Proyek Tanggul dan Normalisasi Sungai Batang Merao Dikebut, Warga Harap Banjir Segera Teratasi

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabarinaja.id – Pemerintah terus memperkuat upaya pengendalian banjir di wilayah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci melalui proyek pembangunan tanggul serta normalisasi Sungai Batang Merao. Kegiatan yang di kerjakan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi melalui SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) tersebut di targetkan rampung pada akhir tahun 2026.

Pembangunan infrastruktur ini menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko banjir yang selama beberapa tahun terakhir kerap melanda kawasan permukiman dan lahan masyarakat yang berada di sekitar aliran Sungai Batang Merao.

Berdasarkan hasil evaluasi teknis, kapasitas sungai saat ini di nilai tidak lagi mampu menampung debit air saat curah hujan tinggi. Kondisi tersebut di picu oleh sedimentasi yang terus terjadi sehingga menyebabkan pendangkalan pada sejumlah titik aliran sungai.

Sedimentasi Jadi Pemicu Menurunnya Kapasitas Sungai

Pendangkalan yang berlangsung dalam waktu lama membuat daya tampung Sungai Batang Merao berkurang. Akibatnya, saat hujan dengan intensitas tinggi terjadi, volume air yang mengalir sering kali melampaui kapasitas sungai dan memicu luapan ke kawasan sekitar.

Tidak hanya faktor alam, aktivitas penambangan tanpa izin di sejumlah wilayah hulu juga di sebut turut mempercepat proses sedimentasi. Material yang terbawa arus sungai menyebabkan endapan semakin menumpuk dan berdampak pada menurunnya fungsi sungai sebagai saluran utama pengendali aliran air.

Baca Juga :  Pemkot Sungai Penuh Lantik Puluhan Pejabat Malam Hari, Rotasi Jabatan Jadi Sorotan

Melalui program normalisasi, pemerintah berupaya memperlebar dan memperdalam alur sungai agar kapasitas tampungnya meningkat. Di saat yang sama, pembangunan tanggul di lakukan untuk memperkuat perlindungan terhadap kawasan permukiman yang berada di sepanjang bantaran sungai.

Di targetkan Rampung Akhir Tahun 2026

Sesuai jadwal pelaksanaan yang tercantum dalam kontrak pekerjaan, proyek pembangunan tanggul dan normalisasi Sungai Batang Merao di rencanakan selesai pada 23 Desember 2026.

Informasi lanjutan, proyek yang di kerjakan Balai pada tahun lalu di Sungai Batang Merao mencapai kurang lebih 9 kilometer, membentang dari Debai hingga Rawang. Sementara pada tahun ini, panjang penanganan yang di kerjakan sekitar 1,5 kilometer. Padahal, total panjang Sungai Batang Merao mencapai sekitar 57 kilometer

Keberadaan tanggul nantinya di harapkan mampu menambah perlindungan terhadap kawasan yang selama ini menjadi titik rawan banjir. Infrastruktur tersebut juga berfungsi mengurangi risiko pengikisan tebing sungai yang dapat mengancam rumah warga maupun fasilitas umum di sekitarnya.

Baca Juga :  Mengenal Aksara Incung, Jejak Peradaban Tulisan Kerinci

Pengendalian banjir melalui pembangunan fisik di nilai menjadi kebutuhan mendesak mengingat intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa tahun terakhir sering menimbulkan genangan dan kerugian bagi masyarakat.

Warga Sambut Baik Pembangunan

Masyarakat menyambut positif proyek yang tengah berjalan tersebut. Ridwan, salah seorang warga Kerinci, mengaku berharap pembangunan tanggul dan normalisasi sungai dapat menjadi solusi jangka panjang terhadap persoalan banjir yang selama ini menghantui warga setiap musim hujan.

Menurutnya, luapan air sungai kerap menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi merendam rumah dan mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari.

Harapan serupa juga di sampaikan Asrul. Ia menilai pembangunan tersebut merupakan langkah yang telah lama di nantikan warga. Namun, selain pembangunan infrastruktur, ia berharap ada upaya serius untuk menertibkan aktivitas penambangan liar yang di duga menjadi salah satu penyebab meningkatnya sedimentasi sungai.

Warga berharap proyek pengendalian banjir ini dapat selesai sesuai target sehingga memberikan perlindungan yang lebih optimal bagi masyarakat Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Dengan meningkatnya kapasitas sungai serta keberadaan tanggul pengaman, ancaman banjir di masa mendatang di harapkan dapat di tekan secara signifikan.(Tim)

Berita Terkait

Paskibraka Kerinci 2026, Ini 30 Anggotanya
Jumat Berkah Warung Buk Dorlan Bagikan 100 Kotak Nasi untuk Warga
Gen Auto Care Hadir di Sungai Penuh, Wako Alfin Beri Dukungan
Suku Kerinci: Sejarah, Budaya Matrilineal, dan Aksara Incung
Mengenal Aksara Incung, Jejak Peradaban Tulisan Kerinci
Alghifari Media Tech Hadirkan Jasa Website Profesional
Kenduri Sko Berakhir, Ini Pesan Ninik Mamak Rio Jayo
Luhah Rio Jayo Sungai Penuh Menggelar Ritual Penurunan dan Penyucian Benda Pusaka
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:59 WIB

Paskibraka Kerinci 2026, Ini 30 Anggotanya

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:04 WIB

Jumat Berkah Warung Buk Dorlan Bagikan 100 Kotak Nasi untuk Warga

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:15 WIB

Gen Auto Care Hadir di Sungai Penuh, Wako Alfin Beri Dukungan

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:37 WIB

Suku Kerinci: Sejarah, Budaya Matrilineal, dan Aksara Incung

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:34 WIB

Mengenal Aksara Incung, Jejak Peradaban Tulisan Kerinci

Berita Terbaru

Paskibraka Kerinci 2026, Ini 30 Anggotanya (Foto: britainaja.com)

Daerah

Paskibraka Kerinci 2026, Ini 30 Anggotanya

Sabtu, 15 Agu 2026 - 13:59 WIB

Gempa Magnitudo 7,7 Mengguncang Nusa Tenggara Timur (Foto: BMKG/RRI)

Nasional

Gempa Magnitudo 7,7 Mengguncang Nusa Tenggara Timur

Sabtu, 15 Agu 2026 - 06:55 WIB