Kabarinaja.id – Instrumen investasi konvensional seperti emas, deposito, dan properti selama ini menjadi andalan masyarakat karena di nilai lebih familier. Namun, perkembangan teknologi kini memperluas alternatif bagi masyarakat yang ingin membangun passive income. Kehadiran berbagai platform digital membuka peluang baru yang menawarkan fleksibilitas tinggi dan modal awal yang jauh lebih terjangkau.
Bagi investor yang ingin menambah sumber pemasukan, instrumen berbasis digital patut di pertimbangkan sebagai diversifikasi portofolio. Dua instrumen modern berikut dapat menjadi langkah awal untuk mengoptimalkan dana yang mengendur.
Fitur Earn Aset Kripto dengan Hasil Berkala
Fitur earn pada aset kripto menawarkan kemudahan akses serta fleksibilitas modal bagi penggunanya. Mekanisme kerja fitur ini menyerupai deposito perbankan, di mana investor menyimpan aset digital tertentu di dalam platform untuk mendapatkan imbal hasil secara berkala.
Salah satu contoh platform yang memfasilitasi skema ini adalah Mobee melalui layanan Flexi Earn. Layanan tersebut menawarkan potensi imbal hasil atau Annual Percentage Rate (APR) hingga 30 persen per tahun. Keunggulan utama dari sistem ini terletak pada ketiadaan periode penguncian, sehingga pengguna bebas menarik dana mereka kapan saja tanpa sanksi penalti.
Investor yang ingin menghindari volatilitas tinggi dapat memanfaatkan stablecoin seperti USDT. Nilai stablecoin terikat pada mata uang fiat tertentu sehingga pergerakan harganya jauh lebih stabil dibandingkan kripto biasa. Walakin, investor wajib memilih platform yang memiliki izin resmi dan memahami profil risiko sebelum menempatkan dana.
Eksposur Global Lewat Token Saham AS
Pilihan passive income digital berikutnya yang sedang berkembang adalah token saham Amerika Serikat (AS). Instrumen ini memungkinkan investor lokal mendapatkan eksposur dari pergerakan harga saham perusahaan raksasa dunia dalam bentuk aset digital.
Melalui tokenisasi ini, masyarakat dapat berinvestasi pada korporasi global sekelas Apple, Tesla, hingga Nvidia. Proses investasi menjadi lebih ringkas karena pengguna tidak perlu membuka rekening sekuritas di luar negeri. Fleksibilitas modal yang ditawarkan juga membantu pemula untuk memiliki andil dalam pertumbuhan ekonomi global secara instan. (Wd/*)









