Kabarinaja.id – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memperingatkan masyarakat mengenai lonjakan kasus penyakit tidak menular pada anak yang di picu oleh perubahan gaya hidup modern. Selain masalah fisik, IDAI juga menyoroti paparan gawai atau gadget sejak usia dini yang mengancam proses tumbuh kembang anak.
Ketua Umum IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, mengategorikan fenomena ini sebagai new lifestyle diseases atau penyakit akibat gaya hidup baru. Tren kenaikan kasus seperti obesitas, hipertensi, hingga diabetes melitus tipe 2 kini menyerang anak-anak dalam usia yang semakin muda.
Ancaman Penyakit Metabolik dan Gangguan Perkembangan
Piprim menjelaskan bahwa tren peningkatan obesitas dan hipertensi pada anak sudah menjadi perhatian global. Pola hidup yang kurang bergerak serta kebiasaan menatap layar dalam durasi lama mempercepat munculnya gangguan kesehatan metabolik tersebut.
“Tetapi ini secara global terjadi tren peningkatan obesitas, peningkatan kasus anak dengan hipertensi. Anak dengan diabetes melitus tipe 2 yang semakin muda,” ujar Piprim saat di temui di Jakarta Selatan, Minggu (14/6/2026).
Di samping ancaman penyakit metabolik, penggunaan gawai yang tidak terkontrol memicu gangguan perkembangan psikologis yang serius. Piprim mengungkapkan bahwa keterlambatan bicara (speech delay) serta virtual autism menjadi dampak nyata yang kerap di temukan pada anak-anak saat ini. Kondisi tersebut muncul karena anak terlalu lama berinteraksi dengan layar gawai sehingga kehilangan stimulasi dua arah yang tepat untuk perkembangannya.
Kelalaian Orang Tua dan Rekomendasi Zero Screen Time
Banyak orang tua saat ini memanfaatkan gawai sebagai alat instan untuk menenangkan anak agar tidak rewel. Pola asuh keliru ini membuat orang tua kerap melewatkan gejala awal gangguan perkembangan pada buah hati mereka.
“Orang tua lebih senang anaknya anteng melihat gadget, dia juga asik sendiri scroll media sosial. Kemudian anaknya karena anteng itu dia luput bahwa ternyata anaknya ada gangguan perkembangan yang serius,” kata Piprim memaparkan situasi di lapangan.
Merespons kondisi yang kian mengkhawatirkan, IDAI mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk media massa untuk masif mengedukasi publik mengenai risiko gadget pada anak. Piprim menegaskan bahwa anak berusia di bawah dua tahun sama sekali tidak boleh terpapar layar digital atau wajib menerapkan aturan zero screen time. (Wd/*)









