KOTAK Buka Babak Baru sebagai Band Indie Lewat YOLO

Single terbaru KOTAK membawa pesan tentang keberanian berubah, keluar dari zona nyaman, dan menjalani proses pengembangan diri.

- Jurnalis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KOTAK Buka Babak Baru sebagai Band Indie Lewat YOLO (Foto: Ai)

KOTAK Buka Babak Baru sebagai Band Indie Lewat YOLO (Foto: Ai)

Kabarinaja.id – Perjalanan panjang KOTAK memasuki fase baru setelah grup rock tersebut memilih berjalan secara independen. Keputusan itu ditandai dengan peluncuran single terbaru berjudul “YOLO (You Only Live Once)”, yang membawa pesan tentang keberanian mengambil pilihan dan memulai perubahan.

Setelah lebih dari 20 tahun berkarya dan menjalani 18 tahun bersama label rekaman, Tantri, Cella, dan Chua kini mengambil kendali lebih besar atas arah bermusik mereka. Bagi KOTAK, perubahan tersebut menjadi ruang untuk kembali mengikuti insting kreatif.

YOLO Menggambarkan Keberanian Memulai

“YOLO” lahir dari gagasan tentang keberanian meninggalkan kenyamanan dan mencoba sesuatu yang berbeda. Tema tersebut dianggap relevan dengan perjalanan KOTAK yang kini memasuki tahap baru sebagai grup musik independen.

Lagu ini mengajak pendengar melihat proses pengembangan diri secara lebih ringan. Perubahan tidak harus selalu menjadi tekanan, melainkan dapat dijalani sebagai bagian dari perjalanan seseorang.

Pesan itu tercermin dalam penggalan lirik, “Aku yang dulu pemalu, tak lagi mau hidup begitu” serta “Self improvement jangan jadi beban”. Kedua bagian tersebut memperkuat gagasan bahwa setiap orang memiliki ruang untuk berkembang dengan caranya masing-masing.

Baca Juga :  Grup vokal No Na HITC Los Angeles 2026 Bawa Budaya Indonesia

Dari Perubahan Diri ke Kebebasan Bermusik

Bagi KOTAK, status sebagai band independen tidak hanya berkaitan dengan perubahan pola kerja. Langkah tersebut juga menjadi bentuk keberanian untuk mendapatkan kebebasan yang lebih luas dalam menentukan arah kreatif.

Semangat tersebut kemudian diterjemahkan melalui “YOLO”. Lagu ini menjadi gambaran dari keputusan besar yang sedang mereka jalani sekaligus refleksi atas keberanian memulai kembali.

Karakter Rock Tetap Dipertahankan

Meski membawa semangat baru, KOTAK tidak meninggalkan identitas musik yang selama ini dikenal penggemarnya. “YOLO” tetap mengandalkan karakter rock anthem melalui permainan riff gitar yang kuat dan bagian chorus yang mudah diikuti.

Beberapa penggalan lagu seperti “I Want To Get It Started”, “Get Up And Dance Now”, dan “Watch Yourself Grow Now” memberikan energi positif. Bagian tersebut dirancang untuk menyemangati pendengar yang sedang memasuki fase baru dalam kehidupannya.

Pilihan musikal itu membuat “YOLO” tetap terasa dekat dengan karakter KOTAK. Pada saat bersamaan, tema lagunya memperlihatkan sisi perjalanan personal yang sedang dihadapi para personelnya.

Baca Juga :  Love's Ambition, Drama Romantis Penuh Emosi dan Makna

KOTAK Kerjakan Produksi Secara Mandiri

Babak independen tersebut juga terlihat dari proses pengerjaan “YOLO”. KOTAK menangani langsung proses kreatif lagu, mulai dari penulisan lirik hingga penyusunan aransemen.

Keterlibatan langsung dalam produksi memberikan keleluasaan bagi grup untuk menerjemahkan gagasan mereka tanpa kehilangan identitas musikal. Hasilnya menjadi bagian dari langkah baru yang kini mereka pilih setelah bertahun-tahun berada di bawah label rekaman.

“‘YOLO’ bukan hanya lagu baru bagi kami, tetapi juga cerminan dari keputusan besar yang sedang kami ambil. Menjadi band independen adalah langkah yang penuh tantangan, namun kami percaya setiap pertumbuhan selalu dimulai dari keberanian untuk melangkah,” ujar KOTAK.

Lewat “YOLO”, KOTAK tidak sekadar memperkenalkan materi musik terbaru. Single ini sekaligus menjadi penanda perjalanan baru mereka, dengan kebebasan kreatif dan keberanian mengambil keputusan sebagai bagian utama dari babak tersebut. (Wd/*)

Berita Terkait

Film Always LALISA Tayang di Indonesia 12 Oktober 2026
Masa Kecil Bahlil Jadi Serial Animasi, Episode Perdana Hampir 1 Juta Penonton
4 Drakor Terbaru September 2026, Ada Hyun Bin dan Son Ye Jin
Hanung Bramantyo Ungkap Alasan Batal Remake Film G30S/PKI
Klan Raikage Disebut Mirip Uzumaki, Ini Dua Alasannya
Sinopsis Film Harusnya Horror dan Daftar Pemain
Film “Harusnya Horror” Reza Arap Tembus 305 Ribu Penonton
Lirik Lagu Terpesona BCL ft. Josh Flo dan Maknanya
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:06 WIB

Film Always LALISA Tayang di Indonesia 12 Oktober 2026

Selasa, 1 September 2026 - 17:02 WIB

Masa Kecil Bahlil Jadi Serial Animasi, Episode Perdana Hampir 1 Juta Penonton

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:05 WIB

4 Drakor Terbaru September 2026, Ada Hyun Bin dan Son Ye Jin

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:14 WIB

Hanung Bramantyo Ungkap Alasan Batal Remake Film G30S/PKI

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Klan Raikage Disebut Mirip Uzumaki, Ini Dua Alasannya

Berita Terbaru

IdeaFest 2026 (Foto: medcom)

Teknologi

AI Makin Cepat, Mengapa Keterampilan Manusia Tetap Penting?

Minggu, 6 Sep 2026 - 09:05 WIB

Fitur Tersembunyi Google Maps yang Jarang Diketahui (Foto: medcom)

Teknologi

Fitur Tersembunyi Google Maps yang Jarang Diketahui

Minggu, 6 Sep 2026 - 07:04 WIB

Kolase makanan kekinian yang dapat menjadi inspirasi bagi pemula untuk memulai usaha kuliner dari rumah.

Kuliner

10 Ide Jualan Kekinian yang Bisa Dimulai dari Rumah

Sabtu, 5 Sep 2026 - 21:04 WIB

Ilustrasi yang menggambarkan Al-Khawarizmi mempelajari matematika di masa lalu, sementara konsep algoritma berkembang menjadi bagian penting teknologi digital masa kini.

Tokoh

Al-Khawarizmi dan Algoritma yang Mengubah Dunia

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Seorang penjual mempromosikan kaus melalui siaran langsung dengan bantuan kamera dan ring light. (Foto: pegadaian/Ai)

Ekonomi

Cara Jualan di TikTok Shop agar Produk Lebih Mudah Laku

Sabtu, 5 Sep 2026 - 17:06 WIB