingguan kedua berturut-turut dengan total akumulasi kerugian sekitar 0,8%.

Akselerasi harga minyak mentah memperkeruh volatilitas pasar. Kenaikan harga energi tersebut menyulut kekhawatiran melambungnya inflasi baru di Amerika Serikat. Imbasnya, muncul spekulasi kuat bahwa bank sentral Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga acuan demi meredam gejolak ekonomi.

Baca Juga :  Ifishdeco (IFSH) Tebar Dividen Rp50 Miliar, Cek Jadwal dan Kinerja Terbaru

“Konsentrasi pasar saat ini terdistraksi penuh oleh dinamika ketegangan geopolitik di Selat Hormuz. Potensi hambatan distribusi logistik global memicu kepanikan inflasi, yang memicu ekspektasi kebijakan moneter ketat,” ungkap Analis StoneX, Rhona O’Connell, lewat data kompilasi CNBC.

Faktor makroekonomi lain yang menahan laju penguatan emas adalah kokohnya posisi indeks dolar AS di zona tertinggi dalam kurun waktu enam pekan terakhir. Nilai tukar dolar yang perkasa membuat harga beli emas menjadi lebih mahal bagi para investor yang bertransaksi menggunakan mata uang non-dolar.

Ditambah lagi, tingkat imbal hasil (yield) obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun merangkak naik mendekati level puncaknya tahun ini. Emas yang berkarakteristik sebagai investasi tanpa imbal hasil berkala (non-yielding asset) menjadi kurang kompetitif di banding instrumen surat utang negara saat tren bunga tinggi membayangi pasar. (Wd/*)

Berita Terkait

Angga Sasongko Soroti Insentif Pajak Ekonomi Kreatif
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp4.000 Jadi Rp2,55 Juta
OJK Jatuhkan Denda kepada DSSA, BREN, dan CUAN, Ini Temuannya
Harga Pangan Hari Ini: Telur Ayam Rp37.500 per Kg
Danantara Siapkan Beasiswa 800 Mahasiswa dan Program Air Bersih untuk 230 Ribu Warga
Mengapa Emas Bisa Menjadi Penyeimbang Portofolio Investasi?
Shopee PayLater Bisa Dicairkan? Ini Risiko dan Pilihannya
Cara Menabung dengan Metode Kakeibo untuk Mengatur Keuangan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:19 WIB

Angga Sasongko Soroti Insentif Pajak Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp4.000 Jadi Rp2,55 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:06 WIB

OJK Jatuhkan Denda kepada DSSA, BREN, dan CUAN, Ini Temuannya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:58 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Telur Ayam Rp37.500 per Kg

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:04 WIB

Danantara Siapkan Beasiswa 800 Mahasiswa dan Program Air Bersih untuk 230 Ribu Warga

Berita Terbaru

Dana Operasional SPPG Tersendat, Ini 3 Penyebabnya (Foto:  Pemkab Lumajang/rri)

Nasional

Dana Operasional SPPG Tersendat, Ini 3 Penyebabnya

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:13 WIB

 Angga Sasongko Soroti Insentif Pajak Ekonomi Kreatif (Foto: Medcom/Rafi)

Ekonomi

Angga Sasongko Soroti Insentif Pajak Ekonomi Kreatif

Sabtu, 24 Okt 2026 - 06:19 WIB

5 Tanaman Hias Berwarna Cerah untuk Rumah yang Minim Nyamuk

Kesehatan

5 Tanaman Hias Berwarna Cerah untuk Rumah yang Minim Nyamuk

Jumat, 23 Okt 2026 - 17:04 WIB