Kabarinaja.id – Baterai menjadi salah satu komponen terpenting pada motor listrik. Ketika performanya menurun atau bahkan tidak bisa di isi ulang, banyak pemilik kendaraan langsung menganggap baterai sudah rusak dan harus diganti. Padahal, dalam beberapa kasus tertentu, baterai masih memiliki peluang untuk di gunakan kembali setelah melalui proses pemeriksaan dan perbaikan.
Muhlasin, teknisi yang menangani servis baterai motor listrik, menjelaskan bahwa baterai jenis Sealed Lead Acid (SLA) masih dapat di pulihkan apabila masalahnya hanya di sebabkan oleh tegangan yang turun akibat lama tidak di gunakan.
Menurutnya, kondisi tersebut cukup sering terjadi pada motor listrik yang jarang di pakai dalam waktu lama. Saat tegangan baterai turun di bawah batas normal, sistem pengisian bawaan kendaraan biasanya tidak mampu mendeteksi baterai sehingga proses pengisian daya tidak dapat berjalan.
Baterai Drop karena Lama Tidak Dipakai
Muhlasin menjelaskan bahwa baterai SLA yang mengalami penurunan tegangan masih memiliki peluang besar untuk di gunakan kembali.
Dalam kondisi seperti ini, baterai tidak langsung di pasang ke sistem pengisian standar kendaraan. Teknisi biasanya akan melakukan proses pengisian daya secara terpisah untuk mengembalikan tegangan ke level normal terlebih dahulu.
Setelah tegangan berhasil naik, baterai kemudian di uji untuk mengetahui kondisi sebenarnya. Pemeriksaan meliputi kapasitas penyimpanan energi, kestabilan tegangan, hingga aspek keamanan saat di gunakan kembali pada kendaraan.
Jika hasil pengujian menunjukkan performa masih sesuai standar, baterai tersebut masih layak di pakai dan tidak perlu di ganti dengan unit baru.
Kerusakan karena Usia Pakai Sulit Di perbaiki
Meski demikian, tidak semua baterai SLA dapat di selamatkan. Kerusakan yang di sebabkan oleh faktor usia pakai biasanya lebih sulit di tangani.
Seiring waktu, sel-sel baterai akan mengalami penurunan kemampuan menyimpan energi. Ketika kondisi tersebut sudah terjadi secara permanen, pengisian ulang tidak lagi mampu mengembalikan performa baterai ke kondisi semula.
Dalam kasus seperti itu, penggantian baterai menjadi pilihan yang lebih efektif di bandingkan melakukan perbaikan berulang yang hasilnya tidak maksimal.
Fenomena ini umum terjadi pada kendaraan listrik yang telah di gunakan selama beberapa tahun atau memiliki frekuensi pengisian daya yang sangat tinggi.
Bagi pemilik motor listrik yang baterai SLA-nya sudah habis masa pakai, tersedia pilihan untuk beralih ke teknologi baterai litium.
Menurut Muhlasin, konsumen biasanya diberikan opsi untuk tetap menggunakan baterai SLA atau melakukan upgrade ke baterai litium sesuai kebutuhan dan anggaran masing-masing.
Tren penggunaan baterai litium terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir karena menawarkan sejumlah keunggulan di bandingkan baterai SLA konvensional.
Selain memiliki bobot yang lebih ringan, baterai litium juga mampu memberikan jarak tempuh yang lebih jauh dalam sekali pengisian daya. Usia pakainya pun umumnya lebih panjang sehingga dianggap lebih ekonomis dalam penggunaan jangka panjang.
Perkembangan teknologi baterai saat ini menjadi salah satu faktor penting yang mendorong pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia. Dengan kapasitas yang semakin besar dan daya tahan yang lebih baik, baterai litium mulai menjadi pilihan utama bagi banyak pengguna motor listrik yang menginginkan performa lebih optimal.









