Format Baru Piala Dunia 2026: 48 Tim, 12 Grup, dan Babak 32 Besar

- Jurnalis

Senin, 8 Juni 2026 - 16:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabarinaja.id – Piala Dunia 2026 akan menjadi salah satu edisi paling bersejarah dalam perjalanan turnamen sepak bola terbesar di dunia. Untuk pertama kalinya, jumlah peserta di perluas menjadi 48 negara, meningkat signifikan di bandingkan format sebelumnya yang hanya di ikuti 32 tim.

Perubahan yang dilakukan FIFA tersebut di yakini akan menghadirkan persaingan yang lebih kompetitif sekaligus membuka peluang bagi lebih banyak negara untuk tampil di panggung sepak bola dunia. Dengan semakin banyak peserta, jumlah pertandingan juga bertambah sehingga turnamen di prediksi berlangsung lebih menarik dan penuh kejutan.

Keputusan memperluas jumlah kontestan merupakan bagian dari upaya FIFA untuk meningkatkan representasi negara dari berbagai konfederasi. Negara-negara yang selama ini kesulitan menembus putaran final kini memiliki peluang lebih besar untuk merasakan atmosfer Piala Dunia.

FIFA Resmi Perluas Peserta Menjadi 48 Tim

Perjalanan format Piala Dunia terus mengalami perubahan sejak pertama kali di gelar pada 1930 di Uruguay. Saat itu, turnamen hanya di ikuti 13 negara.

Jumlah peserta kemudian bertambah menjadi 16 tim dan bertahan selama beberapa dekade. Pada 1982, FIFA kembali melakukan ekspansi dengan menambah peserta menjadi 24 negara. Format tersebut di gunakan hingga edisi 1994.

Mulai Piala Dunia 1998 hingga 2022, jumlah peserta di tetapkan sebanyak 32 tim. Kini, FIFA mengambil langkah terbesar dalam sejarah kompetisi dengan menghadirkan 48 peserta pada Piala Dunia 2026.

Baca Juga :  Jadwal Pembukaan Piala Dunia 2026 di Tiga Negara

Penambahan kuota ini di harapkan dapat meningkatkan daya saing sekaligus memperluas jangkauan sepak bola dunia. Negara-negara dari Asia, Afrika, Amerika Utara, hingga kawasan Oseania memiliki kesempatan lebih besar untuk bersaing di level tertinggi.

Format 12 Grup Buka Peluang Lebih Besar bagi Tim Debutan

Perubahan jumlah peserta turut memengaruhi format kompetisi. FIFA menetapkan 48 tim akan di bagi ke dalam 12 grup, dengan masing-masing grup berisi empat negara.

Setiap tim akan memainkan tiga pertandingan pada fase grup menggunakan sistem round robin. Artinya, seluruh peserta dalam satu grup saling berhadapan untuk menentukan klasemen akhir.

Dengan format tersebut, total 72 pertandingan akan tersaji hanya pada fase grup. Jumlah itu jauh lebih banyak dibandingkan edisi-edisi sebelumnya.

Bertambahnya jumlah grup dan peserta memberikan peluang lebih besar bagi negara yang baru pertama kali tampil di putaran final. Tim-tim debutan berkesempatan menciptakan kejutan sekaligus memperkaya warna persaingan di turnamen.

Dari sisi penggemar, format baru ini juga menghadirkan lebih banyak pertandingan yang bisa di nikmati selama berlangsungnya kompetisi.

Baca Juga :  Sejarah Baru Piala Dunia 2026, Juara Tak Lagi Hanya Membawa Trofi

Babak 32 Besar Jadi Awal Pertarungan Sistem Gugur

Perubahan paling mencolok berikutnya terjadi pada fase gugur. Jika sebelumnya babak knockout di mulai dari 16 besar, Piala Dunia 2026 akan memperkenalkan babak 32 besar.

Sebanyak dua tim teratas dari masing-masing grup otomatis lolos ke fase berikutnya. Dengan total 12 grup, akan ada 24 tim yang mengamankan tiket langsung ke babak gugur.

Delapan slot tersisa di berikan kepada tim peringkat ketiga terbaik dari seluruh grup. Sistem ini membuat peluang lolos tetap terbuka bagi tim yang gagal finis di dua posisi teratas.

Setelah 32 tim terbentuk, kompetisi akan berlanjut menggunakan sistem gugur satu pertandingan hingga final. Tim yang kalah langsung tersingkir, sementara pemenang melaju ke babak berikutnya.

Format tersebut di perkirakan membuat setiap pertandingan memiliki tekanan lebih besar. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal karena tidak ada kesempatan kedua setelah memasuki fase knockout.

Dengan format baru yang lebih besar dan kompetitif, Piala Dunia 2026 di prediksi menghadirkan pengalaman berbeda bagi pemain maupun penggemar. Selain membuka kesempatan bagi lebih banyak negara, perubahan ini juga berpotensi melahirkan kejutan-kejutan baru yang selama ini jarang terjadi di panggung sepak bola dunia.(Tim)

Berita Terkait

Erick Thohir Buka Opsi Potong Poin Klub Imbas Kekerasan Suporter
Cara Beli Tiket MotoGP Mandalika 2026 dan Daftar Harga Tiket Resmi
Kualifikasi Piala Dunia 2030 Dimulai 2027
Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Berapa Hadiah untuk Indonesia?
Seragam Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Motif Wastra Nusantara
Jenis Pilates dan Manfaatnya, Mana yang Cocok untuk Pemula?
Cristiano Ronaldo Resmi Menikahi Georgina Setelah Satu Dekade
UEFA Kehilangan Kepercayaan, Gianni Infantino Didesak Tinggalkan Kursi Presiden FIFA
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:03 WIB

Erick Thohir Buka Opsi Potong Poin Klub Imbas Kekerasan Suporter

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:03 WIB

Cara Beli Tiket MotoGP Mandalika 2026 dan Daftar Harga Tiket Resmi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:54 WIB

Kualifikasi Piala Dunia 2030 Dimulai 2027

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Berapa Hadiah untuk Indonesia?

Kamis, 3 September 2026 - 18:05 WIB

Seragam Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Motif Wastra Nusantara

Berita Terbaru

Dana Operasional SPPG Tersendat, Ini 3 Penyebabnya (Foto:  Pemkab Lumajang/rri)

Nasional

Dana Operasional SPPG Tersendat, Ini 3 Penyebabnya

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:13 WIB

 Angga Sasongko Soroti Insentif Pajak Ekonomi Kreatif (Foto: Medcom/Rafi)

Ekonomi

Angga Sasongko Soroti Insentif Pajak Ekonomi Kreatif

Sabtu, 24 Okt 2026 - 06:19 WIB

5 Tanaman Hias Berwarna Cerah untuk Rumah yang Minim Nyamuk

Kesehatan

5 Tanaman Hias Berwarna Cerah untuk Rumah yang Minim Nyamuk

Jumat, 23 Okt 2026 - 17:04 WIB