Indonesia-India Restorasi Prambanan Jadi Alat Diplomasi

- Jurnalis

Rabu, 8 Juli 2026 - 15:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia-India Restorasi Prambanan Jadi Alat Diplomasi (Foto: freepik/medcom)

Indonesia-India Restorasi Prambanan Jadi Alat Diplomasi (Foto: freepik/medcom)

Kabarinaja.idKompleks Candi Prambanan kini mengemban peran strategis baru sebagai instrumen diplomasi budaya Indonesia di kancah internasional. Situs warisan budaya dunia tersebut tidak lagi sekadar menjadi destinasi wisata, melainkan jembatan hubungan antar negara.

Langkah ini menguat pascapertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi pada Januari 2025. Pemerintah India menyatakan komitmen penuh untuk membantu proyek restorasi serta revitalisasi kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia tersebut.

Komitmen bilateral tersebut kemudian di tindaklanjuti dalam Joint Commission Meeting antara Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar di New Delhi. Saat ini, tim Archaeological Survey of India (ASI) bersama Kementerian Kebudayaan telah memulai pembahasan awal terkait dokumentasi struktur candi.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan bahwa proyek restorasi ini akan berfokus pada kawasan yang lebih luas. Pemerintah bakal mencakup kawasan budaya di sekitar Prambanan, termasuk Candi Sewu dan Candi Plaosan.

Makna Strategis di Luar Konservasi Fisik

Dosen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Sriwijaya, I Kadek Andre Nuaba, menilai kerja sama bilateral ini memiliki makna yang jauh lebih luas daripada proyek konservasi biasa. Keterlibatan India mempertegas ikatan sejarah peradaban kedua negara.

Baca Juga :  Anggaran Kemendiktisaintek 2027 Naik Rp82 Triliun, Ini Fokusnya

Hingga saat ini, proses pemugaran kompleks Prambanan baru menyelesaikan sekitar 30 candi utama dari total ratusan bangunan yang ada. Ratusan candi perwara lainnya masih berupa susunan batu yang mengantre untuk di rekonstruksi.

Fungsi Prambanan terus mengalami perluasan sejak di tetapkan sebagai pusat rumah ibadah umat Hindu Indonesia dan dunia pada 2022. Kawasan ini bertransformasi menjadi pusat wisata religi, ruang pengembangan sumber daya manusia, sekaligus aset diplomasi.

Lonjakan Kunjungan Wisata Religi

Implementasi peran baru ini mulai terlihat lewat pelaksanaan berbagai agenda internasional. Salah satunya adalah Shiva Festival International 2026, sebuah forum budaya dan spiritual yang digelar selama satu bulan penuh di kawasan candi.

Data kunjungan wisatawan religi juga memperlihatkan tren pertumbuhan yang positif secara konsisten. Prambanan mencatat 23.090 kunjungan pada 2023, kemudian tumbuh menjadi 25.427 pada 2024, dan menyentuh angka 25.675 kunjungan sepanjang 2025.

Andre menerangkan bahwa statistik tersebut membuktikan fungsi religius Prambanan semakin memperoleh perhatian luas. Kendati demikian, angka kunjungan belum bisa menjadi satu-satunya indikator mutlak keberhasilan diplomasi budaya.

Baca Juga :  Touring Motor Sumba 600 Km, Ini Syarat Ikutnya

Tantangan Pengelolaan Warisan Budaya

Indonesia memiliki modal diplomasi yang unik melalui Prambanan. Negara dengan mayoritas penduduk Muslim ini terbukti mampu merawat warisan budaya Hindu dunia secara konsisten, sekaligus menampilkan wajah toleransi dan legitimasi sejarah kepada global.

Namun, posisi sebagai warisan budaya yang hidup (living heritage) membawa tantangan tersendiri dalam pengelolaan harian. Pemerintah harus menyelaraskan fungsi diplomasi, aktivitas ibadah umat Hindu, kenyamanan wisatawan, serta standar konservasi strict dari UNESCO.

Sejumlah regulasi teknis kini diterapkan secara cermat di lapangan. Pembatasan penggunaan dupa saat ritual keagamaan, penerapan kuota peserta ibadah, mekanisme perizinan, hingga wacana pembatasan akses wisatawan ke Candi Siwa menjadi poin penting yang terus digodok.

Masa depan Prambanan sebagai ikon diplomasi kini sangat bergantung pada tata kelola yang inklusif. Keberhasilan program ini tidak cuma diukur dari selesainya pemugaran fisik bersama India, melainkan dari kemampuan menjaga keseimbangan antara nilai spiritual, pelestarian, dan kepentingan publik. (Wd/*)

Berita Terkait

Festival Golo Koe 2026, Cara Baru Menikmati Labuan Bajo
Curug Minger di Lereng Gunung Slamet Tawarkan Suasana Sejuk
UNESCO Pilih Beijing sebagai Ibu Kota Arsitektur Dunia 2029, Ini Alasannya
Touring Motor Sumba 600 Km, Ini Syarat Ikutnya
Begawi Festival Budaya Lampung Satukan Saibatin Pepadun
Cara dan Syarat Dapat Tiket Masuk Ancol Gratis 10 Juli
Selatan Sunset Festival 2026 Dongkrak Pariwisata dan UMKM Payakumbuh
10 Kafe View Merapi di Jogja 2026 yang Paling Nyaman
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:35 WIB

Festival Golo Koe 2026, Cara Baru Menikmati Labuan Bajo

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Curug Minger di Lereng Gunung Slamet Tawarkan Suasana Sejuk

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:05 WIB

UNESCO Pilih Beijing sebagai Ibu Kota Arsitektur Dunia 2029, Ini Alasannya

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:04 WIB

Touring Motor Sumba 600 Km, Ini Syarat Ikutnya

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:05 WIB

Begawi Festival Budaya Lampung Satukan Saibatin Pepadun

Berita Terbaru

Rekam Wajah Orang di Tempat Umum Bisa Berujung Hukum? (Foto: ChatGPT)

Nasional

Rekam Wajah Orang di Tempat Umum Bisa Berujung Hukum?

Senin, 17 Agu 2026 - 07:06 WIB

Merasa Makan Sedikit tapi Berat Badan Naik? Ini Kata Ahli (Foto: ChatGPT)

Kesehatan

Merasa Makan Sedikit tapi Berat Badan Naik? Ini Kata Ahli

Minggu, 16 Agu 2026 - 20:30 WIB

Danantara CX100 Dibuka, Ini Dampaknya bagi Pelanggan BUMN (Foto: Danantara/medcom)

Nasional

Danantara CX100 Dibuka, Ini Dampaknya bagi Pelanggan BUMN

Minggu, 16 Agu 2026 - 13:02 WIB

Spider-Man: Brand New Day Tembus Rp32 Triliun dalam Dua Pekan (Foto:  Sony Pictures/medcom)

Showbiz

Spider-Man: Brand New Day Tembus Rp32 Triliun dalam Dua Pekan

Minggu, 16 Agu 2026 - 11:29 WIB

Baru Jalan 100 Meter Sudah Ingin Duduk? Kenali Sinyal Lutut (Foto: ChatGPT)

Kesehatan

Baru Jalan 100 Meter Sudah Ingin Duduk? Kenali Sinyal Lutut

Minggu, 16 Agu 2026 - 08:05 WIB