Kabarinaja.id – Produsen kendaraan listrik lokal, Alva, menggelontorkan investasi fantastis mencapai lebih dari Rp1 triliun untuk memperkuat ekosistem motor listrik terintegrasi di Indonesia. Langkah masif yang berjalan sejak tahun 2022 ini tidak hanya berfokus pada peluncuran produk baru, melainkan juga menyentuh pembangunan infrastruktur pengisian daya, perluasan layanan purna jual, hingga penyediaan skema kepemilikan yang memudahkan konsumen.
Perusahaan mengalokasikan dana jumbo tersebut untuk membiayai sejumlah sektor strategis, termasuk fasilitas produksi modern di Cikarang. Alva juga memprioritaskan pengembangan riset berbasis kekayaan intelektual (intellectual property) lokal serta ekspansi jaringan Alva Experience Center (AEC) yang kini telah beroperasi di 10 lokasi strategis di tanah air.
Pabrik perakitan di Cikarang bahkan telah mengantongi sertifikasi mutu internasional, seperti ISO 9001:2015 untuk manajemen kualitas dan ISO 14001:2015 untuk manajemen lingkungan. Fasilitas manufaktur ini juga sukses meraih sertifikasi INDI 4.0 dari Kementerian Perindustrian, yang menegaskan kesiapan perusahaan dalam menerapkan teknologi industri digital.
Chief Marketing Officer Alva, Putu Swaditya Yudha, menegaskan bahwa transisi menuju era elektrifikasi membutuhkan kesiapan ekosistem yang menyeluruh dari hulu ke hilir. Pihaknya berkomitmen memberikan rasa aman yang optimal bagi masyarakat yang memilih motor listrik sebagai moda transportasi utama sehari-hari.
“Bagi Alva, membangun motor listrik tidak berhenti pada produk, tetapi juga mencakup manufaktur, teknologi, charging, layanan purna jual, hingga model kepemilikan,” ujar pria yang akrab di sapa Adit tersebut saat memberikan keterangan di kawasan Pakubuwono, Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026).
Ragam Varian dan Keunggulan Teknologi
Hingga saat ini, Alva telah memasarkan tiga model andalan untuk mendukung mobilitas harian masyarakat, yakni Alva ONE, Alva CERVO, dan yang terbaru Alva N3 Next Gen. Varian N3 Next Gen mengusung performa tinggi dengan klaim jarak tempuh maksimal mencapai 140 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh, serta kecepatan puncak hingga 80 km/jam.
Motor listrik ini juga mengadopsi teknologi Boost Charge yang mampu memangkas waktu pengisian daya secara signifikan. Pengendara hanya membutuhkan waktu kurang dari 25 menit untuk mengisi daya baterai dari kondisi 10 persen menuju 50 persen. Fitur keselamatan seperti Hill Start Assist dan Hill Descent Assist turut di sematkan untuk menjaga stabilitas motor saat melintasi jalur menanjak maupun menurun.
Perluasan Jaringan Pengisian Daya
Pabrikan asli Indonesia ini terus mempercepat penyediaan infrastruktur pendukung di berbagai daerah. Jaringan Boost Charge Station milik Alva kini mengoperasikan lebih dari 350 konektor pengisian daya. Jumlah tersebut melonjak lebih dari dua kali lipat jika membandingkannya dengan kondisi pada akhir tahun 2025 yang baru menyentuh angka 150 konektor.
Faktor kenyamanan konsumen menjadi perhatian utama melalui penguatan jaringan mitra purna jual. Alva menyiagakan layanan pelanggan (customer service) serta bantuan darurat di jalan raya (roadside assistance) yang beroperasi penuh selama 24 jam untuk melayani pengendara.
Adit menambahkan, keberhasilan adopsi kendaraan ramah lingkungan ini sangat bertumpu pada kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, manajemen fokus membenahi poin-poin krusial yang kerap menjadi perhatian calon konsumen, mulai dari ketahanan baterai hingga kemudahan akses kepemilikan.
Tren Penjualan Tumbuh Positif
Agresivitas Alva dalam membangun ekosistem motor listrik yang solid terbukti berdampak positif pada kinerja pasar perusahaan. Mengacu pada data Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Indika Energy Tbk, Alva berhasil membukukan angka penjualan sebanyak 4.508 unit motor listrik sepanjang tahun 2025.
Volume penjualan tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 52,9 persen bila membandingkannya dengan capaian tahun 2024 yang tercatat sebesar 2.948 unit. Lonjakan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa minat dan kepercayaan masyarakat terhadap tren kendaraan listrik di Indonesia terus mengalami peningkatan yang signifikan. (Wd/*)









