Modus Baru Phishing, Karakter Teks ASCII Dipakai Palsukan Kode QR Pembobol Data

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Modus Baru Phishing, Karakter Teks ASCII Dipakai Palsukan Kode QR Pembobol Data (Foto: Ai)

Ilustrasi. Modus Baru Phishing, Karakter Teks ASCII Dipakai Palsukan Kode QR Pembobol Data (Foto: Ai)

Kabarinaja.id – Metode penipuan digital terus bermutasi guna menembus proteksi sistem yang paling ketat sekalipun. Tim peneliti Kaspersky mendeteksi lonjakan serangan siber jenis baru yang memanfaatkan kelengahan pengguna komputer. Penjahat digital tidak lagi melampirkan gambar kode QR biasa, melainkan menyusun rangkaian simbol teks atau grafik ASCII hingga menyerupai bentuk kode QR.

Sistem proteksi email modern umumnya bekerja dengan memindai file gambar atau mendeteksi tautan mencurigakan di dalam pesan. Rekayasa kode QR lewat karakter teks murni ini sengaja di rancang untuk mengeksploitasi celah tersebut. Akibatnya, banyak perangkat lunak keamanan yang terkecoh dan meloloskan email berbahaya ini ke kotak masuk korporat.

Grafik ASCII sebetulnya merupakan teknologi lawas dari era awal komputer saat perangkat belum mampu menampilkan gambar digital secara utuh. Kini, teknik komputasi purba tersebut di adopsi kembali oleh peretas sebagai senjata pamungkas untuk mengelabui filter keamanan berbasis pemindaian visual.

Lonjakan Kasus Lima Kali Lipat

Eskalasi ancaman ini bergerak sangat masif. Berdasarkan data Kaspersky, serangan phishing berbasis kode QR melonjak hingga 500% pada paruh kedua tahun 2025.

Baca Juga :  Cara Membuat Username WhatsApp untuk Chat Tanpa Nomor HP

Roman Dedenok, Pakar Anti-Spam Kaspersky, menjelaskan bahwa manipulasi ini efektif menghindari mekanisme deteksi URL tersembunyi yang biasanya melacak objek visual. Peretas memanfaatkan kelemahan sistem yang sering kali mengabaikan susunan teks teks murni sebagai ancaman serius.

Sasaran utama dari operasi ini adalah pencurian kredensial atau akses log masuk internal perusahaan. Korban biasanya menerima email formal yang menyerupai pesan dari rekan bisnis atau vendor resmi. Dokumen tersebut sering kali memuat narasi mendesak, seperti verifikasi berkas rahasia di platform digital seperti DocuSign yang membutuhkan tanda tangan segera. Korban kemudian diminta memindai kode QR tiruan tersebut menggunakan ponsel pintar mereka.

Begitu pemindaian berhasil, korban otomatis di arahkan ke situs web replika yang sangat mirip dengan laman login asli perusahaan. Pada tahapan inilah pelaku memanen informasi sensitif, mulai dari nama pengguna hingga kata sandi sistem internal.

Langkah Preventif Bagi Perusahaan dan Karyawan

Ketergantungan pada sistem keamanan bawaan email kini tidak lagi cukup untuk menghalau mutasi ancaman siber. Korporasi perlu mengambil tindakan konkret guna melindungi aset data mereka.

  • Pembaruan Sistem Proteksi: Perusahaan wajib memperkuat perimeter digital dengan solusi keamanan server email yang komprehensif. Perangkat lunak seperti Kaspersky Security for Mail Server dapat di andalkan karena mampu memfilter spam, mengidentifikasi manipulasi Business Email Compromise (BEC), hingga mendeteksi rekayasa kode QR teks.

  • Edukasi dan Kebijakan Internal: Karyawan harus di latih untuk mengenali bentuk fisik kode QR di dalam email. Jika di perhatikan secara detail, kode QR yang tersusun dari karakter teks atau simbol ASCII akan terlihat sedikit patah dan tidak sehalus gambar digital biasa.

  • Prosedur Verifikasi: Terapkan aturan ketat agar staf tidak pernah memasukkan kredensial login perusahaan pada halaman web yang di akses melalui pemindaian ponsel pribadi.

“Saat Anda melihat kode QR yang di bentuk dari susunan karakter teks atau seni ASCII, bisa di pastikan itu adalah upaya phishing,” ujar Roman Dedenok.

Kewaspadaan individu di lingkungan kerja tetap menjadi benteng pertahanan terakhir yang paling krusial dalam mematahkan taktik penipuan digital ini. (Wd/*)

Baca Juga :  Atlus Resmi Umumkan Persona 6, Rilis di Xbox Game Pass

Berita Terkait

31.000 Email Phishing Terungkap, Penipu Manfaatkan Layanan Resmi Microsoft
Harga Spotify Premium Oktober 2026: Ini Perbedaan Tiga Paketnya
Internet Hilang Saat Perjalanan? Google Maps Tetap Bisa Digunakan
Coding dan AI Baru Menjangkau 25 Persen Sekolah, Ini Kendalanya
Kingston Pertahankan 62% Pasar DRAM, AI Jadi Pendorong
Penyalahgunaan AI Meningkat, Pengawasan Perlu Diperketat
WhatsApp Siapkan Tampilan Baru di Android, Navigasi Makin Modern
Cara Bayar Virtual Account Beda Bank dengan Mudah
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:09 WIB

31.000 Email Phishing Terungkap, Penipu Manfaatkan Layanan Resmi Microsoft

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Harga Spotify Premium Oktober 2026: Ini Perbedaan Tiga Paketnya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Internet Hilang Saat Perjalanan? Google Maps Tetap Bisa Digunakan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Coding dan AI Baru Menjangkau 25 Persen Sekolah, Ini Kendalanya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Kingston Pertahankan 62% Pasar DRAM, AI Jadi Pendorong

Berita Terbaru

 Angga Sasongko Soroti Insentif Pajak Ekonomi Kreatif (Foto: Medcom/Rafi)

Ekonomi

Angga Sasongko Soroti Insentif Pajak Ekonomi Kreatif

Sabtu, 24 Okt 2026 - 06:19 WIB

5 Tanaman Hias Berwarna Cerah untuk Rumah yang Minim Nyamuk

Kesehatan

5 Tanaman Hias Berwarna Cerah untuk Rumah yang Minim Nyamuk

Jumat, 23 Okt 2026 - 17:04 WIB

BMW Garage of JOY 2026 Tawarkan Diskon hingga 90%  (Foto: medcom)

Otomotif

BMW Garage of JOY 2026 Tawarkan Diskon hingga 90%

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:05 WIB

Hari Santri 2026, Kemenag Siapkan Lima Program untuk Santri (Foto: RRI/Nadya)

Nasional

Hari Santri 2026, Kemenag Siapkan Lima Program untuk Santri

Kamis, 22 Okt 2026 - 17:04 WIB