Rupiah Melemah ke Rp18.010 per Dolar AS, Pasar Masih Fluktuatif

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Rupiah Melemah ke Rp18.010 per Dolar AS, Pasar Masih Fluktuatif (Foto: Ai)

Ilustrasi. Rupiah Melemah ke Rp18.010 per Dolar AS, Pasar Masih Fluktuatif (Foto: Ai)

Kabarinaja.id – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan terbaru. Mata uang rupiah mencatatkan penurunan tipis dan kini tertahan di atas psikologis baru yang cukup dalam.

Data pasar dari Investing menunjukkan mata uang rupiah melemah sebesar 0,48 persen. Koreksi ini membawa mata uang Indonesia bertengger di level Rp18.010,9 per dolar AS.

Kondisi tersebut tergolong unik karena terjadi ketika kekuatan eksternal dari sang greenback sebenarnya sedang mengendur. Indeks dolar AS (DXY) terpantau melorot tipis sebesar 0,08 persen ke posisi 99,425. Fenomena ini mengonfirmasi bahwa pergerakan dolar AS masih sangat fluktuatif terhadap mayoritas mata uang utama dunia.

Performa rupiah yang lesu ini sejalan dengan pergerakan mata uang di kawasan regional Asia yang bergerak variatif. Mayoritas mata uang negara tetangga justru berhasil memanfaatkan celah untuk menguat terhadap rupiah.

Baca Juga :  SoftBank Salip Toyota Jadi Perusahaan Termahal di Jepang

Yen Jepang, misalnya, sukses menguat 0,32 persen ke posisi Rp112,61. Langkah serupa di ikuti oleh dolar Singapura yang merangkak naik 0,22 persen menjadi Rp14.032,46, serta yuan China yang menguat tipis 0,12 persen ke level Rp2.657,73.

Tekanan bagi rupiah tidak berhenti di situ. Baht Thailand ikut menekan mata uang rupiah setelah menguat 0,29 persen ke level Rp550,462. Sementara itu, nilai tukar euro terhadap rupiah bergerak stagnan dan bertahan di posisi Rp20.872,0.

Beruntung, rupiah masih menunjukkan keunggulannya terhadap ringgit Malaysia. Mata uang Negeri Jiran tersebut justru melemah 0,19 persen dan berada di level Rp4.492,73 per rupiah.

Baca Juga :  4 Tips Finansial Generasi Sandwich Bebas Beban Ganda

Dinamika fluktuasi ini memperlihatkan bahwa pasar valuta asing domestik maupun regional masih tersandera oleh sentimen global. Ketidakpastian arah kebijakan suku bunga acuan dari bank sentral utama dunia menjadi pemicu utama. Kondisi ini diperparah oleh situasi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil.

Para pelaku pasar saat ini memilih untuk bersikap waspada dan cenderung menahan diri. Mereka fokus mencermati rilis data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat serta memantau sinyal kebijakan moneter The Federal Reserve yang terus mendikte arah pergerakan dolar AS. (Wd/*)

Berita Terkait

Angga Sasongko Soroti Insentif Pajak Ekonomi Kreatif
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp4.000 Jadi Rp2,55 Juta
OJK Jatuhkan Denda kepada DSSA, BREN, dan CUAN, Ini Temuannya
Harga Pangan Hari Ini: Telur Ayam Rp37.500 per Kg
Danantara Siapkan Beasiswa 800 Mahasiswa dan Program Air Bersih untuk 230 Ribu Warga
Mengapa Emas Bisa Menjadi Penyeimbang Portofolio Investasi?
Shopee PayLater Bisa Dicairkan? Ini Risiko dan Pilihannya
Cara Menabung dengan Metode Kakeibo untuk Mengatur Keuangan
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:19 WIB

Angga Sasongko Soroti Insentif Pajak Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp4.000 Jadi Rp2,55 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:06 WIB

OJK Jatuhkan Denda kepada DSSA, BREN, dan CUAN, Ini Temuannya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:58 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Telur Ayam Rp37.500 per Kg

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:04 WIB

Danantara Siapkan Beasiswa 800 Mahasiswa dan Program Air Bersih untuk 230 Ribu Warga

Berita Terbaru

Dana Operasional SPPG Tersendat, Ini 3 Penyebabnya (Foto:  Pemkab Lumajang/rri)

Nasional

Dana Operasional SPPG Tersendat, Ini 3 Penyebabnya

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:13 WIB

 Angga Sasongko Soroti Insentif Pajak Ekonomi Kreatif (Foto: Medcom/Rafi)

Ekonomi

Angga Sasongko Soroti Insentif Pajak Ekonomi Kreatif

Sabtu, 24 Okt 2026 - 06:19 WIB

5 Tanaman Hias Berwarna Cerah untuk Rumah yang Minim Nyamuk

Kesehatan

5 Tanaman Hias Berwarna Cerah untuk Rumah yang Minim Nyamuk

Jumat, 23 Okt 2026 - 17:04 WIB