Kabarinaja.id – Kabar buruk datang bagi para pemain Minecraft yang gemar memasang modifikasi atau mod untuk memperkaya pengalaman bermain. Peneliti keamanan siber menemukan adanya kampanye malware berskala besar yang menyamar sebagai mod dan aplikasi pendukung Minecraft untuk menginfeksi perangkat para gamer.
Laporan terbaru dari perusahaan keamanan siber McAfee mengungkap malware tersebut di kenal dengan nama WeedHack. Program berbahaya ini di rancang untuk menyusup ke perangkat korban melalui file mod Minecraft yang tampak normal, tetapi diam-diam memberikan akses penuh kepada pelaku ke komputer yang terinfeksi.
Sejak awal 2026, serangan ini di sebut telah menginfeksi lebih dari 116 ribu perangkat di berbagai negara. Bahkan, rata-rata di temukan sekitar 2.000 hingga 3.000 infeksi baru setiap harinya.
Malware Tersembunyi dalam Mod dan Client Minecraft
Minecraft merupakan salah satu game paling populer di dunia dengan komunitas modding yang sangat besar. Banyak pemain mengunduh mod dari berbagai situs untuk menambahkan fitur, karakter, hingga tampilan baru ke dalam permainan.
Situasi inilah yang di manfaatkan pelaku kejahatan siber. Mereka menyisipkan malware ke dalam file mod maupun client Minecraft yang kemudian di sebarkan melalui berbagai platform internet.
McAfee menemukan lebih dari 3.820 file JAR berbahaya yang terkait dengan operasi WeedHack. Selain itu, terdapat lebih dari 240 alamat URL yang di gunakan untuk mendistribusikan malware tersebut kepada calon korban.
Setelah berhasil terinstal, malware memungkinkan pelaku mengendalikan perangkat korban dari jarak jauh. Mereka dapat mengakses layar komputer, melihat file yang tersimpan, hingga mengambil alih webcam tanpa sepengetahuan pengguna.
Versi Premium Bisa Memata-matai Korban Lewat Webcam
Yang membuat WeedHack berbeda dari malware lainnya adalah model distribusinya yang sangat mudah diakses.
Biasanya, perangkat lunak peretasan dijual di forum kriminal dengan harga ratusan dolar per bulan. Namun WeedHack menawarkan versi gratis yang bisa di gunakan siapa saja hanya dengan akun Discord dan koneksi internet.
Pengembangnya bahkan menyediakan layanan berlangganan premium dengan harga mulai dari sekitar Rp90 ribu per bulan hingga paket seumur hidup sekitar Rp454 ribu.
Versi berbayar tersebut menawarkan fitur tambahan yang lebih berbahaya, termasuk kemampuan memantau korban secara diam-diam melalui kamera perangkat yang terinfeksi.
Menurut peneliti McAfee, kemudahan akses tersebut membuat alat ini banyak di gunakan oleh kalangan remaja dan pengguna muda yang tertarik mencoba aktivitas peretasan tanpa memahami konsekuensi hukumnya.
Di gunakan untuk Pencurian Akun dan Perundungan Online
Penelitian McAfee menemukan bahwa sebagian pelaku tidak hanya memanfaatkan WeedHack untuk mencuri informasi keuangan, tetapi juga melakukan tindakan perundungan digital terhadap sesama pemain.
Data yang berhasil di curi mencakup kata sandi akun game, akun media sosial, email, hingga berbagai informasi pribadi lainnya. Dalam sejumlah kasus, pelaku juga di laporkan meminta uang tebusan kepada korban setelah berhasil menguasai akun atau data penting.
Fenomena ini menunjukkan ancaman keamanan digital kini tidak hanya berasal dari kelompok kriminal profesional, tetapi juga dari individu yang memanfaatkan alat murah dan mudah di peroleh untuk menyasar pengguna lain.
Amerika Serikat Jadi Negara Paling Terdampak
Berdasarkan data McAfee, Amerika Serikat menjadi negara dengan jumlah korban terbanyak dalam kampanye WeedHack. Setelah itu di susul Jerman, India, Inggris, Italia, dan sejumlah negara lain.
Meski belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban di Indonesia, para gamer tetap di minta meningkatkan kewaspadaan. Ancaman serupa berpotensi menyebar ke berbagai negara karena distribusi malware di lakukan melalui internet dan komunitas game global.
Para ahli keamanan menyarankan pemain hanya mengunduh mod Minecraft dari sumber terpercaya, menggunakan antivirus yang selalu diperbarui, serta mengaktifkan autentikasi dua faktor pada akun penting untuk mengurangi risiko pembajakan.
Seiring semakin berkembangnya industri game, ancaman siber yang menyasar komunitas gamer juga terus meningkat. Karena itu, kesadaran terhadap keamanan digital menjadi langkah penting agar pengalaman bermain tetap aman dan nyaman.(Tim)









