UEFA Beri Respons Tegas soal Wacana Piala Dunia 2030 dengan 64 Negara

Aleksander Čeferin menilai usulan penambahan peserta menjadi 64 tim masih terlalu dini dan berpotensi memengaruhi kualitas kompetisi dunia.

Kabarinaja.id

- Jurnalis

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aleksander Čeferin memberikan tanggapan mengenai usulan format 64 tim pada Piala Dunia 2030 (Foto: UEFA/RRI)

Aleksander Čeferin memberikan tanggapan mengenai usulan format 64 tim pada Piala Dunia 2030 (Foto: UEFA/RRI)

Kabarinaja.id Wacana Piala Dunia 2030 dengan 64 peserta menuai respons keras dari kalangan sepak bola Eropa. Presiden UEFA, Aleksander Čeferin, secara terbuka menyatakan penolakannya terhadap usulan tersebut karena di nilai belum tepat untuk di terapkan. Pernyataan itu muncul ketika FIFA mulai membuka ruang pembahasan mengenai kemungkinan memperluas jumlah peserta setelah edisi 2026 berakhir.

Menurut Čeferin, perubahan besar dalam format turnamen seharusnya tidak di lakukan secara terburu-buru. Ia menilai sistem baru dengan 48 peserta yang akan di gunakan pada Piala Dunia 2026 masih membutuhkan evaluasi menyeluruh sebelum kembali mengalami penyesuaian.

UEFA Menilai Penambahan Peserta Terlalu Cepat

Aleksander Čeferin mengaku terkejut ketika mengetahui adanya usulan agar jumlah peserta Piala Dunia 2030 di perluas menjadi 64 tim.

Ia menyebut gagasan tersebut bukan langkah yang tepat bagi masa depan kompetisi sepak bola terbesar di dunia.

Dalam keterangannya yang dikutip Fox Sports, Čeferin mengatakan dirinya memandang rencana itu sebagai ide yang kurang baik.

Menurutnya, FIFA seharusnya terlebih dahulu melihat efektivitas format 48 tim sebelum mempertimbangkan perubahan baru.

Baca Juga :  Gempa Venezuela, 30 Gempa Susulan Picu 164 Korban Meninggal

Kekhawatiran Terhadap Kualitas Turnamen

Čeferin juga menilai penambahan jumlah peserta berpotensi memengaruhi kualitas pertandingan sepanjang turnamen.

Bukan hanya itu, sistem kualifikasi yang selama ini berjalan di nilai bisa ikut berubah secara signifikan apabila jumlah negara peserta kembali bertambah.

Ia juga mempertanyakan bagaimana usulan tersebut dapat muncul dalam pembahasan Dewan FIFA tanpa di ketahui lebih dahulu oleh UEFA.

Baginya, proses pengambilan kebijakan seharusnya di lakukan secara terbuka agar seluruh konfederasi memperoleh informasi yang sama sebelum sebuah gagasan di bahas secara resmi.

FIFA Masih Membuka Peluang Membahas Format Baru

Sementara itu, Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan bahwa organisasi yang di pimpinnya belum mengambil keputusan final mengenai penambahan peserta.

Ia menjelaskan pembahasan mengenai format 64 tim baru akan di lakukan setelah penyelenggaraan Piala Dunia 2026 selesai.

Mengutip media Swiss Bluewin, Infantino mengatakan FIFA ingin mempertimbangkan kepentingan seluruh kawasan, bukan hanya negara-negara kuat di Eropa maupun Amerika Selatan.

Kesempatan Lebih Luas bagi Negara Berkembang

Menurut Infantino, semakin banyak negara yang tampil di Piala Dunia dapat membuka kesempatan bagi federasi yang selama ini sulit menembus putaran final.

Baca Juga :  Wujud Kepedulian, PT Kerinci Merangin Hidro Gelar Khitan Massal Gratis untuk Anak-Anak di Batang Merangin

FIFA memandang turnamen dunia seharusnya menjadi panggung yang memberi peluang lebih merata kepada seluruh anggota.

Karena alasan tersebut, usulan penambahan peserta di nilai layak untuk di kaji secara menyeluruh sebelum di putuskan.

Piala Dunia 2030 Berpotensi Mencetak Sejarah Baru

Apabila nantinya mendapat persetujuan, Piala Dunia 2030 akan menjadi edisi pertama sepanjang sejarah yang di ikuti oleh 64 negara peserta.

Namun sebelum itu terjadi, dunia sepak bola masih akan melihat bagaimana pelaksanaan format 48 tim pada Piala Dunia 2026.

Hasil evaluasi turnamen tersebut diperkirakan menjadi salah satu dasar utama FIFA dalam menentukan apakah perlu kembali memperluas jumlah peserta atau tetap mempertahankan format yang sudah dirancang.

Perbedaan pandangan antara UEFA dan FIFA menunjukkan bahwa pembahasan mengenai masa depan Piala Dunia masih akan terus berkembang. Keputusan akhir diperkirakan baru diambil setelah seluruh dampak penerapan format baru dapat dinilai secara menyeluruh. (Wd/*)

Berita Terkait

Panjat Tebing Indonesia Borong Emas di Chamonix
Bukan Hanya Mbappe, Empat Bintang Real Madrid Kuasai Gol Piala Dunia 2026
Desain Zashikiwarashi Hiasi Visual Utama Tokyo Game Show 2026
Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026 dan Daftar Tim Lolos
Pecah Rekor Terlama! Simak Panduan Lengkap Menembus Kemegahan Tokyo Game Show 2026
Inovasi Teknologi AI di Piala Dunia 2026 Makin Akurat
Gempa Venezuela M 7,5 Tewaskan 920 Orang, Korban Tertimbun
Gempa Venezuela, 30 Gempa Susulan Picu 164 Korban Meninggal
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:08 WIB

Panjat Tebing Indonesia Borong Emas di Chamonix

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:04 WIB

UEFA Beri Respons Tegas soal Wacana Piala Dunia 2030 dengan 64 Negara

Senin, 13 Juli 2026 - 22:04 WIB

Bukan Hanya Mbappe, Empat Bintang Real Madrid Kuasai Gol Piala Dunia 2026

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:05 WIB

Desain Zashikiwarashi Hiasi Visual Utama Tokyo Game Show 2026

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:01 WIB

Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026 dan Daftar Tim Lolos

Berita Terbaru

Kung Fu Soccer Raup Rp1,3 Triliun dalam Dua Hari (Foto: Instagram @encorefilms/kompas)

Showbiz

Kung Fu Soccer Raup Rp1,3 Triliun dalam Dua Hari

Selasa, 14 Jul 2026 - 22:35 WIB

402 Rumah Sakit Angker Korea, Horor Viral Berujung Teror (Foto: Instagram/mdpictures/rri)

Showbiz

402 Rumah Sakit Angker Korea, Horor Viral Berujung Teror

Selasa, 14 Jul 2026 - 20:11 WIB

Investasi Takeda Rp539 Miliar Perkuat Industri Plasma RI (Foto: MAGNIFIC/rri)

Kesehatan

Investasi Takeda Rp539 Miliar Perkuat Industri Plasma RI

Selasa, 14 Jul 2026 - 19:13 WIB

Film Rom-Com 2000-an yang Masih Seru Ditonton (Foto: pinterest/rri)

Showbiz

Film Rom-Com 2000-an yang Masih Seru Ditonton

Selasa, 14 Jul 2026 - 18:14 WIB