Kaabarinaja.id – Miss Universe 2025 Fátima Bosch kembali menghadapi persoalan hukum setelah Nawat Itsaragrisil menyebut proses penerbitan surat penangkapan terhadapnya sedang dipercepat. Pernyataan tersebut disampaikan Nawat melalui Instagram pada 22 Agustus 2026 dan berkaitan dengan laporan yang diajukan setelah konflik mereka di Thailand.
Nawat menyebut perkara itu berkaitan dengan dugaan pencemaran nama baik, tuduhan palsu, dan penyebaran informasi palsu. Namun, pernyataan mengenai percepatan surat penangkapan tersebut datang dari Nawat dan belum berarti Bosch telah dinyatakan bersalah atau pasti akan ditangkap.
MUO Berdiri di Belakang Fátima Bosch
Sehari setelah unggahan Nawat, Miss Universe Organization (MUO) menerbitkan pernyataan yang menunjukkan dukungan kepada Bosch. Organisasi tersebut menekankan bahwa perempuan tidak seharusnya menghadapi intimidasi karena memilih menyampaikan keberatan atas perlakuan yang dianggap tidak pantas.
MUO menyatakan bahwa penghinaan, intimidasi, pelecehan, dan perlakuan buruk terhadap perempuan dalam bentuk apa pun tidak dapat diterima. Organisasi itu juga menegaskan bahwa seorang perempuan tidak semestinya merasa harus diam demi mempertahankan kesempatan, jabatan, gelar, atau impiannya.
Pernyataan tersebut secara khusus menyebut nama Bosch dan Nawat. MUO menilai keputusan Bosch untuk bersuara mengenai martabatnya menjadi pengingat bahwa rasa hormat merupakan hak, bukan sesuatu yang harus diperoleh dengan memilih diam.
Awal Konflik Terjadi di Thailand
Persoalan antara Bosch dan Nawat bermula dari rangkaian kegiatan Miss Universe 2025 di Thailand. Konflik tersebut terjadi sebelum malam final, ketika Nawat terlibat dalam penyelenggaraan ajang yang berlangsung di negara tersebut.
Perselisihan kemudian menjadi perhatian setelah Bosch menyampaikan keberatannya terhadap perlakuan yang diterimanya. Sejumlah kontestan disebut ikut meninggalkan ruangan sebagai bentuk solidaritas terhadap perempuan asal Meksiko tersebut.
Nawat selanjutnya menempuh jalur hukum terhadap Bosch. Sengketa itu tetap berjalan ketika Bosch melanjutkan kompetisi hingga akhirnya memenangkan Miss Universe 2025 pada 21 November 2025 di Thailand.
Beberapa bulan kemudian, perkara tersebut kembali menjadi sorotan setelah Nawat mengunggah pernyataan mengenai proses hukum yang disebutnya sedang dipercepat.
Bosch Menolak Mundur karena Persoalan Hukum
Bosch juga memberikan respons atas pernyataan Nawat. Dalam pernyataannya pada 23 Agustus 2026, ia mengatakan tidak menyesal karena memilih membela dirinya ketika konflik tersebut terjadi.
Bosch menyebut situasi itu sebagai bentuk intimidasi terhadap perempuan yang berani menyampaikan pendapat dan menetapkan batas. Ia juga mengatakan kejadian tersebut telah disaksikan publik dan terekam sehingga tidak perlu ditambahkan dengan berbagai penjelasan baru.
Respons tersebut memperlihatkan bahwa sengketa yang bermula dari agenda Miss Universe 2025 belum sepenuhnya berakhir. Persoalan personal antara keduanya kini kembali menjadi perhatian karena telah bersinggungan dengan proses hukum.
Konflik Tata Kelola Miss Universe Ikut Menambah Rumit
Kasus Bosch dan Nawat muncul ketika Miss Universe Organization sendiri tengah menghadapi perselisihan mengenai tata kelola serta kewenangan internal.
Pada 15 Agustus 2026, MUO menyatakan Nawat memiliki posisi sebagai Chief Executive Officer Miss Universe Eastern. Organisasi juga menegaskan bahwa situs missuniverse.com merupakan kanal resmi dan menyebut klaim dari situs eksternal yang mengatasnamakan organisasi sebagai tidak sah.
Namun, pada 18 Agustus, MU East mengeluarkan pernyataan yang menyebut MUO merupakan usaha patungan dua pihak dengan kepemilikan masing-masing 50 persen. Pernyataan itu juga menyebut adanya sengketa mengenai kepemilikan, tata kelola, serta hak pemegang saham.
Situasi tersebut membuat komunikasi resmi organisasi menjadi bagian dari perselisihan tersendiri. Karena itu, informasi mengenai kewenangan dan posisi sejumlah tokoh perlu merujuk pada kanal resmi organisasi dan dokumen yang dapat diverifikasi.
Miss Universe 2026 Tetap Berjalan
Di tengah sengketa tersebut, agenda Miss Universe 2026 tetap dipersiapkan. Ajang edisi ke-75 itu dijadwalkan berlangsung pada 24 November 2026 di Coliseo de Puerto Rico José Miguel Agrelot, San Juan, Puerto Rico.
Fátima Bosch masih tercatat sebagai Miss Universe 2025 dan dijadwalkan menyerahkan mahkota kepada penerusnya pada ajang tersebut. Dengan demikian, persoalan hukum yang kembali mencuat tidak mengubah jadwal kompetisi yang telah diumumkan penyelenggara.
Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada proses hukum di Thailand serta langkah resmi dari pihak-pihak yang terlibat. Untuk saat ini, yang telah dipastikan adalah adanya klaim Nawat mengenai percepatan proses surat penangkapan dan dukungan terbuka MUO terhadap Bosch. (Wd/*)










