Toyota Kembangkan AI Berorientasi Manusia Tanpa PHK Karyawan

Kabarinaja.id

- Jurnalis

Senin, 1 Juni 2026 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Senior Vice President Woven, Daisuke Toyoda. (Foto: Toyota/kumparan)

Senior Vice President Woven, Daisuke Toyoda. (Foto: Toyota/kumparan)

Kabarinaja.idToyota Motor Corporation mengambil sikap tegas di tengah kekhawatiran global mengenai potensi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mengancam lapangan kerja. Raksasa manufaktur otomotif asal Jepang ini memastikan bahwa implementasi teknologi canggih di fasilitas produksi mereka tidak akan pernah menggantikan peran para pekerja manusia. Langkah tersebut mempertegas visi perusahaan yang ingin menyelaraskan kemajuan teknologi dengan kesejahteraan para karyawannya.

Berdasarkan laporan Automotive News via Carbuzz, Toyota justru memproyeksikan AI sebagai alat bantu strategis demi mendongkrak efisiensi dan kompetensi sumber daya manusia. Sistem mutakhir ini berfungsi melatih para pekerja baru, memetakan peluang optimalisasi di lini produksi, hingga menyediakan ruang mentor virtual bagi para talenta muda. Seluruh pengembangan teknologi canggih ini berpusat di sebuah fasilitas riset terpadu demi menjaga standar kualitas manufaktur tertinggi khas Toyota.

Kendali Penuh Anak Perusahaan

Demi menjaga keberlanjutan jangka panjang dan kepercayaan para pekerja, anak perusahaan teknologi mereka, Woven by Toyota, mengendalikan penuh seluruh proyek pengembangan ini. Senior Vice President Woven, Daisuke Toyoda, menegaskan pihaknya sangat terbuka terhadap kemitraan eksternal. Walakin, kendali penuh atas model algoritma yang digunakan harus tetap berada di tangan internal pabrikan. Toyota fokus menciptakan AI yang berorientasi pada manusia (human-centered) dan enggan menjadi pengguna pasif dari teknologi milik pihak lain.

Baca Juga :  AI Kian Tak Terbendung, ChatGPT hingga Gemini Berhasil Taklukkan Ujian Masuk Kampus Elite Jepang

Sebagai contoh konkret di lapangan, Woven sedang merancang mesin kecerdasan buatan khusus yang mampu menganalisis kebiasaan kerja serta alur aktivitas dari para insinyur dan teknisi senior berpengalaman. Formulasi data hasil analisis mendalam tersebut menjadi panduan praktik terbaik untuk melatih para karyawan baru secara presisi. Modifikasi sistem berbasis digital ini di harapkan mampu memangkas beban mental serta tingkat stres pekerja dalam proses pengembangan dan manufaktur kendaraan baru.

Fasilitas Woven City di Shizuoka

Pusat penelitian teknologi masa depan ini sebagian besar berbasis di Shizuoka, Jepang, dengan memanfaatkan kompleks raksasa bernama Woven City. Kawasan yang berdiri di atas lahan bekas pabrik lama ini menjadi ruang kolaborasi canggih bagi inovator internal Toyota, perusahaan rintisan, akademisi, hingga pihak ketiga. Saat ini, ekosistem Woven City aktif berfungsi sebagai laboratorium hidup untuk menguji sistem keselamatan berkendara, perencanaan tata kota, serta infrastruktur pintar.

Baca Juga :  Grab dan Gojek Hapus Skema Langganan Hemat Driver Ojol

Komitmen humanis tersebut langsung di buktikan lewat sebuah terobosan unik yang melibatkan Chairman Toyota, Akio Toyoda. Para insinyur Woven berhasil mengumpulkan seluruh transkrip pidato, sesi wawancara, hingga pandangan filosofis sang ketua selama lebih dari satu dekade terakhir untuk di masukkan ke dalam basis data. Proyek ini melahirkan kloning digital bernama Akio AI yang mampu menjawab berbagai pertanyaan rumit serta memberikan arahan strategis menyerupai karakter asli pria di balik sub-brand Gazoo Racing (GR) tersebut.

Jajaran manajer Toyota sekarang sudah bisa mengakses sistem Akio AI selama 24 jam penuh untuk menyelaraskan filosofi kerja dan etika bisnis perusahaan ke dalam proyek mereka. Daisuke menambahkan bahwa kombinasi filosofi AI yang berpusat pada manusia serta fleksibilitas riset di Woven City di harapkan mampu meniru kelincahan pabrikan otomotif asal China dalam mengambil risiko. Pola pikir ala workshop-style ini bertujuan memberikan kebebasan penuh bagi karyawan untuk langsung mengeksekusi ide-ide segar mereka menjadi kenyataan. (Wd/*)

Berita Terkait

Game Star Wars Zero Company Rilis 27 Agustus 2026
Honda ADV160 RoadSync Resmi Meluncur di Malaysia
Red Hat dan Google Cloud Rilis OpenShift Berdaulat Digital
Meta Down Global, Akses IG, FB, dan WA Lumpuh Massal
Tencent Cloud Perkenalkan WorkBuddy dan Miora di SuperAI 2026 Jakarta
Cara Mendapatkan Centang Biru Facebook, Bisa Berbayar atau Gratis
XLSmart Luncurkan Esta Ecosystem, Pacu AI dan 5G Korporasi
Acer Rilis Tablet Iconia Duo dan Kacamata Pintar AI Gemini
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:30 WIB

Game Star Wars Zero Company Rilis 27 Agustus 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:06 WIB

Honda ADV160 RoadSync Resmi Meluncur di Malaysia

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:05 WIB

Red Hat dan Google Cloud Rilis OpenShift Berdaulat Digital

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:04 WIB

Meta Down Global, Akses IG, FB, dan WA Lumpuh Massal

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:04 WIB

Tencent Cloud Perkenalkan WorkBuddy dan Miora di SuperAI 2026 Jakarta

Berita Terbaru

Game Star Wars Zero Company Rilis 27 Agustus 2026 (Foto: medcom)

Game

Game Star Wars Zero Company Rilis 27 Agustus 2026

Sabtu, 13 Jun 2026 - 14:30 WIB

Honda ADV160 RoadSync Resmi Meluncur di Malaysia (Foto: oto)

Otomotif

Honda ADV160 RoadSync Resmi Meluncur di Malaysia

Sabtu, 13 Jun 2026 - 12:06 WIB

Red Hat dan Google Cloud Rilis OpenShift Berdaulat Digital (Foto: medcom)

Teknologi

Red Hat dan Google Cloud Rilis OpenShift Berdaulat Digital

Sabtu, 13 Jun 2026 - 10:05 WIB

Ilustrasi. Meta Down Global, Akses IG, FB, dan WA Lumpuh Massal

Teknologi

Meta Down Global, Akses IG, FB, dan WA Lumpuh Massal

Sabtu, 13 Jun 2026 - 09:04 WIB