Harga Pertamax Melonjak, Pengguna Diprediksi Beralih ke Pertalite

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabarinaja.idKenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax memunculkan kekhawatiran terjadinya perpindahan konsumen ke bahan bakar bersubsidi Pertalite. Dengan selisih harga yang kini semakin lebar, sebagian masyarakat di perkirakan mulai mempertimbangkan ulang pilihan bahan bakar untuk menekan pengeluaran bulanan.

Harga Pertamax yang sebelumnya berada di kisaran Rp12.300 per liter kini naik menjadi Rp16.250 per liter. Di sisi lain, harga Pertalite masih bertahan di level Rp10.000 per liter. Perbedaan harga mencapai Rp6.250 per liter tersebut menjadi yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Kondisi ini membuat Pertalite kembali menjadi pilihan yang lebih ekonomis bagi sebagian pengguna kendaraan, terutama mereka yang sangat memperhitungkan biaya operasional harian.

Potensi Perpindahan Konsumen Meningkat

Pengamat energi dari Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti, memperkirakan sekitar 10 persen pengguna Pertamax akan beralih menggunakan Pertalite setelah kenaikan harga terbaru ini.

Prediksi tersebut di dasarkan pada pola yang pernah terjadi beberapa tahun lalu ketika harga Pertamax mengalami kenaikan signifikan. Saat itu, sebagian pengguna memilih beralih ke BBM yang lebih murah tanpa mengurangi aktivitas mobilitas mereka.

Menurutnya, mayoritas masyarakat tidak mengurangi penggunaan kendaraan ketika harga BBM naik. Mereka cenderung mencari alternatif bahan bakar dengan biaya yang lebih rendah agar pengeluaran tetap terkendali.

Baca Juga :  Global Minimum Tax Berpotensi Sumbang Rp4,49 Triliun ke Kas Negara

Meski demikian, perpindahan konsumen di perkirakan masih dapat ditampung oleh kuota Pertalite yang tersedia saat ini.

Beban Pengeluaran Kendaraan Ikut Bertambah

Kenaikan harga Pertamax juga berdampak langsung pada biaya transportasi rumah tangga.

Pemilik mobil yang mengonsumsi sekitar 100 liter Pertamax per bulan diperkirakan harus mengeluarkan tambahan biaya hampir Rp400 ribu setiap bulan dibanding sebelumnya.

Sementara pengendara sepeda motor dengan konsumsi sekitar 30 liter per bulan perlu menyiapkan anggaran tambahan lebih dari Rp100 ribu.

Besarnya tambahan pengeluaran tersebut menjadi salah satu alasan mengapa sebagian pengguna mulai mempertimbangkan untuk beralih ke jenis BBM yang lebih murah.

Dampak Berbeda di Setiap Kelompok Masyarakat

Efek kenaikan harga Pertamax tidak di rasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kelompok berpendapatan rendah umumnya tidak terlalu terdampak karena sejak awal lebih banyak menggunakan Pertalite atau bahkan tidak memiliki kendaraan pribadi.

Sebaliknya, kelompok menengah yang menggunakan kendaraan pribadi secara rutin di perkirakan mulai merasakan tekanan pada anggaran rumah tangga. Sebagian dari mereka berpotensi mengubah pola konsumsi BBM untuk menekan biaya.

Baca Juga :  Rupiah Melemah ke Rp18.010 per Dolar AS, Pasar Masih Fluktuatif

Untuk kalangan berpenghasilan tinggi, terutama pemilik armada bisnis dan kendaraan operasional perusahaan, dampak kenaikan harga relatif lebih besar karena kendaraan tersebut tidak di perbolehkan menggunakan BBM bersubsidi.

Pertamina Pastikan Pasokan Pertalite Aman

Di tengah potensi meningkatnya permintaan Pertalite, PT Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi BBM bersubsidi tersebut masih berjalan normal di seluruh wilayah Indonesia.

Perusahaan menyatakan stok Pertalite dalam kondisi aman dan siap memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai kuota yang telah ditetapkan pemerintah.

Pertamina juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan BBM sesuai spesifikasi kendaraan dan peruntukannya. Langkah tersebut di nilai penting untuk menjaga performa mesin sekaligus memastikan distribusi energi tetap tepat sasaran.

Tantangan Baru di Tengah Mobilitas Tinggi

Kenaikan harga BBM selalu menjadi isu sensitif karena berhubungan langsung dengan aktivitas masyarakat sehari-hari. Di tengah kebutuhan mobilitas yang terus meningkat, banyak pengguna kendaraan kini harus mencari cara agar pengeluaran transportasi tetap terkendali.

Jika tren perpindahan dari Pertamax ke Pertalite benar-benar terjadi dalam jumlah besar, pemerintah dan Pertamina perlu memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga agar tidak menimbulkan gangguan distribusi di lapangan.(Tim)

Berita Terkait

Shopee PayLater Bisa Dicairkan? Ini Risiko dan Pilihannya
Cara Menabung dengan Metode Kakeibo untuk Mengatur Keuangan
Cara Jualan di TikTok Shop agar Produk Lebih Mudah Laku
Cara Mendapatkan Uang dari HP Tanpa Modal, Ini 15 Peluangnya
Ekonomi Indonesia Ditargetkan Tumbuh 6% pada 2027, Ini Strateginya
Cara Pinjam Uang di GoPay, Cek Syarat dan Langkahnya
Cara Menghasilkan Uang dari ZEPETO World
Ekspor Indonesia Ditargetkan Tembus USD 315 Miliar pada 2026
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 13:52 WIB

Shopee PayLater Bisa Dicairkan? Ini Risiko dan Pilihannya

Minggu, 6 September 2026 - 13:07 WIB

Cara Menabung dengan Metode Kakeibo untuk Mengatur Keuangan

Sabtu, 5 September 2026 - 17:06 WIB

Cara Jualan di TikTok Shop agar Produk Lebih Mudah Laku

Sabtu, 5 September 2026 - 15:02 WIB

Cara Mendapatkan Uang dari HP Tanpa Modal, Ini 15 Peluangnya

Kamis, 3 September 2026 - 19:03 WIB

Ekonomi Indonesia Ditargetkan Tumbuh 6% pada 2027, Ini Strateginya

Berita Terbaru

Andre Taulany dan Amanda Rigby (Foto: youtube/medcom)

Showbiz

Andre Taulany dan Amanda Rigby Resmi Menikah

Minggu, 20 Sep 2026 - 21:18 WIB

Kabut Asap Perairan Jambi, Nelayan Diminta Waspada

Daerah

Kabut Asap Perairan Jambi, Nelayan Diminta Waspada

Sabtu, 19 Sep 2026 - 21:04 WIB

Tier List MLBB Season 42: Hero S-Tier Terbaru (Foto: duniagames)

Game

Tier List MLBB Season 42: Hero S-Tier Terbaru

Sabtu, 19 Sep 2026 - 09:06 WIB